Sederet Negara Rilis Peringatan Perjalanan ke Nepal Buntut Banjir Bandang

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Banjir bandang yang melanda Nepal memicu sejumlah negara mengeluarkan peringatan perjalanan ke negara tersebut. Bencana yang terjadi di kawasan perbatasan Nepal-Tibet tersebut merusak sejumlah jalan, jembatan, jaringan transportasi, dan infrastruktur penting lainnya.

Dampaknya turut dirasakan wisatawan asing yang tengah berada di Nepal. Nepal Tourism Board melaporkan ratusan wisatawan masih belum dapat dihubungi, termasuk 517 warga negara asing dari berbagai negara. Rasuwa, serta wilayah di sepanjang Sungai Bhote Koshi dan Trishuli menjadi beberapa kawasan yang terdampak paling parah.

Merespons kondisi tersebut, sejumlah pemerintah meminta warganya menjauhi lokasi terdampak, memantau perkembangan situasi, serta mengikuti arahan otoritas setempat. Berikut negara dan kawasan yang telah mengeluarkan peringatan perjalanan terkait banjir Nepal, seperti dikutip dari berbagai sumber, Kamis, 27 Agustus 2026.

Australia

Pemerintah Australia memperbarui informasi perjalanan ke Nepal melalui situs Smartraveller dan menetapkan imbauan "berhati-hati secara maksimal." Warganya diminta menghindari area yang dilanda banjir, memantau media lokal, dan mengikuti instruksi pihak berwenang.

Banjir bandang dan longsor juga dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan pada jalur transportasi. Sejumlah layanan perjalanan berpotensi mengalami gangguan hingga pembatalan.

Kekhawatiran meningkat setelah puluhan warga Australia dilaporkan belum diketahui keberadaannya di kawasan Nepal dan Tibet. The Nightly menyebut, 34 warga Australia termasuk dalam ratusan orang yang masih belum ditemukan.

Amerika Serikat

Amerika Serikat turut mengeluarkan peringatan bagi warganya menyusul kondisi cuaca ekstrem di Nepal. Departemen Luar Negeri AS juga menyediakan bantuan perjalanan darurat bagi warga Amerika yang terdampak bencana tersebut.

Pemerintah AS meminta warganya meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan ramai dan saat berlangsungnya demonstrasi politik. Wisatawan juga dianjurkan memantau informasi keselamatan dari Kedutaan Besar AS di Kathmandu.

Saat ini, Nepal masih berada pada Level 2 atau "Tingkatkan Kewaspadaan" dalam rekomendasi perjalanan AS. Pemerintah AS mengingatkan potensi bencana alam, termasuk banjir dan longsor, yang meningkat selama musim monsun pada Juni hingga September.

Negara-Negara Eropa

Sejumlah negara Eropa turut memperbarui peringatan perjalanan bagi warganya setelah banjir dan longsor melanda Nepal. Finlandia, Prancis, Inggris, Norwegia, dan Swiss bersama Delegasi Uni Eropa di Nepal mengeluarkan imbauan keselamatan bagi wisatawan di wilayah terdampak, lapor Euronews.

Dalam pernyataan bersama, mereka meminta warga mengikuti arahan otoritas setempat dan informasi keselamatan resmi karena kondisi masih terus berkembang.

Prancis juga mengingatkan potensi gangguan jaringan telepon dan internet selama beberapa hari. Wisatawan disarankan memeriksa kondisi wilayah tujuan sebelum bepergian serta mengikuti petunjuk yang berlaku.

Sementara itu, Belanda meminta wisatawan di area terdampak segera menuju tempat lebih tinggi dan menjauhi jembatan, sungai, serta genangan air. Mereka juga dianjurkan menghindari lereng yang tidak stabil dan bangunan rusak, sekaligus mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu diperlukan evakuasi.

Singapura

Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) menerbitkan Travel Notice: Flash Flood in Nepal-China Border pada Kamis, 27 Agustus 2026, merujuk situs webnya. Warga Singapura yang berada di Nepal diminta meningkatkan kewaspadaan, memantau berita lokal, serta mengikuti arahan otoritas setempat.

Pemerintah juga mengimbau wisatawan menghindari wilayah terdampak, termasuk Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Gorkha, dan Chitwan. Mereka diminta menjauhi sungai, tepian sungai, jembatan, serta kawasan rendah karena banjir berpotensi mengganggu akses jalan, transportasi, komunikasi, dan layanan penting.

India

India turut meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah perbatasan dengan Nepal. Pemerintah menyediakan informasi dan jalur bantuan bagi warga negara India yang terdampak melalui Kedutaan Besar.

Sejumlah maskapai India juga membatalkan penerbangan menuju Kathmandu akibat kondisi cuaca. Pemerintah terus memantau perkembangan dan berkoordinasi untuk membantu warga India di Nepal.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |