Naomi Osaka Tutup Perjalanan di US Open 2026 dengan Gaya Swaggy

5 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Bukan Naomi Osaka namanya bila tak mencuri perhatian selama US Open 2026. Petenis asal Jepang itu telah menjadikan lorong menuju arena pertandingan sebagai panggung fashion, menghadirkan rangkaian penampilan yang konsisten dalam satu tema.

Tahun ini, ia memadukan budaya basket dengan energi khas New York untuk membangun narasi visual yang berbeda di setiap kemunculannya. Melansir Asia One, Selasa, 8 September 2026, rangkaian look tersebut merupakan bagian dari penghormatan Nike terhadap keberhasilan New York Knicks meraih gelar NBA.

Osaka berkolaborasi dengan stylist Law Roach untuk menerjemahkan referensi olahraga dan gaya khas kota tersebut ke dalam busana yang menemani perjalanannya selama turnamen. Koleksinya menghadirkan beragam interpretasi, mulai dari tribute untuk legenda NBA Allen Iverson hingga perpaduan tailoring dan sportswear.

Strategi styling itu membuat penampilan Osaka terasa seperti bagian dari pertunjukan yang terus berlanjut, sekaligus memperkuat citranya sebagai salah satu atlet yang mampu menjembatani dunia olahraga dan fashion.

Perjalanan petenis berusia 28 tahun tersebut di US Open terhenti pada babak keempat. Ia menghadapi Elena Rybakina pada Senin, 7 September 2026, dan harus mengakhiri langkahnya setelah kalah dalam dua set.

Meski gagal melaju lebih jauh, Naomi Osaka tetap meninggalkan kesan kuat lewat cara ia mengekspresikan diri saat keluar lapangan. Baginya, fashion menjadi ruang untuk bersenang-senang, bereksperimen, sekaligus menghadirkan cerita baru sepanjang turnamen.

Ketika Gaya Allen Iverson Hadir di Lapangan Tenis

Pada babak pertama, fashion statement Osaka merupakan penghormatan kepada legenda NBA Allen Iverson. Ia memasuki Arthur Ashe Stadium dalam rok tulle putih panjang dan outer berkerudung abu-abu yang dramatis.

Saat kerudung dilepas, nuansa tribute semakin kuat. Rambut Osaka ditata dalam cornrows, dilengkapi headband, serta detail hitam-merah yang mengingatkan pada gaya Iverson ketika membela Philadelphia 76ers. Look tersebut dirancang label streetwear New York, Who Decides War, bersama stylist Law Roach.

Osaka mengagumi Iverson sebagai sosok yang mengubah cara atlet mengekspresikan identitas melalui pakaian.

Memasuki babak kedua, ia beralih ke rancangan Thom Browne berupa jaket putih flowy dengan bordir dua raket tenis bersilang. Rok mesh di bawahnya menyerupai jaring basket, menjaga benang merah kolaborasi Nike tetap terasa.

Naomi Osaka Melanjutkan Permainan Lewat Gaya

Di babak ketiga, Osaka kembali membuat lorong menuju lapangan terasa seperti runway. Kali ini, ia mengenakan look Monse yang memadukan busana formal dengan pakaian olahraga.

Siluet oversized menjadi pusat perhatian. Jaket abu-abu yang menggabungkan bentuk blazer dan hoodie, dipadukan dengan celana berbahan fleece abu-abu. Hasilnya terasa kasual sekaligus eksperimental, sesuai dengan pendekatan Osaka yang menjadikan penampilan pembuka sebagai ruang berekspresi.

Setiap ronde membawa babak baru. Setelah tribute Allen Iverson di ronde pertama dan elemen jaring basket di ronde kedua, look ketiga menerjemahkan semangat olahraga ke dalam tailoring yang lebih santai.

Memasuki babak keempat, Osaka kembali membawa kejutan lewat pilihannya. Sayangnya, look tersebut menjadi penampilan terakhir Osaka di US Open 2026, sekaligus menutup perjalanan dan rangkaian gaya yang ia hadirkan sepanjang turnamen.

Akhir Pertandingan, Bukan Akhir Cerita

Langkah Naomi Osaka di US Open 2026 berakhir pada babak keempat. Bertanding di Arthur Ashe Stadium, New York, Senin, Osaka berhadapan denganRybakina untuk pertama kalinya di WTA Tour. Rybakina mengamankan kemenangan dua set, 6-1, 6-4.

Hasil tersebut sekaligus menutup kesempatan penonton menyaksikan fashion statement lain yang mungkin telah disiapkan Osaka. Pada penampilan terakhirnya, ia mengenakan jubah penuh warna dengan trim bulu rancangan label Brooklyn, KidSuper.

Headband bernuansa logo NBA yang diubah menjadi siluet pemain tenis melengkapi look tersebut. "Saya merasa sangat swaggy saat mengenakannya," kata Osaka seusai pertandingan. "Menurut saya, busana ini sangat merepresentasikan New York."

Meski tersingkir, Osaka tetap melihat perjalanan kariernya dengan tenang. Ia merasa masih memiliki banyak hal untuk dinikmati dan dirayakan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |