Liputan6.com, Jakarta - Menambah duka tiada bertepi warga Myanmar, salah satu ratu kecantikan paling dikenal di negara itu jadi salah satu korban gempa. Miss Tourism Myanmar 2018, Silimee, yang identitasnya dikonfirmasi Organisasi Miss Tourism Myanmar dan Blessed Entertainment, ditemukan di bawah reruntuhan di Mandalay.
Melansir The Thaiger, Sabtu (5/4/2025), ia ditemukan pada Rabu, 2 April 2025, mengenakan kemeja putih dan celana panjang, serta menggenggam dompet. Silimee terjebak di antara reruntuhan setelah kondominium Sky Villa yang runtuh akibat gempa, menurut sebuah unggahan Facebook Organisasi Miss Tourism Myanmar.
Seperti yang dilaporkan The New York Times, Sky Villa–yang selesai dibangun pada 2017–merupakan salah satu bangunan yang paling parah terdampak, meski dipromosikan sebagai "fondasi yang tahan gempa." Kompleks tersebut merupakan rumah bagi bar atap terbesar di Mandalay dan pusat kebugaran canggih sebelum runtuh.
Petugas penyelamat mengangkut jenazah Silimee ke Yangon, tempat upacara pemakamannya direncanakan. Sementara itu, Thae Su Nyein, mantan Miss Grand Myanmar 2024, menyerukan pentingnya bantuan kemanusiaan internasional dan turun ke jalan untuk membantu sesama warga setelah gempa minggu lalu di Myanmar, lapor VN Express.
Menurut Surat Kabar Hoa Hoc Tro, dalam sebuah video yang diunggah di Instagram-nya, Thae dengan segera mengimbau masyarakat global, menyoroti situasi yang mengerikan akibat gempa Myanmar. Ia menggambarkan betapa banyak orang yang berjuang mendapatkan makanan, kebutuhan pokok, dan tempat berteduh.
Situasi Benar-Benar Kritis
Berpakaian sederhana dengan rambut diikat ke belakang, Thaemenekankan bahwa ia tidak akan meminta bantuan, kecuali situasinya benar-benar kritis. Ia pun terlihat di jalan, membawa kotak kardus berisi barang-barang sumbangan dan berinteraksi dengan penduduk setempat.
Jumlah korban meninggal akibat gempa Myanmar yang melanda hampir seminggu lalu meningkat pada Kamis, 3 April 2025, jadi 3.145 orang, lapor AP. Menteri Informasi Myanmar Maung Maung Ohn juga mengumumkan pada sebuah pertemuan di ibu kota, Naypyitaw, bahwa 4.589 orang terluka dan 221 lainnya hilang, menurut laporan televisi pemerintah MRTV.
Pusat gempa berkekuatan magnitudp 7,7 pada 28 Maret 2025 berada di dekat Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar. Gempa tersebut merobohkan ribuan bangunan, membuat jalan melengkung, dan menghancurkan jembatan di beberapa wilayah.
Laporan media lokal tentang jumlah korban jauh lebih tinggi daripada angka resmi. Dengan terputusnya jaringan telekomunikasi dan banyaknya tempat yang sulit dijangkau, jumlah korban dapat meningkat tajam seiring semakin banyaknya informasi yang masuk.
Dampak Gempa Myanmar
Sebuah laporan yang dikeluarkan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, Kamis, 3 April 2025, memperkirakan bahwa gempa dan gempa susulan telah memengaruhi lebih dari 17 juta orang di 57 dari 330 kota di Myanmar, termasuk lebih dari 9 juta orang yang terdampak parah.
"Hari-hari mendatang akan sangat penting dalam menentukan skala penuh dampak bencana dan respons yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan jutaan orang yang terkena dampak," katanya. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengatakan, kepala kemanusiaan PBB Tom Fletcher dan utusan khusus Julie Bishop akan tiba di Myanmar pada Jumat, 4 April 2025.
Sekretaris jenderal mengimbau masyarakat internasional untuk segera meningkatkan pendanaan bagi para korban gempa "agar sesuai dengan skala krisis ini," dan mendesak akses tanpa hambatan untuk menjangkau mereka yang membutuhkan. "Gempa telah memperparah penderitaan, dengan musim hujan yang sudah dekat," katanya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa menurut penilaian awalnya, empat rumah sakit dan satu pusat kesehatan telah hancur total. Sementara itu, 32 rumah sakit dan 18 pusat kesehatan lainnya rusak sebagian.
Memperburuk Krisis Kemanusiaan
"Dengan infrastruktur yang terganggu dan jumlah pasien yang melonjak, akses ke perawatan kesehatan jadi hampir mustahil di banyak daerah yang paling parah terdampak," kata PBB. "Ribuan orang sangat membutuhkan perawatan trauma, intervensi bedah, dan pengobatan untuk wabah penyakit."
Sebuah rumah sakit bergerak dari India dan rumah sakit gabungan Rusia-Belarusia juga kini beroperasi di Mandalay. Dengan banyaknya orang yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa, dan banyak lainnya yang tidak tinggal di rumah karena khawatir gempa susulan, para pekerja di Naypyitaw bekerja keras di tengah suhu 40 derajat Celcius untuk mendirikan tenda-tenda besar di lapangan terbuka guna menyediakan tempat berteduh.
Di Mandalay, penduduk setempat memberikan irisan semangka pada para relawan Tiongkok yang sedang beristirahat dari suhu panas. Menurut pernyataan dari militer, lebih dari 1.550 penyelamat internasional beroperasi bersama penduduk setempat pada Kamis. Persediaan dan peralatan penyelamatan telah dikirim oleh 17 negara.
Militer Myanmar merebut kekuasaan pada 2021 dari pemerintahan Aung San Suu Kyi yang dipilih secara demokratis, yang memicu apa yang telah berubah jadi perang saudara. Gempa tersebut memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah mengerikan, dengan lebih dari 3 juta orang mengungsi dari rumah mereka dan hampir 20 juta orang membutuhkan bantuan bahkan sebelum gempa terjadi, menurut PBB.