Treadmill Tanpa Listrik, Intensitas Ditentukan oleh Langkah Pengguna

11 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Treadmill biasanya identik yang elektrik dengan layar besar dan fitur hiburan sehingga pengguna bisa latihan kardio dengan mudah. Namun, kini hadir treadmill tanpa listrik sehingga pengguana memberi kendali penuh atas intensitas dan ritem latihan.

Treadmill elektrik dirancang untuk kemudahan. Pengguna cukup menekan tombol dan mengikuti ritme mesin, sistem yang cocok untuk latihan steady-state dalam durasi panjang.

Sementara itu, curved treadmill atau treadmill melengkung non-motorized ini berbeda dengan treadmill elektrik, perangkat ini digerakkan sepenuhnya oleh langkah pengguna. Dengan latihan di atas curved treadmill maka pengguna bisa mengontrol gerakan seperti disampaikan Product Manager Monkefit, Tji Fung. 

“Kami melihat pengguna kini lebih fokus pada performa dan kontrol gerak. Curved treadmill memberikan pengalaman latihan yang lebih aktif karena intensitas sepenuhnya ditentukan oleh pengguna, bukan mesin,” ungkapnya.

Desain melengkung pada curved treadmill, kata Tji Fung, memungkinkan kecepatan diatur melalui posisi tubuh dan dorongan langkah.

Sementara itu, saat pengguna bergerak ke bagian depan kurva dan meningkatkan dorongan kaki, belt bergerak lebih cepat. Ketika posisi bergeser ke belakang, laju otomatis melambat. Respons terjadi secara real-time tanpa tombol percepatan maupun jeda mesin, sehingga pengalaman latihan berubah dari mengikuti mesin menjadi sepenuhnya mengendalikan mesin.

Curved treadmill hadir, kata Tji Fung,  seiring meningkatnya popularitas high-intensity interval training (HIIT), functional training, dan performance-based workout. Olahraga tersebut membuat pengguna mencari alat yang mampu merespons gerakan secara instan dan presisi.

Sejumlah pelatih kebugaran menilai treadmill non-motorized memberikan aktivasi otot lebih tinggi dibanding versi bermotor. Tanpa bantuan motor, pengguna harus mendorong belt secara aktif, sehingga meningkatkan keterlibatan posterior chain seperti glutes, hamstring, dan otot inti.

Dari sisi metabolik, beberapa praktisi mencatat pembakaran kalori pada sesi sprint atau interval dapat lebih tinggi dalam durasi yang sama. Selain itu, tanpa kebutuhan listrik, perangkat ini dinilai lebih efisien untuk operasional fasilitas komersial dengan frekuensi penggunaan tinggi.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |