Wajah Baru Liburan di Tanjung Lesung

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung terasa seperti memasuki dunia yang pelan-pelan menenangkan. Dari jalan utama yang masih sibuk, suasana berubah begitu roda kendaraan mulai mengarah ke dalam kawasan. Deretan pohon trembesi berukuran besar berdiri rapi di sisi jalan, tinggi dan seragam, membentuk lorong alami yang teduh sekaligus megah, seolah menjadi gerbang tak resmi menuju ruang istirahat dari keramaian.

Di sepanjang jalan itu, beberapa plang berdiri, memberi petunjuk bahwa kawasan ini bukan sekadar tempat berlibur. Di antaranya, rencana pembangunan President University di bawah naungan Jababeka. Kehadiran kampus di kawasan wisata mungkin terasa tak biasa, namun justru mempertegas arah pengembangan Tanjung Lesung sebagai kawasan terpadu yang hidup.

Tak jauh dari situ, terdapat Bandara Salakanegara, sebuah fasilitas yang dibangun untuk membuka akses lebih luas, sekaligus menandakan keseriusan pengelola kawasan dalam menarik investor dan wisatawan.

Semuanya memberi kesan bahwa Tanjung Lesung sedang disiapkan bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan.

Memasuki area Tanjung Lesung Beach Hotel & Resort, suasana hijau langsung menyambut. Pepohonan rindang, taman tropis, dan jalan setapak yang membelah area resort menciptakan rasa teduh bahkan di siang hari.

Tidak ada kesan bising, tidak pula hiruk pikuk seperti yang kerap ditemui di Kawasan Anyer atau Carita, dua kawasan pantai yang juga menjadi banyak tujaun warga Jakarta untuk berlibur. Di sini, waktu terasa berjalan lebih lambat. Cocok bagi siapa pun yang ingin benar-benar beristirahat, menikmati quality time bersama keluarga setelah perjalanan panjang, termasuk selepas mudik.

Sudut Sunset dan Sunrise Jadi Satu

Kabupaten Pandeglang memang menyimpan lanskap pantai yang khas, dan Tanjung Lesung merangkum semuanya dalam satu kawasan, Pasir putih yang bersih, air laut yang relatif jernih, serta pemandangan Gunung Krakatau yang tampak samar di kejauhan.

Sebagai kawasan yang telah ditetapkan sebagai KEK Pariwisata, tata kelola di sini terasa lebih rapi dan nyaman, membuatnya ramah untuk wisata keluarga sekaligus tetap memiliki nuansa eksklusif.

Salah satu pengalaman yang paling membekas justru datang dari hal sederhana, duduk di tepi pantai. Di Pantai Kalicaa, yang merupakan pantai privat dalam kawasan ini, terdapat satu titik yang membuatnya berbeda. Di tempat ini, matahari terbit dan terbenam dapat dinikmati dari satu lokasi yang sama. Sebuah keistimewaan yang tidak banyak dimiliki pantai lain.

Hal serupa juga bisa ditemukan di Pantai Bodur, masih dalam kawasan yang sama, menjadikan setiap momen pagi dan sore terasa lebih istimewa tanpa perlu berpindah tempat.

Menariknya, Tanjung Lesung tidak hanya tentang ketenangan. Di balik suasananya yang santai, tersedia berbagai aktivitas yang membuat pengalaman menginap menjadi lebih berwarna. Anak-anak dapat mengikuti kegiatan kreatif seperti melukis di gerabah, sebuah aktivitas sederhana namun menyenangkan.

Sementara saat malam tiba, suasana berubah dengan hadirnya pertunjukan fire show yang dipadukan dengan musik meriah, menghadirkan nuansa pantai yang hidup tanpa kehilangan kesan eksklusif.

Di luar kawasan resort, Tanjung Lesung juga berperan sebagai gerbang menuju berbagai destinasi laut di sekitarnya. Dari sini, perjalanan menuju Krakatau, Pulau Umang, hingga Pulau Peucang bisa ditempuh dengan relatif lebih dekat dibandingkan dari Anyer atau Carita. Hal ini menjadikan Tanjung Lesung sebagai titik strategis untuk menjelajahi keindahan Selat Sunda lebih jauh.

Dengan rencana pengembangan infrastruktur, termasuk tol hingga Panimbang yang akan memangkas waktu tempuh dari Jakarta, kawasan ini semakin mudah dijangkau.

Perkuat Konektivitas dan Akses

Direktur Utama PT Banten West Java (BWJ), anak perusahaan PT Jababeka Tbk yang mengelola KEK Tanjung Lesung Poernomo Siswoprasetijo menyatakan beroperasinya Tol Serang–Panimbang Seksi 2 Rangkas–Cileles dinilai memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mempermudah akses menuju berbagai destinasi wisata di Provinsi Banten, termasuk kawasan yang dikelola pihaknya.

Menurutnya, kehadiran jalan tol tersebut akan membuka akses menuju wilayah Banten Selatan sekaligus memperpendek waktu perjalanan wisatawan dari Jakarta ke Tanjung Lesung menjadi sekitar 2,5–3 jam.

“Dengan kemudahan akses ini, perjalanan menuju ke Tanjung Lesung ini akan semakin dekat dan praktis,” ucap dia seperti dilansir dari Antara.

Untuk menyambut peningkatan kunjungan wisatawan, pengelola kawasan menghadirkan berbagai promo menginap serta ragam kegiatan hiburan. Wisatawan juga dapat mengunjungi Mongolian Culture Center secara gratis serta menikmati sejumlah pantai yang berada di kawasan tersebut.

Selain rekreasi, tersedia pula kegiatan edukatif bagi anak-anak seperti mengunjungi penangkaran penyu, melepasliarkan tukik ke laut, hingga mengikuti program konservasi terumbu karang.

Ia menegaskan, pengelolaan kawasan wisata ini tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah pengunjung, tetapi juga pada penciptaan pengalaman yang berkesan serta berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |