Trik Goreng Ati Ampela Agar Tidak Meledak, Rahasia Dapur Aman dan Lezat

16 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Menggoreng ati ampela seringkali menjadi tantangan tersendiri di dapur, terutama bagi juru masak rumahan. Banyak yang menghadapi masalah percikan minyak panas yang meletup-letup, sebuah fenomena yang tidak hanya berisiko menyebabkan luka bakar tetapi juga membuat area dapur menjadi kotor. Oleh karena itu, diperlukan trik goreng ati ampela agar tidak meledak yang tepat, memastikan proses memasak berjalan aman dan menghasilkan hidangan yang lezat.

Fenomena letupan minyak saat menggoreng ati ampela umumnya disebabkan oleh kandungan air yang masih tersisa di dalam bahan makanan tersebut. Ketika air bertemu dengan minyak panas, air akan menguap dengan cepat dan menciptakan tekanan. Tekanan ini kemudian menyebabkan percikan minyak keluar dari wajan dengan tiba-tiba. Selain itu, tekstur ati ampela yang padat juga dapat memerangkap uap air di dalamnya, memperparah risiko letupan yang terjadi.

Memahami penyebab utama letupan ini adalah langkah awal untuk menguasai teknik penggorengan ati ampela yang aman dan efektif. Dengan menerapkan beberapa metode persiapan dan penggorengan yang benar, Anda dapat menikmati ati ampela goreng yang matang sempurna tanpa khawatir akan percikan minyak yang mengganggu. Artikel ini akan membahas secara detail lima trik jitu untuk mengatasi masalah tersebut.

1. Bersihkan dan Rebus dengan Bumbu Aromatik

Langkah pertama yang krusial untuk menghindari letupan minyak saat menggoreng ati ampela adalah memastikan bahan baku bersih dan terolah dengan baik sejak awal. Ati ampela harus dicuci di bawah air mengalir hingga benar-benar bersih dari kotoran dan lendir yang menempel. Bagian yang berlendir atau berwarna gelap perlu dibuang untuk memastikan kebersihan optimal dan mengurangi potensi bau amis.

Proses pembersihan ini juga mencakup pembuangan bagian empedu yang kecil dan berwarna hitam, karena jika pecah dapat menyebabkan rasa pahit pada ati ampela. Setelah dibersihkan, ati ampela sebaiknya direbus sebentar dengan tambahan bumbu aromatik. Perebusan ini dapat menggunakan air yang diberi daun salam, daun jeruk, jahe, serta sedikit garam selama 15 hingga 20 menit hingga ati ampela empuk dan matang.

Proses perebusan awal ini tidak hanya membantu mengurangi bau amis yang sering melekat pada jeroan, tetapi juga mengurangi kadar air di dalamnya, sehingga meminimalkan risiko letupan saat digoreng. Penting untuk membuang air rebusan pertama dan tidak menggunakannya kembali.

2. Keringkan Ati Ampela Secara Maksimal Sebelum Menggoreng

Kandungan air yang tersisa pada permukaan ati ampela merupakan penyebab utama letupan minyak saat proses penggorengan. Oleh karena itu, setelah melalui proses pencucian dan perebusan, ati ampela harus dikeringkan secara maksimal sebelum bersentuhan dengan minyak panas. Tingkat kekeringan yang optimal akan sangat berpengaruh pada keamanan saat menggoreng.

Untuk mengeringkan ati ampela, Anda dapat meniriskannya hingga air tidak menetes lagi, kemudian menempatkannya di atas tisu dapur atau kain bersih. Tekan-tekan perlahan dengan tisu dapur untuk menyerap sisa-sisa air yang masih menempel pada permukaan ati ampela. Memastikan ati ampela benar-benar kering, tidak beku atau berair, adalah kunci untuk mencegah percikan minyak yang berbahaya dan membuat proses memasak lebih nyaman.

3. Tusuk Permukaan Ati Ampela untuk Pelepasan Uap

Salah satu trik sederhana namun efektif untuk mencegah ati ampela meletup adalah dengan menusuk-nusuk permukaannya sebelum digoreng. Tindakan ini dapat dilakukan menggunakan garpu atau tusuk gigi pada beberapa bagian ati ampela. Penusukan ini tidak perlu terlalu dalam, cukup untuk menciptakan celah kecil pada permukaan.

Penusukan ini berfungsi untuk menciptakan celah kecil pada permukaan ati ampela, memungkinkan uap air yang terperangkap di dalamnya untuk keluar secara bertahap saat terkena panas minyak. Dengan demikian, tekanan uap di dalam ati ampela tidak akan menumpuk hingga menyebabkan letupan mendadak, membuat proses penggorengan menjadi lebih aman dan terkontrol. Trik ini membantu mengurangi risiko percikan minyak secara signifikan.

4. Manfaatkan Bahan Penstabil atau Lapisan Tepung

Beberapa metode dapat diterapkan untuk menstabilkan minyak atau melindungi ati ampela dari reaksi letupan. Salah satu cara adalah dengan menambahkan sedikit air perasan jeruk nipis atau percikan garam ke dalam minyak panas sebelum ati ampela dimasukkan. Jeruk nipis dipercaya membantu mengikat sisa air dan bau amis di minyak, serta mengurangi reaksi yang menyebabkan letupan. Garam juga dapat membantu menyerap kelembapan di permukaan.

Alternatif lain yang sering digunakan adalah membalur permukaan ati ampela dengan sedikit tepung terigu tipis-tipis. Fungsi tepung ini adalah untuk menyerap kelembapan sisa pada ati ampela dan menciptakan lapisan pelindung antara ati ampela dengan minyak panas.

Lapisan tepung ini dapat mengurangi letupan dan juga berkontribusi pada tekstur gorengan yang lebih renyah. Namun, perlu diperhatikan bahwa penggunaan tepung dapat membuat minyak cepat keruh dan kotor, sehingga mungkin perlu diganti jika menggoreng dalam jumlah banyak.

5. Atur Suhu Api dan Jumlah Minyak dengan Tepat

Pengaturan suhu api dan jumlah minyak yang digunakan saat menggoreng ati ampela memiliki peran penting dalam mencegah letupan dan memastikan kematangan yang merata. Disarankan untuk menggoreng ati ampela dengan api sedang. Penggunaan api yang terlalu besar dapat menyebabkan ati ampela cepat gosong di luar namun belum matang sempurna di dalam, serta dapat mengencangkan jaringan ikat pada ampela sehingga menjadi alot.

Selain itu, pastikan untuk menggunakan jumlah minyak yang cukup dalam wajan. Minyak yang terlalu sedikit dapat menyulitkan proses membalik ati ampela dan meningkatkan risiko letupan karena permukaan yang tidak terendam sempurna. Dengan minyak yang cukup, ati ampela dapat terendam dengan baik, memungkinkan proses penggorengan yang lebih stabil dan matang merata tanpa percikan minyak yang berlebihan, menghasilkan hidangan yang empuk dan lezat.

People Also Ask (Q&A)

1. Mengapa ati ampela sering meletup saat digoreng?

Ati ampela sering meletup saat digoreng karena kandungan air yang masih tersisa di dalamnya. Ketika air bertemu dengan minyak panas, air akan menguap dengan cepat dan menciptakan tekanan, yang menyebabkan percikan minyak.

2. Apakah ati ampela perlu direbus sebelum digoreng?

Ya, ati ampela sebaiknya direbus sebentar sebelum digoreng. Perebusan ini membantu mengurangi bau amis dan kotoran yang menempel, serta mengurangi kadar air di dalamnya, sehingga meminimalkan risiko letupan.

3. Bagaimana cara menghilangkan bau amis pada ati ampela?

Untuk menghilangkan bau amis, ati ampela dapat dicuci bersih dan direndam dalam air perasan jeruk nipis atau cuka selama 10-15 menit. Perebusan dengan bumbu aromatik seperti daun salam, daun jeruk, dan jahe juga sangat efektif.

4. Mengapa ati ampela bisa menjadi alot setelah dimasak?

Ati ampela bisa menjadi alot jika dimasak terlalu lama dengan api besar. Proses pemasakan yang berlebihan membuat seratnya mengencang, sehingga teksturnya menjadi keras. Menggunakan api sedang dan waktu masak yang tepat membantu menjaga teksturnya tetap empuk.

5. Bumbu apa yang cocok untuk marinasi ati ampela?

Bumbu marinasi yang cocok untuk ati ampela umumnya meliputi bawang merah, bawang putih, ketumbar, merica, jahe, dan kunyit. Marinasi selama 15-30 menit membantu bumbu meresap, memperkuat rasa, dan menjaga kelembutan ati ampela.

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |