Yayoi Kusama Meninggal, Ini 10 Karya Seni Termahalnya yang Laku hingga Rp 205 Miliar

3 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Dunia seni kehilangan salah satu figur avant-garde paling berpengaruh, Yayoi Kusama. Seniman asal Jepang tersebut meninggal dunia di usia 97 tahun akibat kegagalan beberapa organ di sebuah rumah sakit di Tokyo pada 14 Agustus 2026.

Selama lebih dari enam dekade, Kusama membangun bahasa visual yang begitu khas melalui pola polka dot yang repetitif, patung labu, lukisan Infinity Nets, serta instalasi cermin yang menciptakan pengalaman imersif. Karya-karyanya telah dipamerkan di berbagai penjuru dunia dan berkali-kali menarik perhatian publik.

Tak sedikit pamerannya bahkan diwarnai antrean panjang pengunjung yang ingin merasakan langsung dunia visual ciptaannya. Popularitas Kusama juga berjalan beriringan dengan pencapaiannya di pasar seni.

Sejumlah lukisannya berhasil terjual hingga jutaan dolar dalam lelang internasional. Konsistensi berkarya selama puluhan tahun membuat namanya tetap relevan di tengah perkembangan dan perubahan tren seni kontemporer.

Kusama lahir di Prefektur Nagano, Jepang, pada 1929. Sejak kecil, ia mengalami pengalaman visual yang tidak biasa, termasuk halusinasi. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan artistiknya dan memengaruhi cara Kusama memandang dunia di sekitarnya.

Sepanjang karier, ia mengeksplorasi pola, pengulangan, ruang tanpa batas, serta objek sehari-hari sebagai bahasa artistik. Warisan tersebut tidak hanya terlihat dari pengaruhnya terhadap seni kontemporer, tapi juga dari tingginya nilai karya-karyanya di pasar lelang.

Berikut 10 karyaKusama dengan nilai penjualan tertinggi, seperti dilansir MyArtBroker, Kamis (27/8/2026).

1. Untitled (Nets) — Rp 205,28 miliar

Untitled (Nets) dibuat pada 1959, periode ketika Kusama mulai mengembangkan seri Infinity Nets yang kemudian menjadi salah satu identitas terpenting dalam praktik seninya. Lukisan cat minyak di atas kanvas ini menampilkan bidang putih yang dipenuhi pola titik dan jaring berulang hingga menciptakan kesan tanpa ujung.

Kepadatan pola menjadi kekuatan utama karya tersebut. Tidak terdapat objek figuratif yang menjadi pusat perhatian, sehingga mata penonton diarahkan untuk mengikuti repetisi bentuk yang memenuhi permukaan kanvas. Efek visual itu mencerminkan ketertarikan Kusama terhadap gagasan mengenai pengulangan, keluasan, dan sesuatu yang seolah tidak memiliki batas.

Karya tersebut terjual seharga £8,5 juta atau Rp 205,28 miliar dalam Phillips' 20th Century & Contemporary Art Evening Sale di New York. Nilainya melampaui estimasi awal sebesar £4 juta hingga £5,7 juta.

2. A Flower — Rp 190,79 miliar

A Flower berasal dari 2014 dan menghadirkan bunga dahlia berukuran besar berwarna ungu di atas latar jingga. Bentuk kelopak yang memenuhi bidang kanvas memberikan kesan hidup sekaligus dramatis.

Kusama menghadirkan bunga bukan sekadar sebagai bentuk objek alam. Titik-titik khasnya digunakan untuk membangun karakter visual bunga sehingga bentuk organik tersebut terasa seperti bagian dari dunia imajinatif sang seniman. Karya ini terjual di Christie’s Hong Kong pada 2023 dengan nilai £7,9 juta atau Rp 190,79 miliar.

3. Pumpkin (L) — Rp 154,57 miliar

Pumpkin (L) merupakan patung labu perunggu yang dibuat pada 2014. Motif polka dot menutupi permukaannya dan menjadi elemen yang langsung menghubungkan karya tersebut dengan bahasa visual Kusama.

Karya ini merupakan ukuran terbesar dalam serinya, berstatus edisi ke-8 dari 8 dengan dua artist proofs. Kemunculannya dalam lelang juga menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya patung berukuran tersebut ditawarkan di pasar lelang.

Sotheby's Hong Kong menjualnya pada April 2023 dengan harga £6,4 juta atau Rp 154,57 miliar.

4. Interminable Net No.4 — Rp 147,32 miliar

Interminable Net No.4 dibuat pada 1959 ketika Kusama berada di New York dan masih menjadi bagian dari seri Infinity Nets. Lukisan tersebut memperlihatkan lapisan sapuan yang membentuk pola menyerupai riak air.

Inspirasi seri ini berkaitan dengan pengalaman Kusama ketika melihat pemandangan laut dari jendela pesawat. Jaringan pola yang bertumpuk memberikan sensasi gerak sekaligus kedalaman pada permukaan kanvas. Karya tersebut terjual di Sotheby's Hong Kong dengan harga £6,1 juta atau Rp 147,32 miliar.

5. Flowers — Rp 144,91 miliar

Flowers dibuat pada 2015 dan memperlihatkan pendekatan Kusama terhadap objek bunga dalam skala besar. Setiap bunga tampak memiliki bentuk dan daya tarik tersendiri, sementara keseluruhan komposisi menghadirkan kesan seolah bunga-bunga tersebut bergerak keluar dari bidang lukisan.

Karya ini menjadi salah satu contoh bagaimana Kusama dapat mengembangkan motif alam tanpa meninggalkan ciri khas visualnya. Flowers pertama kali hadir di pasar lelang melalui Christie's Hong Kong dan berhasil mencapai harga lebih dari £6 juta atau Rp 144,91 miliar.

6. Pumpkin (LPASG) — Rp 144,91 miliar

Pumpkin (LPASG) dibuat pada 2013 dengan menampilkan labu berwarna kuning cerah yang dihiasi polka dot hitam. Latar belakang gelap dengan efek seperti retakan membuat objek utama terlihat semakin menonjol.

Polka dot pada karya ini memiliki fungsi lebih dari sekadar dekorasi. Pola tersebut mengikuti kontur labu sekaligus membuat batas bentuknya terasa seperti terurai menjadi elemen-elemen kecil yang berulang. Karya tersebut terjual di Christie's Hong Kong pada Desember 2021 dengan harga £6 juta atau Rp 144,91 miliar.

7. Pumpkin — Rp140,08 miliar

Lukisan Pumpkin dari 1995 memperlihatkan salah satu objek yang paling lekat dengan perjalanan kreatif Kusama. Labu hadir dalam ukuran dan warna yang beragam, ditempatkan di atas latar berpola seperti jaring.

Representasi labu dalam karya-karya Kusama membuat objek sederhana tersebut memperoleh karakter menyerupai potret. Warna kuning menjadi salah satu pilihan yang paling banyak diminati kolektor, meski Kusama juga mengeksplorasi labu berwarna ungu, hijau, dan merah. Karya ini mencapai harga £5,8 juta atau Rp 140,08 miliar ketika ditawarkan Phillips pada 2023.

8. Infinity Nets (TWHOQ) — Rp 137,66 miliar

Infinity Nets (TWHOQ) dibuat pada 2006 ketika Kusama berusia 70 tahun. Karya berskala besar ini berbentuk triptych dengan jaringan pola berulang yang ditempatkan di atas latar berwarna emas.

Pengulangan menjadi pusat perhatian dalam komposisinya. Pola yang memenuhi bidang menciptakan pengalaman visual yang intens sekaligus memperlihatkan konsistensi Kusama dalam mengeksplorasi konsep Infinity Nets selama beberapa dekade.

Karya ini terjual di Christie's pada November 2022 dengan harga £5,7 juta atau Rp 137,66 miliar. Nilai tersebut tercatat dua kali lipat dari harga penjualan sebelumnya pada 2019.

9. A-Pumpkin (BAGN8) — Rp135,25 miliar

A-Pumpkin (BAGN8) dibuat pada 2011 dengan komposisi vertikal yang menempatkan labu sebagai fokus utama. Polka dot menghiasi permukaan objek dari bagian batang hingga dasar, sedangkan latar belakang menampilkan pola jaring khas Kusama.

Kombinasi labu, titik, dan jaringan menjadi representasi kuat dari bahasa visual yang dikembangkan Kusama. Karya ini ditawarkan di Sotheby's pada April 2023 dan berhasil mencapai £5,6 juta atau Rp 135,25 miliar. Hasil tersebut kembali menunjukkan tingginya permintaan terhadap karya bertema labu di pasar seni internasional.

10. Pumpkin (M) — Rp132,83 miliar

Pumpkin (M) merupakan patung labu perunggu yang dibuat pada 2014 dan menjadi bagian dari seri patung labu berukuran besar milik Kusama. Permukaannya dipenuhi pola titik yang menjadi ciri khas sang seniman.

Patung tersebut merupakan edisi 8 dari 8 dan pertama kali ditawarkan dalam lelang Sotheby's New York. Bentuk labu yang familier dipadukan dengan permukaan berpola membuat karya ini membawa kesan nostalgis sekaligus khas Kusama. Nilai penjualannya mencapai £5,5 juta atau Rp 132,83 miliar.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |