Liputan6.com, Jakarta - Brand kecantikan Indonesia, Y.O.U Beauty, jadi merek terbaru yang memutuskan kerja sama dengan Kim Soo Hyun menyusul skandal dugaan grooming terhadap mendiang Kim Sae Ron. Keputusan ini diumumkan jenama tersebut setelah si aktor Korea nangis-nangis membela dirinya dari berbagai macam tuduhan dalam jumpa pers, Senin, 31 Maret 2025.
Melalui unggahan Instagram-nya, Selasa, 1 April 2025, beauty brand itu menulis, "Setelah mempertimbangkan dengan matang, kami memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Kim Soo-hyun. Selain itu, sesuai banyaknya permintaan dari YOUniquers, kami telah menghapus secara bertahap semua materi terkait Kim Soo-hyun dan akan mengambil langkah hukum jika diperlukan."
"Y.O.U selalu berkomitmen mendukung setiap YOUniquer, dengan mengutamakan kesejahteraan dan kepentingan semua wanita. Kami ingin mendorong setiap wanita agar percaya diri dan menjalani hidup yang penuh semangat, sesuai dengan nilai-nilai yang kami junjung."
"Oleh karena itu, kami tidak mentoleransi tindakan apapun yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut. Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan kalian terhadap Y.O.U. 💜," tandasnya.
Karena skandalnya, aktor Korea berusia 37 tahun itu telah kehilangan belasan kontrak kerja sama yang semula dijalaninya. Ini termasuk dengan Prada dan Jo Malone. Pada Jumat, 14 Maret 2025, Prada merilis pernyataan terkait Soo Hyun yang semula merupakan duta merek mereka.
Rumah mode mewah itu sebelumnya mengumumkan Kim Soo Hyun sebagai brand ambassador mereka pada Januari 2025. "(Kami) putuskan untuk mengakhiri kolaborasi antara Prada dan Kim Soo Hyun," ujar brand itu dalam pernyataan singkatnya, melansir WWD.
Kehilangan Kontrak Iklan
Kendati demikian, tidak ada penjelasan kenapa Prada memutuskan mengambil langkah tersebut. Kim Soo Hyun sebelumnya sempat menghadiri peragaan busana pria ready-to-wear Prada di Milan Fashion Week, awal tahun ini.
Beberapa hari kemudian, giliran merek parfum mahal Jo Malone yang mengakhiri kerja sama dengan Soo Hyun, lapor Daily Dimsum HK. Jo Malone, yang sebelumnya telah menunjuk si aktor sebagai duta mereknya untuk Asia, mengonfirmasi keputusannya mengakhiri kerja sama tersebut karena situasi yang semakin memanas.
Seperti yang dilaporkan, merek tersebut awalnya berencana membiarkan kontrak berakhir bulan ini, tapi memilih untuk tidak memperbaruinya mengingat reaksi keras terhadap Soo Hyun. Kini, Gold Medalist, agensi yang menaungi Soo Hyun, dilaporkan tengah menghadapi krisis keuangan terburuk sejak didirikan, menurut allkpop.
Seorang sumber internal mengonfirmasi bahwa dana perusahaan hampir habis. Situasinya tampak begitu buruk sehingga agensi tersebut baru-baru ini menangguhkan kontraknya dengan layanan kebersihan eksternal, yang semakin memicu spekulasi bahwa perusahaan tersebut berada di ambang kebangkrutan.
Agensi Terancam Bangkrut
Orang dalam industri percaya bahwa konferensi pers emosional Kim Soo Hyun pada Senin, 31 Maret 2025, tidak hanya merupakan sanggahan terhadap kontroversi baru-baru ini, tapi juga tindakan putus asa untuk menyelamatkan agensinya dari kehancuran yang akan segera terjadi.
Para pengamat berpendapat bahwa penampilan aktor yang berlinang air mata mencerminkan urgensi yang berkembang dalam Gold Medalist, yang mana penundaan lebih lanjut dapat berarti penutupan total perusahaan.
Seorang pakar M&A yang memahami situasi tersebut berkomentar, "Dulu Gold Medalist memiliki surplus 2 hingga 3 miliar won (sekitar Rp23 miliar sampai Rp34,2 miliar) di rekening perusahaan, tapi sekarang tidak lagi. Lebih dari 20 dukungan Kim Soo Hyun telah ditarik."
"Meski beberapa pengiklan menuntut denda, pengembalian dana sebagian untuk biaya model prabayar, pembatalan acara terjadwal, dan kenaikan biaya tetap telah sangat menguras keuangan perusahaan," imbuhnya. Walau perusahaan belum mengonfirmasinya secara resmi, rumor menunjukkan Gold Medalist secara aktif mencari investasi luar.
Gugatan Ganti Rugi
Sebuah sumber industri keuangan mengungkap, "Perusahaan dilaporkan perlu mengamankan sekitar 6 miliar won (sekitar Rp68 miliar) sebelum konferensi pers. Saya juga mendengar mereka telah menghentikan layanan dari perusahaan pembersihan yang dialihdayakan. Jika itu benar, restrukturisasi di antara staf mungkin jadi langkah berikutnya."
Selama jumpa pers, Kim Soo Hyun menangis berulang kali, mengatakan, "Saya tidak bisa mengakui sesuatu yang tidak saya lakukan. Saya tidak bisa lagi berdiam diri sementara keluarga dan staf perusahaan saya menderita karena saya."
Ia juga mengajukan gugatan ganti rugi sebesar 12 miliar won (sekitar Rp137 miliar) terhadap keluarga mendiang Kim Sae Ron, seorang bibi yang tidak disebutkan namanya, dan operator Garosero Research Institute. Pakar hukum mencatat, tindakan hukum yang agresif ini mencerminkan kurangnya pilihan lain yang layak untuk penyelesaian.
Masalah utama dalam pertempuran hukum yang akan datang adalah apakah Gold Medalist dan Soo Hyun dapat secara meyakinkan menetapkan hubungan sebab akibat langsung antara kerugian finansial mereka dan tindakan ketiga terdakwa.