Waspadai Lifestyle Creep, Gaji Naik tapi Tabungan Jalan di Tempat

8 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Kenaikan gaji seharusnya memberi ruang lebih besar untuk menabung dan mencapai berbagai tujuan finansial. Namun, fenomena lifestyle creep dapat membuat pengeluaran ikut meningkat seiring bertambahnya pendapatan, sehingga tabungan justru jalan di tempat.

Inflasi gaya hidup terjadi ketika seseorang mulai meningkatkan pengeluaran untuk hal-hal non-esensial setelah memperoleh tambahan penghasilan.

"Gaji yang lebih tinggi tidak secara otomatis berarti kondisi keuangan yang lebih baik. Jika pengeluaran meningkat mengikuti pendapatan, seseorang dapat tetap merasa kekurangan uang meski penghasilannya bertambah,” kata Brian Walsh, CFP dan Head of Advice & Planning SoFi, melansir situs webnya, Rabu (19/8/2026).

Lifestyle creep dapat muncul dalam berbagai bentuk. Seseorang yang sebelumnya menggunakan kendaraan sederhana mungkin mulai memilih mobil dengan cicilan lebih tinggi setelah memperoleh kenaikan gaji.

Pengeluaran tempat tinggal juga dapat meningkat ketika seseorang pindah ke hunian yang lebih mahal. Frekuensi liburan, makan di restoran, membeli pakaian, dan berlangganan berbagai layanan juga bisa bertambah tanpa perencanaan.

Masalah muncul ketika peningkatan pengeluaran tersebut menggeser prioritas finansial. Uang tambahan yang seharusnya dapat dialokasikan untuk dana darurat, investasi, pembayaran utang, atau tabungan rumah justru habis untuk memenuhi keinginan sehari-hari.

Salah satu tanda lifestyle creep terlihat ketika pendapatan meningkat, tapi jumlah tabungan tidak berubah. Seseorang juga dapat mulai meninggalkan anggaran karena merasa penghasilannya sudah cukup besar untuk membiayai berbagai kebutuhan. Batas pengeluaran yang sebelumnya disiplin pun perlahan menghilang.

Tanda-Tanda Lifestyle Creep

Kenaikan utang kartu kredit menjadi tanda lain yang patut diperhatikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan penghasilan belum tentu mampu mengimbangi pola konsumsi baru. Pengeluaran yang semakin besar dapat membuat seseorang kembali hidup dari gaji ke gaji meski nominal pendapatannya telah meningkat.

Lifestyle creep tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membeli. Tekanan sosial juga dapat mendorong perubahan gaya hidup. Keinginan mengikuti standar konsumsi teman, keluarga, tetangga, atau lingkungan kerja dapat membuat seseorang merasa perlu memiliki barang dan pengalaman yang sama.

Media sosial turut memperkuat dorongan tersebut. Tampilan kehidupan orang lain yang terlihat lebih mewah dapat menciptakan persepsi bahwa peningkatan pendapatan harus diikuti dengan peningkatan gaya hidup. Keinginan untuk mempertahankan citra tersebut berpotensi membuat seseorang mengeluarkan uang melebihi kebutuhan.

Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Membedakan kebutuhan dan keinginan menjadi langkah awal untuk mengendalikan kondisi tersebut. Pakaian untuk bekerja merupakan kebutuhan, sedangkan membeli beberapa pasang sepatu baru karena sedang diskon termasuk keinginan.

Membeli bahan makanan untuk rumah tangga merupakan kebutuhan, sementara makan di restoran mahal setiap akhir pekan masuk kategori pengeluaran yang dapat dikurangi. Kenaikan pendapatan tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan tujuan finansial.

Seseorang dapat merayakan kenaikan gaji melalui aktivitas sederhana bersama teman atau keluarga, kemudian mengalokasikan sebagian besar tambahan pendapatan untuk kebutuhan yang lebih penting. Membuat anggaran baru setelah memperoleh kenaikan gaji juga dapat membantu menjaga pengeluaran.

Setiap tambahan pendapatan perlu memiliki tujuan, misalnya meningkatkan tabungan, membayar utang, menambah investasi, atau menyediakan sejumlah dana untuk hiburan. Cara tersebut membuat uang tambahan tidak mengendap di rekening dan akhirnya habis untuk pembelian spontan.

Melacak Pengeluaran

Pelacakan pengeluaran juga penting untuk mengetahui ke mana uang mengalir. Transaksi kecil yang dilakukan berulang kali dapat menghasilkan jumlah besar dalam satu bulan. Kebiasaan mencatat pengeluaran membantu seseorang melihat pola konsumsi dan menentukan pos yang perlu dikurangi.

Otomatisasi dapat menjadi cara lain untuk menjaga kenaikan pendapatan tetap produktif. Transfer otomatis ke rekening tabungan, investasi, atau pembayaran utang dapat dilakukan segera setelah menerima gaji. Strategi tersebut mengurangi peluang uang tambahan digunakan untuk belanja yang tidak direncanakan.

Menetapkan target finansial yang jelas juga membantu menjaga fokus. Dana darurat untuk tiga hingga enam bulan biaya hidup dapat menjadi salah satu prioritas. Target jangka panjang seperti membeli rumah atau menyiapkan dana pensiun dapat menjadi alasan untuk menahan keinginan meningkatkan gaya hidup terlalu cepat.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |