6 Sumber Paparan Timbal di Sekitar Rumah yang Diam-Diam Menurunkan IQ Anak

3 days ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Timbal (plumbum/Pb) adalah elemen kimia berwarna abu-abu kebiruan yang banyak ditemukan di alam. Pajanan timbal pada anak dapat memicu berbagai masalah kesehatan termasuk gangguan pertumbuhan hingga penurunan poin IQ.  

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan bahwa setidaknya ada enam sumber paparan timbal di lingkungan sekitar bahkan di rumah, yakni:  

  1. Daur ulang aki bekas, 63 persen dari 80-85 lokasi di Pulau Jawa dan Sumatera terkontaminasi timbal  
  2. Sebanyak 73 persen cat di Indonesia mengandung timbal  
  3. Sebanyak 33 persen sampel kosmetik di Indonesia mengandung timbal  
  4. Sebanyak 10 persen mainan plastik dan kayu di Surabaya, Medan, dan Makassar mengandung timbal  
  5. Timbal dapat lepas dari peralatan masak berbahan logam  
  6. Partikel timbal dari aktivitas peleburan logam atau aki bekas juga bisa menyebarkan timbal di udara, air, dan tanah.  

"Paparan timbal memang umum ditemukan di berbagai produk rumah tangga yang biasa digunakan sehari-hari. Kalau di mainan itu umumnya pada cat pelapisnya, rekomendasinya disarankan untuk menggunakan produk-produk berlisensi SNI (Standar Nasional Indonesia)," kata Epidemiolog Vital Strategies, Edwin Siswono, kepada Health Liputan6.com dalam diseminasi Hasil Surveilans Kadar Timbal Darah (SKTD) di Jakarta, Rabu (21/1/2026).   

Anak yang Tinggal di Rumah dengan Cat Terkelupas Lebih Berisiko  

Hasil Surveilans SKTD juga menunjukkan, anak yang tinggal di rumah dengan cat terkelupas 61 persen lebih berisiko memiliki kadar timbal darah yang tinggi ketimbang anak lainnya.  

Hasil SKTD menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 7 anak Indonesia memiliki kadar timbal darah di atas 5 mikrogram/desiliter (µg/dL), yaitu ambang batas yang ditetapkan Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk intervensi klinis dan lingkungan.   

Temuan juga menunjukkan bahwa anak yang tinggal di rumah dengan cat terkelupas berisiko 61 persen lebih tinggi memiliki kadar timbal darah 25 µg/dL.  

Para anak juga disebut lebih berisiko lantaran mereka kerap memasukkan mainan ke dalam mulut. Di sisi lain, tubuh anak juga menyerap timbal empat hingga lima kali lebih banyak dibanding orang dewasa.   

Sumber Paparan Timbal Lainnya  

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Yayasan Pure Earth Indonesia, Budi Susilorini menyampaikan bahwa timbal pada anak juga bisa terpajan lewat orang tua.  

Misalnya, orang tua bekerja di tempat yang berkaitan dengan timbal datang ke rumah dan langsung bercengkrama dengan anak. Dijelaskan bahwa timbal ada di aki bekas, orang tua yang kerja di bengkel berisiko membawa timbal hingga sampai ke anak.  

Di sisi lain, penggunaan alat masak berbahan logam juga memicu kontaminasi timbal pada makanan.  

"Alat masak itu ada yang tidak 100 persen dari alumunium, ada yang bahannya dicampur besi," kata Budi.  

Di sisi lain, beberapa kosmetik yang digunakan orang tua juga kerap mengandung timbal. Kosmetik yang dimainkan dan dipakai anak juga bisa membuat anak terpapar timbal.  

"Penggunaan bedak/kosmetik berhubungan dengan kadar timbal darah 7-10 persen lebih tinggi pada anak."  

Sebaliknya, akses terhadap pendidikan yang lebih tinggi dan tingkat pendapatan yang lebih baik menunjukkan kadar timbal darah anak yang lebih rendah. Hal ini menegaskan pentingnya kebijakan yang berfokus pada keadilan (equity) untuk melindungi seluruh anak dari paparan timbal.  

Bahaya Timbal bagi Kesehatan  

Paparan timbal tak boleh dianggap sepele, pajanan timbal ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan seperti anemia, gangguan ginjal, hipertensi, dan gangguan imun.  

Pajanan timbal juga dapat memicu risiko terkait kehamilan seperti keguguran, prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR).  Diikuti pula dengan risiko gangguan otak dan saraf, menurunkan IQ, hiperaktivitas, agresivitas, kejang, koma (pada kasus yang parah).

Anak juga berisiko mengalami keterlambatan tumbuh kembang, gangguan fisik, gangguan pendengaran dan keterlambatan bicara.  

Tips Hindari Paparan Timbal  

Guna menghindari paparan timbal, ada beberapa tips yang bisa dilakukan, yakni:  

  • Bersihkan rumah dengan kain basah secara rutin  
  • Mencuci tangan sebelum makan  
  • Ganti pakaian setelah bekerja  
  • Buka alas kaki sebelum masuk rumah  
  • Konsumsi makanan kaya kalsium, zat besi, vitamin C  
  • Gunakan produk dengan standar pemerintah seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Standar Nasional Indonesia (SNI)  
  • Periksa anak secara rutin ke posyandu.
Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |