Misteri Banyak Nisan Baru di Area Sakral Makam Sunan Bonang

5 days ago 16

Liputan6.com, Jakarta Keberadaan Cagar Budaya Makam Sunan Bonang di Kabupaten Tuban tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, beredarnya video di media sosial yang menampilkan keberadaan makam-makam baru di ring satu kawasan sakral tersebut, dan langsung memicu kejadian di tengah masyarakat. Hal itu terlihat dari banyaknya nisan di sana.

"Saat ini di sekitar makam kanjeng sunan banyak makam-makam baru. Menurut informasi makam-makam tersebut merupakan makam para habib dan keluarga Ba'alawi," kutip akun sosial media TikTok Yusuf Smart, Minggu (24/8/2025).

Padahal, kawasan tersebut bukanlah kawasan sembarangan. Makam Sunan Bonang telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya peringkat nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sejak 22 Juni 2010. Artinya, situs ini memiliki nilai sejarah, budaya, sekaligus spiritual yang wajib dilindungi dan dilestarikan.

Kemunculan makam baru di kawasan Makam Sunan Bonang ini dinilai mengancam kelestarian situs sejarah yang menjadi bagian penting perjalanan Wali Songo dalam menyebarkan Islam di Nusantara.

Oleh karena itu, banyak yang minta makam baru dipindah agar tidak mengikis nilai kesakralan kawasan makam sebagai warisan sejarah bangsa.

“Usut dan pindahkan makam” (makam-makam) baru itu, dan mencoreng situs budaya,” tulis komentar akun TikTok Slametsgstoro.

Ramainya persoalan ini membuat masyarakat mendesak Balai Pelestarian Cagar Budaya hingga pemerintah daerah untuk segera turun tangan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban, Moh Emawan Putra, ketika dikonfirmasi enggan memberikan tanggapan serius tentang masalah tersebut.

Pihaknya, menggelar polemik makam tersebut ke Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pelestarian cagar budaya.

“Karena situs makan Sunan Bonang adalah aset dari BPK Wilayah XI, mohon konfirmasi dulu ke Bu Endang selaku juru peliharanya,” kata Emawan.

Sayembara Rp1 Miliar

Keramaian kasus ini semakin meluas setelah muncul pernyataan dari Habib Hussein Baagil melalui akun TikTok miliknya. Ia bahkan menjanjikan hadiah Rp1 miliar bagi siapa saja yang bisa membuktikan keberadaan “makam palsu” di kawasan Makam Sunan Bonang.

Tak berhenti di ranah publik, dugaan perusakan cagar budaya ini juga sudah masuk ke ranah hukum. Salah satu lembaga yang mengatasnamakan Perjuangan Wali Songo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) Tuban melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.

“Ya mas,” jawab KH Ansari, Ketua PWI-LS Tuban ketika dikonfirmasi terkait adanya laporan tentang dugaan pengerusakan cagar budaya di Makam Sunan Bonang Tuban.

Lebih lanjut lagi, keberadaan Makam Sunan Bonang sendiri setiap tahun dikunjungi ribuan peziarah dari berbagai daerah. Selain sebagai destinasi religi, situs ini juga menjadi simbol sejarah penyebaran Islam di Jawa.

Dengan munculnya kontroversi ini, masyarakat berharap adanya kepastian dan langkah nyata dari pemerintah untuk menjaga kelestariannya. Hal tersebut ramai disampaikan kepada para netizen di sejumlah media sosial.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |