Muslim Life Fair Hadir Perdana di Makassar, Tampilkan Fesyen hingga Layanan Pendidikan

4 hours ago 4

Liputan6.com, Makassar - Pameran ekonomi dan gaya hidup muslim bertajuk Muslim Life Fair resmi digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada 1--3 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Summarecon Mutiara Makassar itu menjadi penyelenggaraan pertama di luar Pulau Jawa dan disebut sebagai expo muslim terbesar di Indonesia Timur.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman yang membuka kegiatan itu menyebut bahwa ajang tersebut bukan sekadar memamerkan produk yang menyasar kaum muslim, tetapi juga ruang kolaborasi bagi pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Pada prinsipnya, kegiatan ini adalah Muslim Life Fair. Bagaimana komunitas-komunitas pedagang muslim dapat berkontribusi meningkatkan UMKM dan pembangunan Sulawesi Selatan," kata Andi Sudirman, Jumat, 1 Mei 2026.

Ia menilai kegiatan tersebut mampu menciptakan perputaran ekonomi yang besar melalui transaksi jual beli sekaligus mendatangkan pelaku usaha dari luar daerah ke Sulsel.

"Kita berharap komunitas-komunitas itu mampu membawa sebuah event di Sulawesi Selatan sehingga ada transaksi, ada pergerakan ekonomi, dan tentu akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan," ujarnya.

Andi Sudirman juga mengapresiasi Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Sulsel dan pihak penyelenggara yang telah menggelar event berskala besar tersebut ke Makassar. Menurutnya, Muslim Life Fair berpotensi menjadi agenda tahunan sekaligus kalender event ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan.

"Sehingga teman-teman yang mau melaksanakan kegiatan transaksi juga punya tempat," ucapnya.

Dari Kuliner hingga Pendidikan

Saat berkeliling meninjau tenant, Andi Sudirman mengaku menemukan beragam produk yang dipamerkan, mulai dari UMKM kuliner hingga produk fesyen premium. "Ada juga yang harga sampai Rp20 juta per pieces pakaian. Tapi ada juga di kelas-kelas saya lah, harga-harga yang lumayan dan nyaman dipakai," katanya sambil tersenyum.

Selain produk fesyen dan kuliner, Muslim Life Fair juga menghadirkan tenant pendidikan dari sejumlah sekolah Islam hingga sekolah internasional. Menurut Andi, hal itu menjadi nilai tambah karena masyarakat dapat memperoleh informasi pendidikan anak dalam satu lokasi kegiatan. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan program pembagian 200 ribu bibit tanaman untuk mendukung penghijauan dan ketahanan pangan di Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Ketua KPMI Sulsel Khaidir Khaliq mengatakan Muslim Life Fair di Makassar merupakan hasil perjuangan panjang selama lima tahun agar expo tersebut dapat hadir di luar Jawa. "Kalau di Indonesia kita sudah kenal expo yang paling besar eksposurnya itu Muslim Life Fair seperti ini. Alhamdulillah kita bisa bawa ke sini untuk mengenalkan UMKM," ujarnya.

Pendaftar Peserta Pameran Membludak

Menurut Khaidir, antusiasme masyarakat terhadap event tersebut sangat tinggi. Hal itu terlihat dari membludaknya pendaftar tenant dan tingginya jumlah registrasi pengunjung secara daring.

"Booth-nya kurang. Artinya animonya masyarakat bagus. Yang daftar online juga jauh lebih banyak daripada yang kita perkirakan," katanya.

Panitia menargetkan sedikitnya 20 ribu pengunjung selama tiga hari pelaksanaan. Namun, angka itu diperkirakan bisa menembus 40 ribu pengunjung dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp6 miliar. "Target kita transaksi bisa lebih dari Rp6 miliar selama tiga hari," sebutnya.

Ia mengatakan Muslim Life Fair Makassar menghadirkan hampir 200 tenant dan menjadi expo muslim terbesar yang pernah digelar di kawasan Indonesia Timur. Untuk memudahkan akses masyarakat, panitia menyiapkan layanan shuttle bus gratis dari kawasan Mall Panakkukang dan Masjid 99 Kubah menuju lokasi acara. (Fauzan)

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |