Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Ini Risiko dan Solusi Modernnya

5 days ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Varises sering dianggap sekadar gangguan penampilan karena pembuluh darah di kaki terlihat menonjol dan berkelok. Padahal, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah medis serius jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat.

Secara medis, varises terjadi akibat kerusakan katup vena yang membuat aliran darah dari kaki ke jantung tidak berjalan optimal. Kondisi ini dikenal sebagai Chronic Venous Insufficiency (CVI). Gejalanya bukan hanya soal tampilan, tapi juga rasa berat di kaki, nyeri, bengkak, kram pada malam hari, hingga perubahan warna kulit.

Pada tahap lebih lanjut, varises bahkan dapat menyebabkan luka kronis (ulkus) yang sulit sembuh serta meningkatkan risiko trombosis atau penyumbatan pembuluh darah.

Apakah Varises Bisa Sembuh Tanpa Operasi?

Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular, dr. Harsya Dwindaru Gunardi, Sp.B, Subsp. BVE(K) menekankan bahwa tidak semua kasus varises harus langsung ditangani dengan tindakan invasif.

"Terapi konservatif seperti perubahan gaya hidup, penggunaan stoking kompresi, serta edukasi pasien tetap menjadi fondasi utama dalam penanganan CVI," ujar Harsya.

Menurutnya, evaluasi menyeluruh sangat penting untuk menentukan tingkat keparahan dan risiko komplikasi. Deteksi dini menjadi kunci agar varises tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Kabar baiknya, perkembangan teknologi medis kini menghadirkan solusi modern untuk penanganan varises tanpa operasi besar. Salah satu metode yang semakin banyak digunakan adalah Endovenous Laser Ablation (EVLA).

Metode ini dilakukan dengan memasukkan serat laser ke dalam pembuluh darah yang bermasalah. Energi laser akan menutup vena tersebut secara permanen, sehingga aliran darah dialihkan ke pembuluh yang lebih sehat.

"EVLA merupakan terobosan besar dalam dunia bedah vaskular. Dengan bantuan laser, kita dapat menutup pembuluh darah yang bermasalah tanpa sayatan besar, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dalam waktu yang relatif singkat," kata dr. Charley Simanjuntak, B.Med.Sc., Sp.B, Subsp. BVE(K).

Dibandingkan metode konvensional, EVLA memiliki sejumlah keunggulan:

  1. Minimal invasif tanpa sayatan besar
  2. Nyeri lebih ringan dan tidak memerlukan pembiusan total
  3. Waktu tindakan singkat, sekitar 30–60 menit
  4. Tidak perlu rawat inapRisiko komplikasi lebih rendah
  5. Pasien bahkan dapat langsung berjalan dan beraktivitas ringan setelah tindakan.
Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |