Kanker Bukan Akhir Segalanya, Teknologi Ini Ubah Cara Dunia Mengobatinya

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Mendapatkan diagnosis kanker sering kali terasa seperti dunia berhenti sejenak. Namun kenyataannya, hidup tetap berjalan. Anak-anak tetap berangkat sekolah, pekerjaan harus diselesaikan, dan keluarga masih menanti kebersamaan. Kanker bukan akhir segalanya. Perkembangan teknologi medis kini mengubah cara dunia mengobatinya. Lebih presisi, lebih personal, dan lebih berfokus pada kualitas hidup.

Setiap peringatan Hari Kanker Sedunia di bulan Februari menjadi pengingat bahwa kanker bukan sekadar diagnosis medis. Penyakit ini adalah perjalanan hidup. Oleh sebab itu, kemajuan dalam perawatan kanker tidak hanya bertujuan memperpanjang usia, tapi juga menjaga momen berharga tetap ada.

Di Asia Tenggara, perawatan kanker berkembang pesat. Salah satu pemain besar di kawasan ini adalah IHH Healthcare, melalui jaringan rumah sakitnya di Singapura. Bagi pasien Indonesia, Singapura telah lama menjadi tujuan pengobatan karena akses teknologi canggih dan jarak yang relatif dekat.

Bedah Robotik: Presisi Tinggi, Pemulihan Lebih Cepat

Salah satu terobosan penting dalam pengobatan kanker adalah bedah robotik menggunakan Sistem Robotik Da Vinci. Teknologi ini tersedia di Mount Elizabeth Hospitals dan Gleneagles Hospital Singapore.

Berbeda dari gambaran operasi konvensional yang penuh risiko, bedah robotik memungkinkan dokter melakukan tindakan melalui sayatan kecil dengan presisi tinggi.

Ahli bedah robotik. Dr. Eugene Yeo, menjelaskan, instrumen robotik mampu bergerak lebih fleksibel dari pergelangan tangan manusia dan memberikan visualisasi yang jauh lebih jelas.

"Teknologi robotik memberi kami kemampuan mengobati penyakit secara agresif, tetapi tetap merawat pasien dengan lembut. Tujuan kami bukan hanya mengangkat kanker, tetapi melindungi kualitas hidup pasien setelahnya," ujarnya. 

Karena minim invasif, pasien umumnya mengalami lebih sedikit perdarahan, trauma jaringan lebih kecil, serta masa rawat inap yang lebih singkat. Ini berarti peluang kembali ke rumah dan keluarga lebih cepat semakin besar.

Terapi Proton: Radiasi yang Lebih Tepat Sasaran

Selain bedah robotik, terapi radiasi juga mengalami revolusi melalui terapi sinar proton. Fasilitas ini tersedia di Mount Elizabeth Proton Therapy Centre, yang menjadi pusat terapi proton swasta pertama di Asia Tenggara.

Berbeda dari radiasi konvensional yang dapat mengenai jaringan sehat di sekitar tumor, sinar proton dirancang berhenti tepat di lokasi tumor. Paparan terhadap organ vital di sekitarnya menjadi jauh lebih minimal.

"Terapi proton memungkinkan kami menargetkan tumor sambil menjaga jaringan sehat sebanyak mungkin. Efek samping menjadi lebih sedikit dan komplikasi jangka panjang lebih ringan," kata dokter onkologi radiasi, Dr. Grace Kusumawidjaja.

Bagi pasien Indonesia, akses yang lebih dekat ke teknologi ini berarti perjalanan medis tidak lagi sejauh sebelumnya, baik secara geografis maupun emosional.

Pengobatan yang Lebih Personal Lewat Genomik

Dunia onkologi juga mulai meninggalkan pendekatan 'satu ukuran untuk semua'. Setiap kanker memiliki karakteristik unik. Melalui pengujian genomik di Mount Elizabeth Novena Centre for Genomic Health, dokter dapat memahami profil genetik tumor pasien.

Dengan informasi ini, terapi dapat disesuaikan secara lebih tepat. Pendekatan personal ini meningkatkan peluang keberhasilan sekaligus mengurangi risiko efek samping yang tidak perlu.

"Pengujian genetik membantu kami memilih terapi yang lebih aman dan efektif, sekaligus melindungi kesehatan pasien di masa depan," pungkas Lynette Ngo.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |