Seluruh Toko Roti di Gaza Tutup di Tengah Serangan Brutal Israel, Stok Makanan Bakal Habis dalam 2 Minggu

22 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Seluruh toko roti di Gaza tutup karena kekurangan bahan bakar dan tepung yang parah akibat blokade bantuan kemanusiaan Israel selama hampir sebulan, menurut otoritas setempat. Ini terjadi saat Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan bahwa stok makanan di wilayah kantong itu akan habis dalam dua minggu

"Pendudukan telah memaksa semua toko roti tutup sepenuhnya, memperburuk krisis kelaparan yang mengancam nyawa warga sipil yang tidak bersalah, khususnya anak-anak, pasien, dan orang tua," kata Kantor Media Pemerintah yang dikendalikan Hamas, lapor CNN, dikutip Rabu (2/4/2025).

Penutupan tersebut kemungkinan akan mempercepat penyebaran kelaparan di Gaza, kata Kepala Asosiasi Pemilik Toko Roti setempat, Abdel Nasser Al-Ajrami, pada Kantor Berita Palestina Safa. WFP PBB mengatakan bahwa 25 toko roti mereka di daerah kantong itu telah tutup, dengan alasan kekurangan tepung dan bahan bakar.

"Penyediaan makanan hangat terus berlanjut, tapi persediaan akan bertahan selama dua minggu. WFP akan mendistribusikan paket makanan terakhirnya dalam dua hari ke depan," kata Abeer Etefa, petugas komunikasi WFP untuk Timur Tengah, Afrika Utara, dan Eropa Timur.

Penutupan tersebut telah memberi dampak mengerikan bagi warga Palestina, dengan seorang pria mengatakan pada CNN bahwa anak-anaknya merasa mual dan kelelahan karena kekurangan makanan. "Saya mendatangi setiap toko roti," kata Abdul Rahman Fattayeh.

"Setiap kali kami bertanya, mereka mengatakan tidak ada tepung karena penutupan tempat penyeberangan. Israel mengendalikan tempat penyeberangan. Kami tidak tahu harus ke mana," imbuhnya. Ibrahim al-Kurd, warga Palestina lainnya, mengatakan bahwa situasinya "sangat sulit, tidak dapat dijelaskan."

Promosi 1

3 Minggu Tanpa Bantuan Kemanusiaan

Al-Kurd berkata, "Saya memiliki 40 anggota keluarga, dan saya telah mencari roti untuk mereka sejak pukul 8 pagi, berkeliling ke semua toko roti di Deir al-Balah. Tidak ada yang buka. Tidak ada tepung, tidak ada kayu bakar, tidak ada apa-apa. Bahkan tidak ada air. Ini mengerikan."

Pemerintah Israel menghentikan pasokan makanan dan bantuan kemanusiaan lainnya ke Gaza pada awal Maret 2025. Ini diklaim dilakukan dalam upaya menekan Hamas agar membebaskan lebih banyak sandera dan memberlakukan persyaratan baru untuk perpanjangan gencatan senjata.

Tidak ada bantuan yang masuk ke daerah kantong itu selama lebih dari tiga minggu. Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan bahwa ini adalah periode terlama Gaza tanpa pasokan sejak serangan Israel dimulai.

"Selama gencatan senjata, 500–600 truk tiba setiap hari. Sekarang, tidak ada apa-apa," kata Philippe Lazzarini, Komisaris Jenderal UNRWA, minggu lalu.

Menggambarkan blokade terbaru sebagai krisis kemanusiaan terburuk sejak perang dimulai, Amjad Al-Shawa, direktur Jaringan Organisasi Non-Pemerintah Palestina, memperingatkan penutupan toko roti akan berdampak pada "ratusan ribu orang" yang bergantung pada mereka untuk mendapat makanan.

Kecaman untuk Israel

"Hari-hari mendatang akan sangat kritis bagi kehidupan dan kesehatan warga Palestina di Gaza, terutama anak-anak, wanita, dan orang tua," kata Al-Shawa, seraya mendesak masyarakat internasional menekan Israel agar membuka kembali penyeberangan.

Kantor Media Pemerintah Gaza telah mengecam keputusan Israel melarang bantuan kemanusiaan dan bahan bakar memasuki daerah kantong itu, yang telah memaksa semua toko rotinya tutup dan memperparah krisis kelaparan, Anadolu Agency melaporkan.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, 1 April 2025, kantor itu menuduh Israel melakukan "kejahatan baru" terhadap 2,4 juta penduduk Gaza dengan menutup semua sumber tepung, bantuan, dan bahan bakar selama sebulan.

"Hal ini telah menyebabkan penutupan total semua toko roti, memperparah kelaparan yang mengancam nyawa warga sipil," katanya, dengan menganggap Israel dan AS "sepenuhnya bertanggung jawab atas kejahatan keji ini."

Kantor itu meminta PBB, komunitas internasional, dan kelompok hak asasi manusia untuk segera campur tangan. Hamas juga mengecam penutupan semua toko roti di Gaza karena habisnya persediaan tepung, menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya dari kampanye genosida Israel.

Israel Malah Tingkatkan Serangan

Kantor itu menekankan bahwa Gaza telah dilanda kelaparan, yang menandai salah satu bencana kemanusiaan terburuk dalam sejarah modern. Di sisi lain, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berjanji meningkatkan serangan pihaknya di Gaza dan melaksanakan rencana Presiden AS Donald Trump untuk menggusur warga Palestina.

Pasukan Israel memulai kampanye udara mendadak di Gaza pada 18 Maret 2025 dan telah menewaskan lebih dari seribu orang dan melukai lebih dari dua ribu orang, menghancurkan gencatan senjata Januari dan perjanjian pertukaran sandera  antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina Hamas.

Hampir 50.400 warga Palestina meninggal dunia di Gaza dalam serangan militer Israel sejak Oktober 2023, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak. Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan November lalu untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Pengadilan Internasional atas serangan intensnya di daerah kantong tersebut.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |