5 Teknik Mengatasi Stres Saat Macet yang Terbukti Secara Ilmiah

5 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Kemacetan lalu lintas masih menjadi pemicu stres harian bagi banyak orang, terutama di kota besar. Tanpa disadari, macet bukan hanya mengganggu emosi tapi juga berdampak pada tubuh secara biologis. Mulai dari peningkatan detak jantung hingga lonjakan hormon stres.

Kabar baiknya, ada sejumlah cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres saat macet. Menariknya, teknik-teknik ini bukan sekadar tips biasa, melainkan sudah didukung penelitian ilmiah terbaru.

Peneliti sekaligus Pendiri dan Ketua Health Collaborative Centre (HCC) Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH menjelaskan bahwa respons stres saat macet sebenarnya berkaitan erat dengan sistem saraf tubuh.

"Stres di jalan bukan hanya perasaan, tapi reaksi biologis. Hormon stres meningkat, otak menjadi lebih waspada, dan energi cepat terkuras. Tanpa disadari, seseorang bisa sudah lelah bahkan sebelum hari kerja dimulai," ujar Ray dikutip Health Liputan6.com dari unggahan di akun Instagram, @hcc.indonesia pada Selasa, 7 April 2026.

Berikut 5 teknik mengatasi stres saat macet yang terbukti secara ilmiah dari penelitian terbaru di Mental Health BMJ Journal pada 2025:

1. Teknik Napas 4–6 untuk Menenangkan Sistem Saraf

Teknik pernapasan sederhana ini bisa membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatik, yaitu bagian tubuh yang bertanggung jawab untuk relaksasi. Caranya, tarik napas selama 4 detik, lalu hembuskan selama 6 detik, dan ulangi 10–15 kali.

Menurut penelitian, metode ini efektif menurunkan detak jantung dan hormon stres dalam waktu singkat, bahkan efeknya bisa terasa dalam 1–3 menit.

2. Label Emosi untuk Menenangkan Otak

Saat emosi mulai memuncak, cobalah menyebutkan perasaan yang dirasakan, seperti “saya sedang kesal” atau “saya sedang tegang”. Teknik ini dikenal sebagai affect labeling.

"Menyadari dan memberi label pada emosi bisa membantu menurunkan aktivitas amigdala, yaitu pusat stres di otak," tambah Ray.

Meski terdengar sederhana, cara ini terbukti efektif meredakan ketegangan secara cepat.

3. Micro-Mindfulness untuk Redakan Kecemasan

Tidak perlu meditasi lama, cukup lakukan micro-mindfulness selama 30–60 detik. Fokuskan perhatian pada hal-hal sederhana seperti tangan di setir, napas, atau suara di sekitar.

Teknik ini terbukti mampu menurunkan kecemasan akut dan membantu pikiran menjadi lebih stabil, bahkan dalam waktu singkat.

4. Ubah Pola Pikir dengan Reframing

Cara kita memaknai situasi sangat memengaruhi tingkat stres. Alih-alih berpikir 'macet bikin hari hancur', ubah menjadi 'ini waktu jeda sebelum memulai hari'.

Teknik ini dikenal sebagai cognitive reappraisal dan sering digunakan dalam terapi perilaku kognitif (CBT) untuk membantu mengurangi stres.

5. Audio Therapy untuk Mengatur Mood

Pilihan audio yang didengar saat macet juga berperan penting. Musik yang menenangkan atau podcast ringan bisa membantu menstabilkan suasana hati.

Sebaliknya, paparan berita negatif justru dapat memperburuk stres. Penelitian menunjukkan bahwa stimulus audio memiliki pengaruh langsung terhadap sistem saraf dan emosi.

"Ini bukan sekadar tips random. Semua teknik ini berbasis penelitian dan bekerja langsung pada sistem saraf kita," katanya.

Dengan menerapkan teknik sederhana ini, perjalanan di tengah kemacetan tidak lagi harus menjadi sumber stres. Sebaliknya, momen tersebut bisa dimanfaatkan sebagai waktu untuk menenangkan diri sebelum memulai aktivitas.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |