Manfaat Puasa Saat Ramadan, Benarkah Bisa Atasi Asam Lambung?

4 days ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Puasa, terutama saat Ramadan, menjadi momen penting bagi banyak orang. Namun, tidak sedikit yang bertanya, apakah puasa aman bagi penderita asam lambung? Secara umum, manfaat puasa bagi sistem pencernaan bisa dirasakan jika dijalankan dengan pola makan yang tepat. Meski begitu, bagi penderita gangguan lambung kronis, tetap diperlukan perhatian khusus. 

Saat berpuasa, tubuh mengalami perubahan besar dalam pola makan dan minum. Adaptasi ini turut memengaruhi sistem pencernaan, termasuk produksi asam lambung. Jika dilakukan dengan benar, puasa justru bisa membantu menstabilkan kondisi lambung.

Bagaimana Puasa Memengaruhi Asam Lambung?

Selama puasa, tubuh memasuki fase penyesuaian karena jeda makan yang lebih panjang. Organ pencernaan seperti lambung, usus, dan hati ikut beradaptasi. Pada beberapa hari pertama, produksi asam lambung bisa meningkat.

Kondisi ini terkadang menimbulkan rasa tidak nyaman seperti perut perih, kembung, atau mual. Namun, setelah tubuh mulai terbiasa, biasanya memasuki minggu kedua, produksi asam lambung cenderung lebih stabil. Hal ini terjadi karena tidak ada asupan makanan terus-menerus yang merangsang produksi asam secara berlebihan.

Selain itu, perubahan hormonal saat puasa juga membantu mengatur sekresi asam lambung agar lebih terkendali.

Manfaat Puasa bagi Kesehatan Lambung

Jika dijalankan dengan pola yang tepat, berikut beberapa manfaat puasa untuk lambung: 

1. Memberi Waktu Istirahat pada Sistem Pencernaan

 Puasa membuat organ pencernaan beristirahat dari aktivitas mencerna makanan sepanjang hari. Waktu istirahat ini membantu proses pemulihan dan regenerasi sel pada dinding lambung.

2. Mengurangi Produksi Asam Berlebih

 Tanpa asupan makanan yang terus-menerus, lambung tidak terus terstimulasi memproduksi asam. Dalam jangka waktu tertentu, produksi asam menjadi lebih stabil.

3. Memperbaiki Pola Makan

Puasa membantu mengatur jadwal makan menjadi lebih terstruktur, yakni saat sahur dan berbuka. Pola ini bisa mengurangi kebiasaan makan berlebihan atau ngemil yang sering memicu naiknya asam lambung.

4. Mengurangi Stres

Stres merupakan salah satu pemicu gangguan lambung. Puasa yang dijalankan dengan tenang dan penuh kesadaran dapat membantu mengendalikan emosi, sehingga berdampak positif pada kesehatan lambung.  

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |