Apa Itu Penyakit ALS? Kisah Perjuangan Eric Dane Melawan Penyakit Neurodegeneratif

3 days ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Aktor Eric Dane meninggal dunia pada Kamis, 19 Februari 2026, di usia 53 tahun. Kepergian bintang serial populer Grey's Anatomy dan Euphoria ini disebabkan komplikasi Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), penyakit neurodegeneratif yang telah dia lawan dengan gigih.

Keluarga menyatakan Eric meninggal setelah berjuang dengan berani melawan penyakit tersebut. Pada April 2025, ia mengumumkan kepada publik bahwa dirinya didiagnosis ALS. Sejak saat itu, Eric aktif meningkatkan kesadaran dan mendukung penelitian terkait penyakit yang menyerang saraf otak dan sumsum tulang belakang itu.

"Saya tidak akan pernah melupakan tiga huruf itu," kata Eric kepada Diane Sawyer di acara Good Morning America.

"Saya bangun setiap hari, dan saya langsung teringat bahwa ini sedang terjadi. Ini bukan mimpi," ujarnya, seperti dikutip dari Vogue.

Apa Itu Penyakit ALS?

Apa itu penyakit ALS? ALS atau Amyotrophic Lateral Sclerosis adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang menyerang sel saraf motorik di otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig.

Neuron motorik berfungsi mengirimkan sinyal dari otak ke otot untuk menghasilkan gerakan. Ketika sel-sel saraf ini rusak dan mati, sinyal tidak lagi sampai ke otot. Akibatnya, otot melemah, berkedut (fasikulasi), menyusut (atrofi), dan akhirnya lumpuh.

Pada kasus Eric Dane, ALS membuat sisi kanan tubuhnya berhenti berfungsi. Sisi kirinya masih bekerja, namun ia mengaku kesulitan mengendalikan gerakan yang sebelumnya terasa mudah.

"Saya berjuang sekuat tenaga. Ada begitu banyak hal yang di luar kendali saya," katanya.

Bagaimana ALS Menyerang Tubuh?

Seiring waktu, kerusakan neuron motorik membuat penderita secara bertahap kehilangan kemampuan untuk:

  • Berjalan
  • Menggerakkan tangan
  • Berbicara
  • Mengunyah dan menelan
  • Bernapas

ALS bersifat progresif, artinya gejala akan terus memburuk dari waktu ke waktu. Pada tahap lanjut, otot-otot pernapasan ikut melemah sehingga pasien berisiko mengalami gagal napas.

Meski demikian, penyakit ini umumnya tidak memengaruhi fungsi indra seperti penglihatan dan pendengaran. Banyak penderita tetap sadar penuh terhadap kondisi tubuhnya yang semakin melemah, menjadikan ALS sebagai penyakit yang sangat menantang secara fisik dan emosional.

Gejala Awal ALS yang Perlu Diwaspadai

Gejala ALS bisa berbeda pada setiap orang, tergantung saraf mana yang pertama kali terdampak. Namun, tanda-tanda awal yang sering muncul antara lain:

  • Kelemahan otot di lengan atau kaki
  • Sering tersandung atau menjatuhkan benda
  • Kram atau kekakuan otot (spastisitas)
  • Kedutan pada lengan, bahu, atau lidah
  • Bicara cadel atau lambat (disartria)
  • Kesulitan menelan (disfagia)
  • Kelelahan berlebihan

Dalam beberapa kasus, penderita juga dapat mengalami perubahan emosional yang tidak terkendali, seperti tertawa atau menangis tiba-tiba (pseudobulbar affect), serta perubahan kognitif ringan.

Seiring perkembangan penyakit, kelemahan dan atrofi otot akan menyebar ke bagian tubuh lain hingga memengaruhi kemampuan bernapas.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |