Resep Chili Oil Bawang Merah Renyah Gurih Anti Gosong

11 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta Kalau Anda pencinta pedas yang doyan bereksperimen di dapur, resep chili oil bawang merah ini wajib masuk daftar coba. Minyak cabai dengan taburan bawang merah goreng yang renyah menghadirkan sensasi gurih, pedas, dan aroma harum yang bikin makanan sederhana pun terasa naik kelas. Cukup satu sendok disiram di atas mie, dimsum, gorengan, atau nasi hangat, suasana makan langsung berubah.

Chili oil atau minyak cabai berakar pada tradisi kuliner Asia sebelum menyebar luas ke berbagai negara. Pada mulanya minyak cabai dibuat dengan minyak wijen dan cabai lokal, lalu resepnya berkembang ke berbagai wilayah Asia dengan variasi khas masing-masing, dan popularitasnya melonjak secara global pada abad ke-20 seiring meluasnya restoran Cina di berbagai negara. Karena dibuat sendiri, Anda bebas mengatur tingkat kepedasan dan bahan tanpa pengawet, mirip prinsip dalam banyak panduan cara bikin chili oil rumahan.

Versi bawang merah yang kita bahas kali ini mengambil inspirasi dari gaya chili crisp yang bertekstur, bukan sekadar minyak cabai polos. Buat Anda yang penasaran dengan pendekatan berbeda, ada juga resep chili oil ala Master Chef yang bisa jadi pembanding sebelum menentukan gaya favorit.

Sekilas tentang Chili Oil Bawang Merah

Setiap daerah punya ciri khas. Di Korea, misalnya, minyak cabai kerap dibuat dengan gochugaru, bubuk cabai khas yang memiliki rasa dan warna tersendiri. Versi bawang merah lebih dekat ke karakter Asia Tenggara dan Tionghoa rumahan, mengandalkan bawang merah goreng sebagai bintang utama yang memberi rasa gurih manis sekaligus tekstur.

Banyak orang menyamakan chili oil dengan chili crisp, padahal keduanya berbeda tipis. Chili crisp lebih menonjolkan tekstur renyah yang berasal dari bahan seperti bawang goreng, bawang putih goreng, kacang, hingga kedelai, sementara chili oil dalam bentuk paling dasar hanyalah minyak yang diinfus cabai. Karena banyak bawang merah goreng di dalamnya, resep ini sebetulnya berada di antara keduanya dan sangat serbaguna, mulai dari mi ayam chili oil, siraman untuk pangsit chili oil, sampai mie goreng chili oil.

Wei Guo, penulis blog masakan Tiongkok Red House Spice, mengatakan kepada SAVEUR bahwa saat tumbuh besar di Gansu, minyak cabai merupakan "andalan di meja dapur, sama pentingnya dan lazim seperti kecap asin atau cuka beras."

Bahan-Bahan Chili Oil Bawang Merah

Bahan utama

  • 250 ml minyak goreng netral (kanola, minyak kacang, atau minyak sawit)
  • 100 gram bawang merah, iris tipis (sekitar 8-10 siung)
  • 5 siung bawang putih, cincang halus
  • 40 gram cabai kering giling kasar atau flakes cabai
  • 1 sdm bubuk cabai (opsional, untuk warna lebih merah)
  • 2 sdm biji wijen sangrai

Bumbu dan penyedap

  • 1 sdt garam
  • 1 sdt gula pasir
  • 1/2 sdt kaldu bubuk (opsional)
  • 1 sdm kecap asin

Rempah aromatik (opsional)

  • 1 batang kayu manis (sekitar 5 cm)
  • 2 kuntum bunga lawang
  • 2 lembar daun salam

Cara Membuat Chili Oil Bawang Merah

  1. Iris tipis bawang merah dan cincang halus bawang putih, lalu tepuk-tepuk dengan tisu dapur sampai benar-benar kering supaya hasil gorengannya makin renyah dan tahan lama.
  2. Siapkan mangkuk tahan panas dari keramik atau logam, hindari kaca tipis, lalu masukkan cabai giling, bubuk cabai, biji wijen, garam, dan gula. Aduk rata.
  3. Panaskan minyak dengan api kecil, masukkan kayu manis, bunga lawang, dan daun salam, lalu infus 5-10 menit hingga harum. Angkat dan buang rempahnya.
  4. Masukkan irisan bawang merah ke minyak hangat, goreng dengan api kecil sambil terus diaduk selama 10-15 menit.
  5. Jaga terus dan aduk merata karena bawang cepat menggelap, dan jika terlalu cokelat rasanya akan pahit.
  6. Angkat bawang merah saat warnanya baru keemasan muda, sebab ia akan terus matang di luar panci, lalu tiriskan di atas tisu dapur.
  7. Masukkan bawang putih ke minyak yang sama, goreng 2-3 menit hingga keemasan dan wangi, kemudian angkat dan tiriskan bersama bawang merah.
  8. Naikkan suhu minyak, lalu uji dengan sejumput cabai untuk memastikan minyak mendesis tanpa langsung menghitamkan cabai sebelum menyiramkan seluruhnya.
  9. Tuang minyak panas secara bertahap ke atas campuran cabai sambil diaduk cepat.
  10. Minyak panas yang disiramkan hati-hati akan mendesis dengan cantik dan mematangkan cabai hingga warnanya merah merata, bukan gosong kehitaman
  11. Tambahkan kecap asin dan kaldu bubuk, aduk rata, lalu diamkan hingga minyak menjadi suam-suam kuku.
  12. Masukkan kembali bawang merah dan bawang putih goreng, aduk perlahan, dinginkan sepenuhnya, lalu pindahkan ke toples kaca steril dan simpan di kulkas.

Tips agar Hasil Maksimal

  • Pilih minyak yang tepat. Minyak netral bertitik asap tinggi seperti kanola, biji anggur, atau kedelai adalah pilihan terbaik, sementara minyak zaitun extra virgin sebaiknya dihindari karena titik asapnya rendah sehingga cenderung gosong sebelum cabai mengeluarkan rasa penuhnya.
  • Pahami sains suhunya. Serious Eats menyarankan agar suhu minyak dikontrol dengan baik untuk mencegah cabai dan rempah terbakar, yang dapat memengaruhi rasa chili oil.
  • Jangan biarkan minyak berasap. Berdasarkan panduan Chili Pepper Madness, panaskan minyak hingga minimal sekitar 82 derajat Celsius, tetapi jangan sampai berasap karena suhu yang terlalu tinggi dapat membakar cabai dan rempah sehingga menghasilkan rasa pahit.
  • Kejar aroma, bukan gosong. Sebagaimana dijelaskan The Woks of Life, atur suhu minyak agar cukup panas untuk memanggang rempah dan mengeluarkan cita rasanya, tetapi tidak sampai membuat rempah terbakar.
  • Trik anti gosong. Red House Spice menjelaskan aduk sedikit cuka atau kecap asin ke dalam campuran cabai untuk membantu mencegahnya gosong saat terkena minyak panas.

Kesalahan umum yang perlu dihindari

  • Menuang minyak yang terlalu panas, di atas sekitar 150 derajat Celsius, langsung membakar cabai sehingga hasilnya pahit.
  • Sebaliknya, minyak yang terlalu dingin membuat aroma tidak keluar dan bawang goreng jadi lembek tak renyah.
  • Menggunakan wadah kaca tipis untuk menampung minyak panas berisiko pecah, gunakan keramik atau logam tahan panas.

Variasi dan Substitusi

Versi mala Sichuan

Untuk profil mala yang lebih kompleks, padukan bawang merah goreng yang manis renyah dengan rasa mala, yaitu campuran cabai giling dan merica Sichuan. Tambahkan sedikit merica Sichuan sangrai yang dihaluskan agar muncul sensasi kelu khas. Gaya aromatik semacam ini juga bisa Anda temui pada chili oil daun jeruk.

Versi ekstra umami

Ingin rasa lebih gurih mendalam? Tambahkan ebi atau udang kering yang sudah direndam dan dihaluskan bersama bumbu sebelum ditumis. Sentuhan ini memberi rasa umami khas ala saus restoran Tionghoa tanpa mengubah teknik dasarnya.

Substitusi bawang merah

Bawang merah bisa diganti sebagian dengan daun bawang untuk kedalaman rasa yang sedikit berbeda, atau memakai bawang bombai merah bila stok bawang merah menipis. Karena serbaguna, hasilnya tetap cocok untuk banyak menu, sejalan dengan koleksi chili oil yang bisa dipakai untuk banyak masakan.

Cara Menyimpan Chili Oil Bawang Merah agar Awet

Kunci ketahanan ada pada wadah dan kebersihan. Sterilkan toples dan tutupnya sebelum diisi, misalnya dengan merebusnya dalam air mendidih selama sekitar 10 menit. Karena resep ini memakai bawang segar yang digoreng, minyak berisi bawang atau bawang putih segar yang dibiarkan di suhu ruang berisiko menumbuhkan bakteri penyebab botulisme, sehingga sebaiknya disimpan di kulkas dan selalu diambil dengan sendok kering yang bersih.

Prinsip aman tanpa pengawet ini juga jadi perhatian pada resep chili oil homemade tanpa pengawet. Soal umur simpan, sebagaimana dikutip dari Nerds with Knives, chili crisp buatan sendiri bisa bertahan sekitar tiga bulan bila disimpan dalam toples kaca bersih di dalam kulkas. Tetap gunakan indra Anda, sebab minyak cabai yang tampak keruh, berbau tengik, atau muncul jamur harus langsung dibuang, seperti dilansir dari Food Network.

Untuk panduan penyimpanan lain, Anda bisa cek pula ulasan tips menyimpannya agar awet dan referensi membuat minyak cabai pedas lainnya.

Pertanyaan Seputar Resep Chili Oil Bawang Merah

1. Apa perbedaan chili crisp dan chili oil?

Chili crisp memiliki tambahan bahan renyah seperti bawang goreng, bawang putih, dan wijen, sedangkan chili oil lebih sederhana.

2. Minyak apa yang cocok untuk membuat chili crisp?

Gunakan minyak netral dengan titik asap tinggi, seperti minyak kanola, biji anggur, atau kedelai.

3. Mengapa suhu minyak penting saat membuat chili crisp?

Suhu yang terlalu tinggi dapat membakar cabai dan rempah hingga pahit, sedangkan suhu terlalu rendah membuat aromanya kurang keluar.

4. Bagaimana cara menyimpan chili crisp buatan sendiri?

Dinginkan terlebih dahulu, masukkan ke stoples kaca bersih dan kedap udara, lalu simpan di dalam kulkas.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |