Liputan6.com, Jakarta - Menemukan kutu di dalam tumpukan beras di dapur tentu bisa menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan. Seringkali, pertanyaan yang muncul adalah, apakah beras berkutu bisa dicuci lalu dimasak kembali? Kekhawatiran akan keamanan konsumsi dan dampaknya terhadap kesehatan menjadi hal utama yang dipikirkan.
Namun, Anda tidak perlu langsung panik dan membuang seluruh persediaan beras. Dalam beberapa kondisi, beras yang terinfeksi kutu beras (Sitophilus oryzae) masih aman untuk dikonsumsi setelah melalui proses pembersihan yang tepat dan dimasak dengan sempurna. Kutu beras, baik dalam tahap larva maupun dewasa, tidak dikenal sebagai pembawa penyakit berbahaya bagi manusia.
Namun, penting untuk mengetahui ciri-ciri beras yang masih aman dikonsumsi dan cara membersihkannya dengan benar. Begitu pula penting dipahami kapan waktu yang tepat untuk memutuskan membuangnya. Berikut informasi selengkapnya sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (18/5/2026).
Keamanan dan Cara Efektif Membersihkan Beras Berkutu
Beras yang masih untuk dimakan biasanya tidak berbau apek, tidak berlendir, dan tidak berubah warna. Setelah dicuci beberapa kali, kutu biasanya akan mengapung dan mudah dibuang bersama air.
Namun, jika jumlah kutu sudah terlalu banyak disertai bau tidak sedap atau muncul jamur, sebaIKNya beras tidak dikonsumsi lagi. Kondisi tersebut menunjukkan kualitas beras sudah menurun dan berpotensi tidak aman untuk kesehatan.
Karena itu, penting memeriksa kondisi beras sebelum memutuskan untuk memasaknya kembali. Ada beberapa cara efektif untuk membersihkan beras dari kutu sebelum dimasak.
1. Pencucian Menyeluruh
Metode paling utama adalah pencucian menyeluruh, di mana kutu akan mengapung di air dan mudah dibuang. Disarankan untuk mencuci beras setidaknya satu kali hingga kutu beras dan kotoran lainnya hilang.
2. Menjemur Beras Setidaknya 15-30 Menit
Selain pencucian, menjemur beras di bawah sinar matahari selama 15-30 menit dapat membantu mengusir kutu dan mengurangi kelembapan.
3. Penyaringan
Metode lain yang bisa digunakan adalah penyaringan untuk memisahkan kutu.
4. Simpan di Freezer
Anda juga melakukan pembekuan beras di dalam freezer selama beberapa hari untuk membunuh kutu dan larvanya secara efektif. Menurut Iowa State Extension, beras bisa dipanaskan sekitar 140°F selama 15 menit untuk membantu membunuh kutu.
Lalu, Kapan Beras Berkutu Harus Dibuang?
Meskipun aman dikonsumsi, kehadiran kutu beras dapat menurunkan kualitas beras secara signifikan. Ini termasuk perubahan aroma menjadi apek, tekstur nasi yang kurang baik setelah dimasak, serta butiran beras yang menjadi pecah atau rapuh. Kutu beras juga dapat memengaruhi cita rasa, membuat nasi terasa kurang segar, pahit, asam, atau tidak enak.
Selain itu, kutu beras memakan nutrisi di dalam butiran beras, sehingga kandungan gizi dan seratnya dapat berkurang. Bahkan ada pula disebutkan bahwa mengonsumsi beras berkutu karena kandungan nutrisinya yang tidak lengkap. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tidak berbahaya secara langsung, kualitas nutrisi beras dapat terkompromi.
Beras harus segera dibuang jika sudah berjamur, memiliki bau apek yang sangat kuat, atau jika infestasi kutu sudah terlalu parah. Jamur pada beras dapat menghasilkan zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan manusia, serta dapat memicu gangguan pencernaan seperti mual, sakit perut, hingga diare. Jika beras berubah warna atau terlihat rusak, sebaIKNya hindari untuk mengonsumsinya.
Pencegahan Kutu Beras
Kutu beras sering muncul karena kondisi penyimpanan yang tidak tepat, seperti wadah yang tidak tertutup rapat, kelembapan tinggi, atau penyimpanan terlalu lama. Selain itu, telur kutu beras seringkali sudah ada sejak awal proses distribusi, baik dari gudang penyimpanan, proses panen, maupun pabrik pengemasan, yang kemudian menetas saat kondisi lingkungan mendukung.
Untuk mencegah munculnya kutu beras, ada beberapa trik:
1. Simpan Beras dalam Wadah Bersih, Kering, dan Kedap Udara
Simpan beras dalam wadah yang bersih, kering, dan kedap udara. Hindari menyimpan beras dalam kemasan kardus atau plastik aslinya karena kutu dapat menembusnya. Pastikan juga tempat penyimpanan beras kering dan sejuk untuk mengurangi kelembapan yang disukai kutu.
2. Rutin Membersihkan Wadah Rutin Sebelum Diisi Ulang
Membersihkan wadah secara rutin sebelum diisi ulang, menggunakan bahan pengusir alami seperti daun salam atau cengkeh di sekitar wadah beras, serta membeli beras dalam jumlah kecil jika tingkat konsumsi rendah.
3. Tidak Mencampur Beras Lama dengan Baru dalam Satu Wadah
Penting juga untuk tidak mencampur beras lama dengan beras baru dalam satu wadah, karena beras lama mungkin sudah mengandung telur kutu yang belum menetas.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Apakah Beras Berkutu Bisa Dicuci Lalu Dimasak Kembali
1. Apakah beras berkutu aman dikonsumsi setelah dicuci dan dimasak?
Ya, beras berkutu umumnya aman dikonsumsi setelah dicuci bersih dan dimasak karena proses memasak akan membunuh kutu dan larvanya, serta kutu beras tidak diketahui menyebarkan penyakit.
2. Bagaimana cara membersihkan beras berkutu sebelum dimasak?
Cara membersihkan beras berkutu meliputi pencucian menyeluruh hingga kutu mengapung dan terbuang, menjemur beras di bawah sinar matahari, menyaring, atau membekukan beras di dalam freezer selama beberapa hari.
3. Apa dampak kutu beras terhadap kualitas dan nutrisi beras?
Kutu beras dapat menurunkan kualitas beras seperti perubahan aroma menjadi apek, tekstur kurang baik, butiran pecah, dan mengurangi kandungan nutrisi serta seratnya.
4. Kapan sebaiknya beras berkutu dibuang?
Beras berkutu sebaIKNya dibuang jika sudah berjamur, memiliki bau apek yang sangat kuat, atau jika infestasi kutu sudah parah dan menyebabkan perubahan warna atau tekstur yang signifikan.
5. Bagaimana cara mencegah munculnya kutu beras?
Pencegahan dapat dilakukan dengan menyimpan beras dalam wadah kedap udara, di tempat kering dan sejuk, membersihkan wadah secara rutin, menggunakan bahan pengusir alami, serta menghindari mencampur beras lama dengan beras baru.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/6273458/original/028602500_1779148646-WhatsApp_Image_2026-05-19_at_06.28.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6010876/original/001267100_1778903181-WhatsApp_Image_2026-05-16_at_10.26.15__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574722/original/003516500_1777973275-IMG-20260505-WA0126.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6225996/original/051846600_1779102692-jihyo_twice.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509411/original/061851100_1771702703-Punch.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6221900/original/043553000_1779098975-000_B34V7G3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6213762/original/075664600_1779091453-pexels-marcio-carvalho-1334537412-25381276.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5756900/original/044657100_1778659248-bumi-serpong-damai-bsd-rev1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6218659/original/042759600_1779095874-mette-marit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4177279/original/010619800_1664607873-thai-spicy-chili-sauce-nam-prik-kapi-paste-with-mixed-herb-ingredient-traditional-thai-food-cuisine.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401528/original/015503800_1762190285-closeup-chinese-plant-healthy-ripe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4466027/original/000921200_1686735837-photo__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2898589/original/005572800_1567322953-market-1870428_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6201400/original/075959200_1779080478-unnamed-94.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4875303/original/020944500_1719384574-Screenshot__794_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6209286/original/071134500_1779087516-unnamed__84_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517900/original/069522100_1772442767-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/6205768/original/048245400_1779084464-WhatsApp_Image_2026-05-18_at_12.05.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6192835/original/038779700_1779072628-cropped-95552d1c-cf9d-4fe8-9e6c-bcf67404b759.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382902/original/039700700_1760607631-TWICE.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483775/original/060597100_1769403155-victoria_beckham.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441925/original/083440000_1765521629-WhatsApp_Image_2025-12-12_at_13.31.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477081/original/014158100_1768808089-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_14.25.45.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454036/original/068509500_1766547463-Stasiun_Gambir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498890/original/093027800_1770725754-image__57_.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485154/original/028256900_1769496101-siti_nadia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4762442/original/092574700_1709625037-IMG_1493.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478141/original/024911500_1768892922-ATK_BOLANET_UCL_2025_2026_SCHEDULE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483058/original/082385200_1769322591-20260125_132615.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476303/original/023394600_1768726731-modern-woman-using-hair-straightener.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4105592/original/078026500_1659098223-ezgif.com-gif-maker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5130439/original/091465400_1739343321-54318718348_fb712dec5a_c__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516283/original/012128900_1772274598-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_19.33.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5128815/original/071800800_1739261225-ice-cube-background-still-life.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477562/original/022471000_1768869683-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_22.56.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482171/original/016117100_1769163345-Depositphotos_150827586_L.jpg)