6 Cara Bikin Keripik Dage Khas Banyumas agar Renyah Tahan Lama ala Produsen Rumahan

2 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Keripik dage mungkin belum sepopuler keripik singkong atau pisang, namun camilan tradisional ini punya penggemar tersendiri. Banyak orang mencari cara bikin keripik dage khas Banyumas agar gurih tahan lama, terutama untuk konsumsi sendiri maupun peluang usaha rumahan.

Keripik dage memiliki cita rasa gurih khas dan tekstur renyah yang bikin nagih. Makanan ini juga dikenal sebagai camilan yang cukup populer di wilayah Purwokerto dan sekitarnya. Sayangnya, tidak sedikit yang gagal membuat keripik dage yang benar-benar kriuk dan tahan lama.

Bagi Sunarti (51), warga Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, membuat keripik dage sudah menjadi bagian dari keseharian. Dari dapur rumahnya, ia memproduksi camilan ini bersama seriping pisang untuk dipasok ke warung-warung sekitar.

Dalam wawancara Liputan6.com pada 18 April 2026, Bu Sunarti membagikan cara sederhana namun efektif agar keripik dage bisa renyah dan tidak cepat melempem.

1. Gunakan Dage Berkualitas dan Iris Tipis

Dage dibuat dari ampas tahu yang difermentasi, mirip dengan tempe gembus. Perbedaannya terletak pada warna, di mana dage cenderung berwarna lebih gelap atau kehitaman, sedangkan gembus berwarna putih.

Langkah awal yang penting dalam membuat keripik dage adalah memilih bahan baku yang tepat. Dage sebaiknya dalam kondisi segar agar tidak berbau asam dan tetap enak saat digoreng.

Setelah itu, dage diiris tipis-tipis. Ketebalan irisan sangat memengaruhi hasil akhir keripik. Semakin tipis potongannya, semakin mudah keripik menjadi kering dan renyah. Sebaliknya, jika terlalu tebal, bagian dalam bisa masih lembek meski bagian luar sudah kering.

"Kalau keripik dage itu dipotongnya tipis-tipis," kata Sunarti.

2. Balur Tepung agar Lebih Gurih

Setelah diiris, dage dilapisi dengan adonan tepung. Adonan ini menggunakan tepung terigu yang dicampur bumbu sederhana seperti garam dan bawang putih. Lapisan tepung ini berfungsi memberikan rasa gurih sekaligus membantu menciptakan tekstur renyah saat digoreng.

"Setelah dipotong tipis terus ditepungin," tambahnya.

Meski sederhana, komposisi adonan tetap harus diperhatikan agar tidak terlalu tebal. Jika terlalu tebal, hasilnya bisa keras dan kurang renyah.

3. Teknik Goreng Dua Kali Jadi Kunci

Salah satu rahasia utama dari Bu Sunarti adalah teknik penggorengan dua kali. Cara ini terbukti membuat keripik dage lebih renyah dan tahan lama.

"Dua kali saya gorengnya. Goreng pertama setengah mateng. Sekarang goreng, besok pagi digoreng lagi. Biar krispi,” jelasnya.

Pada tahap pertama, dage digoreng hingga setengah matang. Setelah itu, keripik didiamkan terlebih dahulu, bahkan hingga keesokan hari. Barulah pada tahap kedua, keripik digoreng kembali hingga benar-benar kering.

Teknik ini mirip dengan metode yang sering digunakan dalam industri makanan untuk menghasilkan tekstur ekstra renyah. Proses jeda di antara dua penggorengan membantu mengurangi kadar air dalam bahan.

4. Pastikan Minyak Panas dan Cukup Banyak

Selain teknik dua kali goreng, suhu minyak juga sangat menentukan hasil akhir. Bu Sunarti menekankan pentingnya menggunakan minyak yang cukup banyak dan dalam kondisi panas.

Jika minyak kurang panas, keripik akan menyerap minyak berlebih dan menjadi lembek. Sebaliknya, minyak panas akan membantu mengunci permukaan keripik sehingga lebih cepat kering.

"Ya kering gorengnya, enggak lembek. Minyak juga harus banyak dan panas," lanjutnya.

Meski terlihat sepele, langkah ini sering menjadi penyebab utama kegagalan dalam membuat keripik yang renyah.

5. Tiriskan dengan Baik

Setelah digoreng, keripik dage harus segera ditiriskan agar tidak terlalu berminyak. Bu Sunarti mengaku masih menggunakan cara tradisional karena belum memiliki alat spinner. Namun, ia memastikan proses penirisan dilakukan dengan maksimal agar hasilnya tetap kering.

“Ya ditiriskan saja biasa, yang penting sampai benar-benar kering. Jangan masih banyak minyaknya,” ujar Bu Sunarti.

Ia biasanya menggunakan saringan sederhana untuk membantu menurunkan sisa minyak setelah penggorengan. Cara ini memang terlihat sederhana, namun cukup efektif jika dilakukan dengan sabar. Cara sederhana seperti meletakkan keripik di atas saringan atau kertas penyerap minyak bisa membantu mengurangi kadar minyak berlebih.

6. Simpan dengan Cara yang Tepat

Agar keripik dage tetap renyah lebih lama, penyimpanan juga perlu diperhatikan. Keripik harus benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke dalam wadah tertutup. Jika masih panas atau hangat, uap air yang terperangkap bisa membuat keripik cepat melempem.

“Kalau masih panas terus ditutup, nanti jadi lembek. Harus dingin dulu,” jelasnya.

Setelah dingin, keripik bisa disimpan dalam wadah tertutup atau plastik yang rapat. Dalam skala usaha rumahan, kemasan plastik sederhana pun sudah cukup, asalkan tidak ada udara yang masuk. Gunakan wadah kedap udara untuk menjaga kerenyahan.

“Yang penting ditutup rapat, biar tetap kriuk,” tambah Bu Sunarti.

Cara membuat keripik dage renyah dan tahan lama yang ia bagikan ini bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin mencoba usaha camilan tradisional di rumah.

FAQ

Apa itu keripik dage khas Banyumas?

Keripik dage adalah camilan tradisional dari tempe gembus yang digoreng renyah dan gurih.

Bagaimana cara bikin keripik dage agar renyah?

Gunakan teknik dua kali goreng, irisan tipis, dan minyak panas agar hasilnya kriuk.

Kenapa keripik dage harus digoreng dua kali?

Agar kadar air berkurang dan menghasilkan tekstur lebih renyah serta tahan lama.

Bagaimana cara menyimpan keripik dage agar tidak melempem?

Pastikan sudah dingin, lalu simpan dalam wadah tertutup rapat agar tetap renyah.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |