Menu Sahur Sehat dari Singkong dan Kelor, Ini Manfaatnya untuk Tubuh

13 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Menu sahur sehat tak harus mahal atau berbahan impor. Pangan lokal seperti singkong dan daun kelor justru bisa menjadi pilihan bergizi seimbang untuk menjaga energi selama berpuasa. Selain mudah ditemukan, keduanya menyimpan manfaat besar bagi tubuh.

Pakar Gizi dari IPB University, Dr. Eny Palupi, menyebut pangan lokal memiliki nilai gizi tinggi dan dapat diolah menjadi menu sahur sehat yang praktis. Menurutnya, singkong dan kelor merupakan contoh bahan pangan lokal yang kaya nutrisi dan cocok dikonsumsi saat sahur.

"Pangan lokal memiliki potensi besar sebagai sumber gizi seimbang untuk berbuka dan sahur," ujarnya dikutip dari ipb.ac.id pada Rabu, 3 Maret 2026.

Singkong adalah Sumber Energi Tahan Lama

Singkong dikenal sebagai sumber karbohidrat kompleks. Berbeda dengan karbohidrat sederhana yang cepat menaikkan gula darah, karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama.

Hal ini penting saat sahur karena tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama belasan jam. Dengan mengonsumsi singkong, energi dilepaskan secara bertahap sehingga membantu menjaga kestabilan gula darah dan mencegah rasa lemas di siang hari.

Selain itu, singkong juga mengandung serat yang baik untuk pencernaan. Serat membantu memperlambat penyerapan gula dan membuat perut terasa lebih nyaman selama puasa.

Sebagai variasi, singkong bisa diolah menjadi singkong rebus, singkong kukus, atau dipadukan dengan topping kacang tanah dan pisang agar lebih kaya protein serta kalium.

Kelor adalah Superfood Lokal Kaya Nutrisi

Tak kalah penting, daun kelor juga direkomendasikan sebagai bagian dari menu sahur sehat. Kelor mengandung zat besi, vitamin C, vitamin A, serta antioksidan yang mendukung daya tahan tubuh.

Zat besi membantu mencegah anemia yang dapat memicu rasa lemas dan pusing saat puasa. Sementara vitamin C berperan dalam meningkatkan sistem imun, sehingga tubuh tetap bugar meski pola makan berubah selama Ramadan.

Daun kelor bisa diolah menjadi sayur bening atau sup kelor yang dipadukan dengan tahu dan tempe sebagai sumber protein nabati berkualitas.

Kombinasi ini menciptakan menu sahur yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien.

Seimbang dan Berkelanjutan

Menurut Eny, menu sahur sehat berbasis pangan lokal tidak hanya memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan lemak, tetapi juga serat, vitamin, serta mineral esensial.

Selain aspek gizi, mengonsumsi pangan lokal juga lebih segar karena tidak memerlukan proses distribusi panjang seperti produk impor.

Dari sisi keberlanjutan, pilihan ini turut mendukung petani lokal dan mengurangi jejak karbon dari transportasi jarak jauh.

Menu sahur sehat tidak harus rumit. Smoothie pisang dengan susu kedelai, singkong rebus dengan kacang, atau sup kelor sederhana sudah cukup memberikan energi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan porsi serta mencukupi kebutuhan cairan. Pastikan tetap minum air putih yang cukup agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |