6 Penyebab Pusar Sering Gatal dan Cara Mengatasi agar Tak Garuk-Garuk Terus

1 day ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Pada dasarnya, pusar gatal cukup umum terjadi dan sebagian besar penyebabnya tidak berbahaya. Namun, karena letaknya yang jarang diperhatikan, masalah di area ini kerap terabaikan.

Bahkan, sebagian orang mengeluhkan pusar terasa gatal dan berbau saat digaruk, yang umumnya disebabkan oleh penumpukan kotoran dan kelembapan.

Kabar baiknya, sebagian besar kondisi yang memicu gatal di pusar dapat diatasi dengan perawatan mandiri. Meski begitu, ibu hamil disarankan lebih waspada. Gatal di area pusar saat kehamilan bisa dipicu peregangan kulit, tetapi juga dapat berkaitan dengan kondisi tertentu yang memerlukan pemeriksaan dokter.

Enam penyebab paling sering terjadi yang membuat pusar terasa gatal, beserta cara menanganinya dilansir dari Everyday Health pada Sabtu, 10 Januari 2025

1. Dermatitis Kontak akibat Alergi

Penyebab paling sering dari pusar gatal adalah dermatitis kontak, yakni reaksi kulit terhadap zat iritan atau alergen. Sabun, deterjen, hingga bahan logam seperti nikel kerap menjadi pemicunya.

Dokter kulit menyebutkan, kancing celana berbahan nikel sering menimbulkan ruam berbentuk bulat tepat di area pusar. Untuk mengatasinya, hindari pemicu dan gunakan krim antigatal atau antihistamin yang dijual bebas.

2. Eksim dan Dermatitis Atopik

Eksim merupakan kondisi kulit kronis yang ditandai dengan kemerahan, gatal, dan peradangan. Area pusar rentan mengalami eksim karena sering bergesekan dengan pakaian.

Penggunaan pakaian berbahan lembut, sabun tanpa pewangi, serta menjaga kelembapan kulit dapat membantu meredakan gejala. Bila keluhan memburuk, dokter biasanya akan meresepkan krim kortikosteroid ringan.

3. Gigitan Serangga

Benjolan kecil kemerahan yang terasa sangat gatal di pusar bisa disebabkan oleh gigitan nyamuk atau serangga lain. Meski umumnya ringan, pada sebagian orang dapat memicu reaksi alergi.

Bersihkan area tersebut dengan sabun dan air, lalu gunakan kompres dingin atau krim antihistamin untuk meredakan gatal dan bengkak.

4. Infeksi Jamur

Pusar merupakan area yang hangat dan lembap, kondisi ideal bagi pertumbuhan jamur Candida. Infeksi jamur biasanya ditandai dengan ruam merah cerah, rasa gatal hebat, dan terkadang disertai cairan putih.

Infeksi yang sering kambuh bisa menandakan masalah kesehatan lain, seperti kadar gula darah tinggi. Penanganannya memerlukan krim antijamur yang diresepkan dokter, serta menjaga area pusar tetap bersih dan kering.

5. Intertrigo atau Iritasi Lipatan Kulit

Intertrigo terjadi akibat gesekan, panas, dan kelembapan pada lipatan kulit, termasuk pusar. Kondisi ini menyebabkan rasa perih dan gatal, dan bisa berkembang menjadi infeksi jika tidak ditangani.

Mengeringkan pusar dengan baik setelah mandi atau berkeringat, serta menggunakan krim pelindung kulit seperti zinc oxide, dapat membantu mencegah kondisi ini.

6. Kista di Area Pusar

Kista adalah benjolan jinak di bawah kulit yang dapat muncul di pusar. Umumnya tidak berbahaya, namun jika terinfeksi dapat menimbulkan nyeri dan cairan berbau tidak sedap.

Dokter mengingatkan agar tidak memencet kista sendiri. Benjolan di pusar sebaiknya diperiksa tenaga medis untuk memastikan bukan kondisi lain, seperti hernia umbilikalis.

Cara Menangani Pusar Gatal

Pusar gatal biasanya bisa mereda dalam beberapa hari dengan menjaga kebersihan dan kekeringan area tersebut. Namun, segera konsultasikan ke dokter jika gatal berlangsung lebih dari dua minggu, mengganggu aktivitas, atau menyebar ke bagian tubuh lain.

Waspadai pula bila gatal disertai demam, luka terbuka, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, atau ruam yang menyebar dengan cepat. Deteksi dan penanganan sejak dini penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Sebagai langkah pencegahan, membersihkan pusar secara rutin dan memastikan area tetap kering merupakan cara sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan kulit.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |