Meghan Markle Berbusana Serba Hitam, Bawa Pesan Bahaya Perundungan Online

14 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Meghan Markle kembali bergabung dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk misi mengampanyekan bahaya perundungan online. Ia menyampaikan pidato yang kuat pada acara peluncuran instalasi seni Lost Screen Memorial pada Minggu, 17 Mei 2026.

Instalasi itu merupakan proyek kolaborasi WHO dengan Archewell Philanthropies - yayasan yang didirikan Meghan dan Pangeran Harry pada 2020 sejak keluar dari Inggris. Instalasi itu menampilkan 50 kotak lampu yang menyala, masing-masing menampilkan gambar seorang anak yang meninggal akibat perundungan siber dan bahaya digital lainnya.

Monumen tersebut dibuat Meghan dan Pangeran Harry, melalui Archewell Philanthropies, serta The Parents’ Network. Pertama kali dipamerkan di New York City pada April 2025.

"Di belakang saya berdiri The Lost Screen Memorial," kata Duchess of Sussex di instalasi seni di Jenewa, Swiss, seperti dilansir Hello!, dikutip dari Page Six, Senin (18/5/2026). "Bukan statistik. Bukan avatar. Bukan data poin. Anak-anak."

"Setiap nama milik seorang anak yang sangat dicintai. Seorang anak yang tawanya pernah memenuhi dapur. Yang sepatunya pernah menunggu di depan pintu. Yang masa depannya pernah terasa tak terbatas," tambahnya.

Markle, yang mengenakan setelan celana serba hitam, menyoroti betapa adiktif dan merusaknya media sosial bagi anak-anak. "Anak-anak saat ini dibentuk oleh sistem yang dirancang untuk menarik perhatian dengan segala cara: algoritma yang tak kenal ampun, keterlibatan yang eksploitatif, dan paparan tanpa henti terhadap konten berbahaya yang tidak mereka cari," katanya.

Desak Orangtua Batasi Penggunaan Media Sosial

Ibu dua anak itu mendesak para orangtua untuk memberi contoh kepada anak-anak mereka dengan membatasi penggunaan media sosial mereka sendiri. Meghan juga mengajak orangtua untuk menulis surat kepada pejabat terpilih mereka untuk menuntut agar undang-undang diberlakukan untuk melindungi kaum muda.

"Biarkan anak-anak kita melihat kembali momen ini, dan biarkan mereka merasa bangga pada kita – bahwa kita memilih sesuatu yang lebih baik – untuk mereka, dan untuk kita semua," ujarnya.

Di acara peringatan tersebut, Markle berbincang dengan seorang anak kecil dan memeluk para hadirin yang tampak emosional melihat instalasi seni tersebut, yang menghormati kehidupan anak-anak yang meninggal karena bahaya daring. Instalasi itu akan tetap dipajang hingga Sidang Majelis Kesehatan Dunia ke-79, yang berakhir pada Jumat, 22 Mei 2026.

Sejak menjadi orangtua, Meghan dan Harry vokal dalam mengadvokasi keselamatan anak-anak di dunia maya. Ia sempat menyinggung isu tersebut saat berbincang dengan mahasiswa dari Swinburne University of Technology di Australia, bulan lalu.

Merasa Paling Di-bully Sedunia

Aktris The Suit itu selama ini menganggap dirinya sebagai orang paling di-bully sedunia. Ia menyampaikan itu sembari mengungkit masa-masa saat masih menjadi anggota Kerajaan Inggris yang bekerja untuk membahas isu penting jelang Hari Anak Perempuan Internasional.

"Kami melakukan sebuah aktivitas dengan berbicara lewat sederet skenario, dan Meghan membahas soal dirinya yang menjadi salah satu orang paling di-bully sedunia," kata Larissa May, pendiri #HalfTheStory, sebuah LSM yang berfokus pada peningkatan hubungan pemuda dengan teknologi, kepada Vanity Fair, dikutip dari People, Selasa, 15 Oktober 2024.

Meghan saat itu menemui sekelompok remaja saat mengunjungi kantor Girls Inc. di Santa Barbara, California, pada 2 Oktober 2024. Ia tampil sendiri tanpa didampingi Pangeran Harry. "Kami melihat para gadis melambaikan tanda emoji kecil ini dan berbicara tentang bagaimana masing-masing skenario ini akan berdampak pada mereka secara emosional," tambahnya.

#HalfTheStory dan Girls Inc., yang CEO-nya adalah Dr. Stephanie J. Hull, bergabung dalam kemitraan yang didanai oleh Archwell Foundatio, bersama dengan perusahaan Pivotal Ventures milik Melinda French Gates dan Oprah Winfrey Charitable Foundation. Kemitraan ini diumumkan pada Jumat, 11 Oktober 2024, yang merupakan Hari Anak Perempuan Internasional.

Tuding Perusahaan Media Sosial Tak Peduli

Dalam pidato di Jenewa itu, Meghan menuding bahwa perusahaan media sosial tidak 'termotivasi untuk menghentikan' pelecehan dari pengguna.

"Industri bernilai miliaran dolar itu… sepenuhnya berlandaskan dan didasarkan pada kekejaman untuk mendapatkan klik," kata Meghan dalam pidatonya. "Itu tidak akan berubah. Jadi, Anda harus lebih kuat dari itu."

Pada acara peresmian Monumen Layar Hilang tahun lalu di New York, Harry mendesak para orangtua untuk menjauhkan anak-anak mereka dari media sosial. Duke of Sussex (41) menambahkan bahwa 'tidak dapat diterima' dan 'salah' jika anak-anak kehilangan nyawa karena 'belum cukup banyak yang dilakukan' tentang bahaya media sosial.

Meghan, saat itu, menambahkan, "Anak-anak kita berada dalam bahaya karena apa yang terjadi secara online… Kita dapat memberi contoh dan benar-benar memberikan sebanyak mungkin kebaikan dan kegembiraan ke dunia."

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |