Liputan6.com, Jakarta - Meghan Markle kembali menjadi sorotan setelah peluncuran produk perdana dari merek gaya hidup barunya, As Ever, yang terjual habis dalam waktu kurang dari satu jam. Dengan menawarkan delapan produk, termasuk madu seharga 45 dolar AS (setara Rp745 ribu) dan selai rasberi seharga 22 dolar AS (setara Rp365 ribu) , Meghan berhasil menarik perhatian publik Amerika Serikat (AS).
Mengutip dari laman news.com.au, Kamis (3/4/2025), akun Instagram-nya, Meghan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para penggemar yang membuat produk tersebut laku keras. "Rak kami mungkin kosong, tetapi hatiku penuh!" tulisnya, menandakan kebahagiaannya atas respons positif dari para penggemar.
Namun, di balik kesuksesan ini, muncul klaim bahwa strategi bisnis yang digunakan Meghan mungkin tidak sepenuhnya konvensional. Seorang informan yang berbicara kepada The Telegraph menyatakan bahwa keberhasilan penjualan ini bisa jadi dipengaruhi oleh taktik pemasaran yang licik.
Meghan disebut dengan sengaja membatasi persediaan untuk menciptakan ilusi permintaan yang tinggi dan mendorong pembicaraan di media sosial. Adapun merek As Ever, yang sebelumnya dikenal sebagai American Riviera Orchard, mendapatkan dukungan finansial dari Netflix.
Ini sejalan dengan proyek lain Meghan, yaitu acara memasak With Love, Meghan, yang diluncurkan di platform streaming tersebut pada bulan Maret. Meghan dan suaminya, Pangeran Harry, menandatangani kontrak senilai 160 juta dolar AS (setara Rp2,6 triliun) dengan Netflix pada 2020 untuk memproduksi konten eksklusif. Hingga saat ini, kerja sama tersebut telah menghasilkan miniseri populer Harry & Meghan dan dokumenter Harry, Polo.
Reaksi Publik
Meskipun acara memasak Meghan mendapatkan kritik tajam, Netflix memutuskan untuk memperbarui serial tersebut untuk musim kedua, yang telah menyelesaikan proses syuting. Meghan mengungkapkan antusiasmenya di Instagram, "Jika Anda menyukai Musim 1, tunggu saja sampai Anda melihat keseruan yang kami buat di Musim 2!"
Peluncuran produk dan acara memasak Meghan tidak lepas dari kritik, terutama di tengah krisis biaya hidup global. Beberapa pihak menyebut peralatan dapur yang mahal dan usaha yang menyita waktu sebagai tidak masuk akal.
Menanggapi kritik ini, Meghan berbicara kepada New York Times. Ia menekankan bahwa kehidupannya tidak selalu seperti yang terlihat sekarang, sambil menunjuk ke rumah mewahnya di California.
Sejak pindah ke Amerika Serikat pada awal 2020, Meghan dan Harry menetap di Montecito, sebuah kawasan elit di California. Mereka tinggal bersama kedua anak mereka, Pangeran Archie dan Putri Lilibet, di sebuah perkebunan mewah yang dilengkapi dengan sembilan kamar tidur, 16 kamar mandi, dan berbagai fasilitas lainnya.
Topik Hangat Kehidupan Pribadi Harry dan Meghan
Keputusan Meghan dan Harry untuk meninggalkan tugas kerajaan dan menetap di Amerika telah menjadi topik hangat sejak awal. Kini, dengan peluncuran merek barunya dan berbagai proyek lainnya, Meghan terus membuktikan dirinya sebagai sosok yang berani dan inovatif, meskipun tidak lepas dari kontroversi.
Adapun serial gaya hidup terbaru Meghan Markle, With Love, Meghan, baru saja tayang di Netflix pada Selasa, 4 Maret 2025. Acara ini mendapat beragam tanggapan dari sejumlah kritikus di Amerika Serikat (AS), tapi di sisi lain, dikabarkan tidak sama sekali menarik perhatian keluarga Kerajaan Inggris.
Menurut laporan New York Post yang melansir Vanity Fair, Kamis, 6 Maret 2025, Pangeran William dan Kate Middleton sama sekali tdak tertarik menyaksikan serial tersebut. "Begitu juga dengan Raja (Charles) yang sudah tahu banyak tentang pembiakan lebah. Selain itu, dia terlalu sibuk untuk duduk dan menontonnya," sambung mereka.
Di episode perdana bertajuk "Hello, Honey!" Meghan memanen madu di peternakan lebah miliknya. Kebetulan, Raja Charles III dan Kate Midldleton sama-sama pemelihara lebah. Mereka melakukannya di Istana Buckingham yang punya empat tempat pemeliharaan lebah.
Keluarga Kerajaan Tak Tertarik
"Rasanya hanya sedikit yang bisa dipelajari dari acara TV Meghan," kata seorang teman keluarga kerajaan pada media tersebut. "Saya menduga bahwa keluarga kerajaan akan menilai acara tersebut tidak berguna. Saya tak bisa membayangkan, baik Kate maupun William, mau duduk dan menonton acara itu. Mengapa mereka melakukannya?"
Menurut seorang sumber yang dekat dengan Istana, Raja Charles III tidak peduli dengan apa yang dilakukan menantunya. Woman's Day melaporkan, naluri protektif setiap bangsawan telah bekerja berlebihan tahun lalu dan tidak ada toleransi lagi terhadap situasi istri Pangeran Harry itu. Jadi, apa yang dilakukan mereka tidak ada hubungannya dengan apa yang dilakukan Meghan saat ini.
"Dia salah jika mengira Charles berusaha menghentikan acaranya yang gagal. Dia dan Camilla tidak peduli," kata sumber itu. Namun, yang lebih buruk dalam situasi ini adalah Meghan dan Harry kini telah memisahkan usaha bisnis mereka dan itu membuat Meghan, seperti tiba-tiba merasa ditinggalkan oleh Harry hingga muncul isu cerai.