Raditya Dika Pilih Ribet di Awal demi Terhindar dari Penyakit Ini Saat Tur Stand Up Comedy

7 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Komika sekaligus penulis, Raditya Dika, mengaku punya cara tersendiri untuk menjaga kesehatan di tengah padatnya jadwal tur stand up comedy. Dia memilih ribet di awal dengan mempersiapkan berbagai hal, termasuk vaksinasi, demi menghindari risiko penyakit yang bisa mengganggu pekerjaan.

Menurut Raditya Dika, langkah ini bukan tanpa alasan. Dia belajar dari pengalaman dan kondisi di lapangan, di mana risiko penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan tipes masih cukup tinggi.

"Kita siapin segala sesuatu dari awal. Jadi, sebelum tur itu biasanya memang vaksin full sih semuanya, termasuk DBD salah satunya. Lebih ke proteksi supaya pekerjaan lancar saja," ujar Raditya Dika usai menghadiri diskusi media SIAP Lawan Dengue Serukan Pentingnya Dunia Usaha Lindungi Karyawan dari Dengue belum lama ini.

Tak hanya dirinya, pria yang akrab disapa Radit ini juga memastikan keluarganya mendapatkan perlindungan yang sama. Suami Anissa Aziza ini bahkan mulai mempertimbangkan untuk menerapkan hal serupa di lingkungan kerja.

"Kalau di kantor sih belum, baru keluarga. Tapi karena ada acara ini sih kemungkinan rencana berikutnya," tambahnya.

Selain vaksinasi, Raditya Dika juga tetap menerapkan langkah pencegahan sederhana di lingkungan sekitar. Dia mengandalkan prinsip 3M seperti menguras, menutup, dan mendaur ulang sebagai upaya mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD.

"Ya 3M seperti biasanya sih. Selain itu paling pakai lotion, gitu-gitu saja," katanya.

Kesadaran terhadap pentingnya proteksi kesehatan ini muncul karena Raditya Dika menyadari ada dua penyakit yang paling dia khawatirkan, yakni tipes dan DBD.

Keduanya dinilai bisa berdampak besar terhadap produktivitas kerja. "Kalau saya sih yang saya siapin itu tipes sama DBD. Kalau sudah kena dua itu, kita kerja bisa tumbang, nggak bisa ngapa-ngapain," tambahnya.

Pengalaman pribadi juga memperkuat keputusannya untuk rutin vaksin. Dia pernah terkena tipes, tapi kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena sebelumnya sudah melakukan vaksinasi.

"Waktu itu kena tipes, tapi karena sudah vaksin dirawat cuma 3 hari. Kalau nggak vaksin bisa sampai 10 hari di rumah sakit, bahkan pemulihannya bisa sebulan," kata Raditya Dika.

Bagi Radit, kerugian akibat sakit bukan hanya soal kesehatan, tapi juga pekerjaan yang terpaksa tertunda. Oleh sebab itu, dia memilih melakukan pencegahan sejak awal dibanding harus menghadapi dampaknya di kemudian hari.

"Saya orangnya lebih baik ribet di awal daripada ribet di belakang," ujarnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |