Liputan6.com, Jakarta - Merefleksikan kemurahan hati untuk berbagai pada sesama, seorang ibu bagi-bagi Tunjangan hari Raya (THR) Lebaran untuk orang asing di lampu merah. Rekaman momen yang kemudian jadi viral itu diduga direkam di Malaysia.
Merujuk video yang dibagikan akun TikTok @dausfalken_, Senin, 31 Maret 2025, seorang ibu terekam menurunkan kaca mobilnya untuk memberikan amplop Idul Fitri untuk anak-anak di mobil sebelahnya. "Rezeki duit anak raya," bunyi keterangan unggahan tersebut.
Pria di mobil seberang tersebut awalnya tampak bingung, namun akhirnya menerima pemberian tersebut. Membalas kebaikan itu, mereka memberi THR Lebaran sejumlah anak di dalam mobil yang memulai insiatif tersebut.
Warganet memuji aksi tersebut, mengaku hati mereka ikut teduh melihat interaksi tersebut. "Kebaikan Raya yang tidak diduga-duga. Senang sekali melihat wajah mobil di sebelah yang awalnya bingung langsung berubah jadi senyum," kata seorang warganet.
Warganet lain bercanda, "Drive thru Raya." "Bagus dia ada common sense. sama sama memberi 🫶🏻," timpal yang lain, yang kemudian dibalas si pemilik akun, "Alhamdulillah rezeki anak2 juga😊." "Orang berbudi kita berbahasa, orang memberi kita merasa," puji pengguna berbeda.
Tradisi memberikan THR Lebaran untuk anak-anak sudah berlangsung begitu lama dan merupakan praktik lintas negara. Melansir Doha News, Selasa, 1 April 2025, kebiasaan ini diyakini sudah ada sejak abad pertengahan ketika para Khalifah Fatimiyah biasa membagikan uang, permen, atau pakaian pada warga muda dan tua pada hari pertama Idul Fitri.
Perkembangan Tradisi
Pada akhir periode Ottoman, tradisi itu berkembang jadi memberikan hadiah uang tunaipada anak-anak oleh orangtua dan kerabat lebih tua. Namun, tindakan memberi bahkan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad yang dikenal suka memberi hadiah selama Idul Fitri.
Dalam sebuah hadis Islam yang diriwayatkan Aisyah, Nabi bersabda, "Bertukar hadiah satu sama lain, karena hal itu menghilangkan perasaan tidak enak dari hati."
Meski tidak universal, tradisi ini menonjol di banyak budaya umat Muslim di seluruh dunia. Banyak keluarga juga menggunakannya sebagai "hadiah" bagi anak-anak yang berhasil menuntaskan puasa Ramadan selama sebulan. Yang lain memberikannya sebagai tanda cinta dan penghargaan pada anggota keluarga muda selama musim perayaan.
Namun, ada yang melakukannya lebih jauh, dengan menggunakan Eidiyah sebagai pelajaran keuangan bagi anak-anak di zaman modern. "Saya selalu menjelaskan pada anak-anak saya tentang nilai uang dan apa artinya menabung dan membelanjakan uang," kata ibu tiga anak Al Anoud pada Doha News.
Literasi Keuangan bagi Anak
Al Anoud menyambung, "Saya merasa Eidiyah adalah cara yang tepat bagi saya untuk mengajari anak-anak saya cara menabung dan merasa bertanggung jawab atas uang tersebut, sekaligus membuat mereka tersenyum."
"Kadang saya bertanya apakah mereka ingin saya menabung untuk mereka, dan kadang saya meminta mereka membuat daftar hal-hal yang menurut mereka layak untuk dibelanjakan dengan uang tersebut. Dengan cara ini, mereka belajar cara menggunakannya dan cara menabung untuk hal-hal yang mereka inginkan," imbuhnya.
"Saya juga menjelaskan Zakat pada mereka saat mereka bertambah dewasa sehingga mereka dapat belajar bersimpati," kata dia. Meski hal ini sebagian besar terbatas pada anak-anak, tradisi amplop Lebaran kini meluas ke anggota keluarga perempuan, termasuk saudara perempuan, ibu, istri, bahkan saudara ipar perempuan.
Menyambung itu, kanal Bisnis Liputan6.com merangkum beberapa tips bijak dalam mengelola THR anak dari laman Kementerian Keuangan, Senin, 31 Maret 2025. Pertama, kenalkan konsep uang sejak dini.
Anak-anak berusia empat tahun ke atas sudah mulai memahami konsep uang. Orangtua bisa mengenalkan empat aspek utama keuangan, yaitu pemasukan, pengeluaran, menabung, dan berbagi.
Kelola THR Anak
Selain itu, ajarkan anak-anak mengenali berbagai bentuk pecahan uang, serta nilai yang terkandung di dalamnya. Memberikan pemahaman tentang pengelolaan keuangan secara bertahap akan membantu anak membangun kebiasaan finansial yang baik.
Momen THR juga bisa jadi kesempatan yang tepat untuk membuka rekening tabungan anak. Dengan memiliki tabungan, anak bisa belajar menyisihkan uang dan memahami pentingnya menabung untuk masa depan.
Selain itu, tabungan ini juga bisa membantu orangtua dalam memenuhi kebutuhan mendesak anak di kemudian hari. Saat ini, banyak bank yang menawarkan rekening khusus anak dengan biaya administrasi yang rendah, sehingga lebih ramah untuk pemula.
Membuat anak lebih bertanggung jawab atas uang yang mereka miliki, ajak mereka berdiskusi dalam mengambil keputusan keuangan. Bantu mereka menentukan berapa persen yang sebaiknya ditabung, dibelanjakan, atau didonasikan.
Saat akan membeli sesuatu, ajak anak memilih sendiri barang yang ingin mereka beli dan biarkan mereka membayarnya sendiri. Pengalaman ini akan mengajarkan mereka konsekuensi dari setiap keputusan keuangan yang diambil.