Girl Dinner Jadi Tren Lagi, Konsep Makan Malam Praktis dengan Isi Piring Sesuka Hati

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Girl dinner menjadi tren makan malam praktis yang kembali menarik perhatian. Konsep ini menawarkan cara sederhana menikmati makanan setelah menjalani hari yang padat, tanpa harus menyiapkan sepiring nasi lengkap dengan lauk dan sayuran.

Makanan yang tersedia di rumah dapat langsung disusun dan disantap sesuai selera. Isi girl dinner pun cukup fleksibel. Satu piring dapat memadukan keju, daging, buah, sayuran, roti, crackers, kacang-kacangan, dan saus.

Tidak ada komposisi baku yang harus diikuti. Pilihan makanan bisa disesuaikan dengan persediaan di kulkas maupun seberapa besar rasa lapar pada malam itu.

Kesederhanaan tersebut membuat girl dinner menarik perhatian sekaligus memicu perdebatan di internet. Beberapa orang menilai porsi yang ditampilkan dalam tren ini terlalu sedikit.

Ada pula yang menganggap konsepnya bukan sesuatu yang benar-benar baru karena kebiasaan menikmati beragam makanan kecil dalam satu piring telah lama dilakukan di sejumlah budaya. Melansir Marie Claire, Jumat (21/8/2026), penulis Tom Hillenbrand menyebut kebiasaan serupa dikenal sebagai Abendbrot di Jerman.

Koki Nigella Lawson juga menggunakan istilah picky bits untuk menggambarkan sajian dengan konsep yang kurang lebih serupa. Popularitas girl dinner bahkan kembali meningkat tahun ini setelah mencapai puncaknya pada pertengahan tahun 2023.

The Detroit News mencatat sejumlah restoran di Amerika Serikat mulai mengadopsi konsep tersebut ke dalam menu mereka. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana kebiasaan makan sederhana dapat berkembang menjadi tren budaya populer.

Tidak Harus Jadi Masalah

Pada dasarnya, tidak ada yang keliru dengan pilihan makanan seseorang selama asupan tersebut membantu tubuh tetap bertenaga, sehat, dan merasa nyaman. Ahli gizi sekaligus pelatih kesehatan holistik Joan Abebe menilai, pilihan makanan setiap orang sebaiknya tidak menjadi bahan komentar atau penilaian dari pihak lain.

Istilah girl dinner mulai menjadi perhatian ketika sejumlah hidangan yang dibagikan di media sosial menampilkan porsi sangat kecil. Kondisi ini patut diperhatikan karena tren tersebut juga dapat menjangkau audiens berusia muda yang masih membentuk kebiasaan makan.

Paparan berulang terhadap konten semacam itu berpotensi membuat seseorang membandingkan isi piringnya dengan makanan orang lain. Jika tidak disikapi dengan bijak, perbandingan tersebut dapat mendorong pembatasan asupan yang sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Cara Penyusunan Nutrisi yang Tepat

Meski identik dengan makanan praktis, girl dinner tetap dapat disusun dengan komposisi yang beragam dan bernutrisi. Isi piring tidak harus minim gizi. Menggabungkan beberapa kelompok makanan justru dapat membuat sajian lebih seimbang, sekaligus mengenyangkan.

Sumber protein seperti ayam panggang, irisan kalkun, ikan, telur, atau kacang-kacangan bisa menjadi pilihan. Tambahkan sayuran, misalnya sayuran berdaun hijau, tomat, paprika, atau ubi jalar yang telah dimasak untuk memperkaya rasa dan warna.

Buah juga mudah dipadukan dalam girl dinner, terutama bersama keju. Sementara itu, sumber lemak sehat seperti alpukat, humus, zaitun, kacang-kacangan, dan keju feta dapat melengkapi hidangan.

Karbohidrat dari biji-bijian utuh juga sebaiknya tidak dilupakan. Roti berbahan gandum utuh dapat menjadi pilihan praktis karena mengandung serat dan sejumlah nutrisi. Dengan memadukan protein, sayuran, buah, lemak sehat, dan biji-bijian utuh, girl dinner tetap sederhana tanpa mengabaikan kebutuhan tubuh.

Jadi Cara Menikmati Beragam Makanan

Tren makanan yang beredar di media sosial tidak selalu berasal dari sumber kredibel dan belum tentu sesuai untuk diterapkan setiap orang. Girl dinner pada dasarnya menawarkan cara menikmati beberapa makanan yang biasanya disajikan terpisah dalam satu piring dengan porsi yang lebih kecil.

Konsep ini dapat mencakup beragam hidangan, mulai dari salad Caesar, kentang goreng, hingga makaroni dan keju. Berbagai pilihan tersebut dapat disusun sebagai satu sajian yang memberikan keleluasaan untuk menikmati makanan sesuai selera.

Menyajikan beberapa jenis makanan dalam porsi kecil juga dapat menghadirkan suasana santai seperti piknik, bahkan ketika dilakukan di rumah. Konsep ini semakin terasa praktis saat cuaca panas karena tidak membutuhkan banyak waktu untuk memasak menggunakan kompor atau oven.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |