Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria India didakwa atas kejahatan intimidasi setelah mengancam akan membunuh seorang awak kabin dan menyerang penumpang lain dalam penerbangan ke Singapura. Insiden tersebut terjadi pada 27 Februari 2025.
Kolathu James Leo, warga negara India berusia 42 tahun, berangkat dari Sydney dengan penerbangan Scoot TR3 menuju Singapura, menurut dokumen pengadilan. Dia diduga mabuk dalam penerbangan tersebut ketika mulai berteriak-teriak dengan keras.
Antara pukul 11.59 pagi hingga 12.10 siang hari itu, dia mencoba melepaskan saku kursi dan memukul kursi di depannya. Ia juga dituduh bersikap agresif ketika awak kabin mencoba mengendalikan situasi. Dia diduga memegang pergelangan tangan seorang awak kabin pria dan secara verbal mengancam akan membunuhnya, sekitar pukul 5 sore.
Polisi melaporkan, pada 31 Maret 2025, Kolathu baru mendengarkan peringatan awak kabin setelah diberitahu bahwa pesawat itu akan berputar balik ke Sydney jika dia terus berperilaku buruk. Awak kabin kemudian mengikat tubuhnya selama sisa perjalanan dan ditangkap setibanya di Bandara Changi.
Mengutip The Strait Times, Kolathu terancam dipenjara hingga 10 tahun, didenda, atau keduanya, jika terbukti bersalah atas tuduhan intimidasi kriminal. Dia juga menghadapi dakwaan menggunakan kekerasan kriminal yang dijerat dengan hukuman penjara hingga tiga bulan, denda hingga 1.500 dolar Singapura, atau keduanya.
Jika terbukti bersalah karena mabuk di atas pesawat dan membahayakan ketertiban, dia menghadapi denda tambahan hingga 20.000 dolar Singapura, hukuman penjara hingga 12 bulan atau keduanya. Kolathu diperkirakan akan mengaku bersalah pada 22 April 2025.
"Agresi fisik, ancaman verbal, dan upaya untuk mengganggu tugas awak dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Polisi tidak akan ragu untuk menindak tegas siapa pun yang membahayakan penumpang dan awak di pesawat, dan mengancam keamanan dan ketertiban pesawat," kata polisi.
Perkelahian di Pesawat Jetstar
Berita tersebut muncul tak lama setelah video viral memperlihatkan dua pria berkelahi dalam penerbangan dari Melbourne ke Bali. Tidak diketahui kapan insiden itu terjadi, tetapi Jetstar sedang menyelidiki dan memuji krunya atas cara mereka menangani situasi tersebut.
Dalam klip yang dibagikan di Instagram dan Reddit, dua pria terekam saling berteriak dengan salah satunya terdengar berkata, "Salah satu dari kita akan mati … lihat saja."
Pria yang duduk di kursi lorong menuduh pria bertopi hitam 'mabuk'. Hal itu mendorong pria bertopi hitam itu untuk bangkit dan melompat ke arah penumpang, mencoba meraih pria yang duduk di kursi lorong.
"Wah, sudah cukup," seorang wanita terdengar berkata saat dia dan yang lainnya mencoba memisahkan kedua pria itu.
Seorang penumpang yang diyakini sebagai teman pria bertopi itu terlihat menarik kemeja temannya dan memaksanya duduk kembali. Lima awak kabin kemudian mendekati lorong yang mengganggu itu saat mereka tampak mencoba memahami apa yang menyebabkan pertengkaran itu.
Pesawat Jetstar Putar Balik ke Bali
Kabar tersebut muncul hampir berbarengan dengan informati tentang penerbangan Jetstar menuju Melbourne dari Bali pada Senin malam, 31 Maret 2025, yang terpaksa putar balik ke landasan pacu Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar. Insiden itu terjadi karena seorang penumpang mencoba membuka pintu darurat.
Mengutip news.com.au, Selasa, 1 April 2025, penerbangan JQ-34 yang mengangkut lebih dari 200 penumpang itu awalnya meninggalkan bandara di Bali sekitar pukul 20.40 WITA. Ketika berada di ketinggian 33 ribu kaki, sekitar dua jam setelah lepas landas, seorang wanita nekat menarik pintu darurat pesawat.
Seorang bintang reality show Australia, Brooke Jowett ternyata turut berada di dalam pesawat. Dalam sebuah Instagram Story, alumni Survivor All Star itu mengatakan bahwa dia kembali ke hotel sekitar pukul 1 pagi setelah 'malam yang menyenang dan ketakutan kami di pesawat'.
Dalam unggahan lain, ia menyebut 260 penumpang terpaksa kembali ke Bali gara-gara satu penumpang perempuan yang 'bodoh'. "Ternyata alasan di bali keinginan wanita itu untuk membuka pintu darurat adalah karena dia ingin duduk di barisan yang berbeda dan memiliki kursi yang bisa direbahkan," kata Jowett.
"Jadi, dia memutuskan untuk mencoba membuka pintu, yang tampaknya memicu sesuatu yang berhubungan dengan seluncuran darurat dan ya, itu adalah kepanikan yang besar, sangat menakutkan, tetapi kami baik-baik saja," sambungnya.
260 Penumpang Jetstar Terdampak
Brooke mengatakan wanita itu sempat berdebat dengan awak kabin tentang kursinya. Saat permintaannya tak terpenuhi, perempuan itu melampiaskan emosi dengan mencoba membuka pintu darurat untuk turun dari pesawat.
Jowett melanjutkan bahwa sebelum perempuan itu berhasil membuka pintu darurat, seorang pria yang duduk di depannya menarik perempuan itu menjauh dari pintu.
"Dia ternyata seorang polisi yang tidak bertugas, jadi dia menyelamatkan hari. Syukurlah untuk itu," ujarnya. "Tapi ya, tidak tahu apa yang akan terjadi kalau tidak. Saya tahu ada beberapa tindakan keamanan, tapi itu tidak menyenangkan," imbuhnya.
Penumpang Jetstar lainnya menggambarkan pengalaman itu sebagai mimpi buruk. "Benar-benar mimpi buruk. Harus berbalik arah dan mendarat kembali di Bali agar dia ditangkap. 260 penumpang yang marah dan ketakutan. Polisi mengantarnya keluar pesawat," kata penumpang itu.
Ia juga sempat merekam suara kapten pesawat saat mengumumkan bahwa penerbangan mereka harus kembali ke Bali. "Seorang wanita di bagian belakang pesawat mencoba membuka pintu secara fisik, dia mengangkat gagangnya. Kami mendapat peringatan pintu ... tindakan paling aman adalah kembali ke sini," kata kapten, menurut rekaman.
Sang kapten kemudian mengontak pihak maskapai untuk mengambil keputusan terbaik, yakni dengan putar balik. "Terima kasih atas kerja samanya, kami melakukan yang terbaik untuk situasi yang tidak menyenangkan ini," katanya.