Penelitian Unand Ungkap Manfaat Probiotik dari Dadih hingga Susu Kambing untuk Kesehatan

11 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Pemanfaatan probiotik dari bahan lokal seperti dadih hingga susu kambing kini semakin dilirik sebagai solusi kesehatan sekaligus penguatan ketahanan pangan. Hal ini diungkapkan oleh akademisi Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand), Prof. Sri Melia, yang meneliti potensi probiotik berbasis sumber daya lokal.

Menurut Sri, probiotik bukan sekadar tren, tapi memiliki manfaat nyata bagi tubuh, terutama dalam menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan sistem imun.

"Ketahanan pangan global dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan probiotik yang memberikan manfaat kesehatan seperti memperkuat imunitas, menjaga keseimbangan mikrobiota usus, dan mencegah penyakit," ujar Sri dikutip dari Antara.

Dalam penelitiannya, Sri mengidentifikasi sejumlah bahan lokal yang berpotensi menjadi sumber probiotik, di antaranya dadih, madu kelulut, pekasam, susu kerbau, susu sapi, hingga susu kambing. Bahan-bahan ini dinilai mudah diakses dan memiliki nilai gizi tinggi, sehingga berpotensi dikembangkan menjadi pangan fungsional.

Produk olahan hasil ternak, lanjutnya, menjadi media ideal untuk pengembangan probiotik. Namun, tantangan terbesar terletak pada menjaga kualitas dan viabilitas mikroorganisme tersebut agar tetap aktif hingga dikonsumsi.

Untuk mengatasi hal ini, para peneliti mengembangkan teknologi mikroenkapsulasi. Teknologi ini berfungsi melindungi probiotik dari kondisi ekstrem, seperti asam lambung dan garam empedu, sehingga manfaatnya tetap optimal.

"Pengembangan probiotik berbasis teknologi mikroenkapsulasi tidak hanya memberikan manfaat kesehatan bagi konsumen, tetapi juga mendukung sistem pangan yang inovatif dan berkelanjutan," tambahnya.

Tak hanya itu, aplikasi probiotik juga telah dikembangkan dalam berbagai produk pangan, seperti susu fermentasi dan es krim.

Produk-produk ini tidak hanya memenuhi standar jumlah koloni probiotik, tapi juga memberikan manfaat tambahan, seperti membantu menurunkan kolesterol, menjaga kesehatan usus, hingga berpotensi sebagai agen antibakteri.

Dalam konteks Indonesia, pengembangan probiotik dinilai sejalan dengan program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

Probiotik dapat menjadi solusi pangan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan jangka panjang bagi masyarakat.

"Pemanfaatan bahan lokal dan inovasi teknologi akan memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan," pungkasnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |