Dari Kampus ke Desa, Kisah 4 Tim Pemenang Genera-Z Berbakti 2026 Wujudkan Program Unggulan

9 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Setelah melewati rangkaian bootcamp, empat tim pemenang Genera-Z Berbakti 2026 akhirnya terjun langsung ke desa binaan Bakti BCA untuk menjalankan program pengabdian. Berbekal inspirasi dari Tri Mumpuni dan Nicholas Saputra, mereka mulai menghadapi langsung kondisi masyarakat sekaligus menguji program yang telah dipersiapkan.

Selama seminggu berada di lokasi pengabdian, keempat tim mulai menjalankan program di desa masing-masing. Seperti apa keseruannya dan tantangan apa yang mereka alami?

Tim Katalis UI Kembangkan Arta Floria di Kakaskasen Dua

Tim Katalis Universitas Indonesia (UI) menjalankan pengabdian di Desa Wisata Kakaskasen Dua, Tomohon, Sulawesi Utara. Salah satu program yang mulai mereka kerjakan adalah Arta Floria, sebuah program ecoprint menggunakan teknik mordanting dengan bunga-bunga khas setempat.

Dalam pelaksanaannya, Irfan dipercaya untuk menangani program tersebut. Kepercayaan dari anggota tim Katalis lainnya membuatnya memiliki tanggung jawab untuk memastikan Arta Floria dapat berjalan sesuai rencana.

"Untuk di program sendiri kan aku membawahi Arta Floria. Nah, dari situlah aku selalu kayak dikasih tanggung jawab dan mereka tuh percaya 100% ke aku untuk meng-handle program ini," ujar Irfan.

Proses menjalankan Arta Floria juga membutuhkan ketelitian. Irfan mengerjakan bagian-bagian program tersebut secara langsung. Rekan satu timnya, Ami, menilai Irfan sebagai sosok yang totalitas dalam menjalankan tanggung jawabnya.

"Yang aku salut, Irfan, dia itu selalu totalitas dalam mengerjakan bagiannya. Dan dia tuh kalau bekerja gesit sekali," kata Ami.

Selain Arta Floria, Tim Katalis UI juga menghadirkan ruang belajar bagi anak-anak di Desa Wisata Kakaskasen Dua. Respons anak-anak menjadi salah satu perkembangan positif yang dirasakan tim selama menjalankan kegiatan.

"Aku cukup kaget, ternyata anak-anak di sini itu juga antusias untuk ikut pelatihannya gitu. Artinya kan mereka memang pingin untuk mengikuti itu," ujar Sarah.

Adaptasi dengan masyarakat setempat juga berjalan cukup baik. Salah satunya karena anggota tim tidak mengalami banyak kesulitan dalam memahami bahasa yang digunakan warga.

"So far sih karena bahasa Manado itu ternyata tidak sesusah itu untuk dimengerti. Jadi untuk adaptasi bahasa tidak sulit. Aku enjoy sih sama warga di sini sejauh ini," kata Divany.

Dengan interaksi yang mulai terbangun, program Tim Katalis UI berjalan bersamaan dengan proses mereka mengenal kehidupan masyarakat Kakaskasen Dua.

Laskar Selasik UGM Bangun Rumah Magot di Desa Wisata Terong

Sementara itu, Tim Laskar Selasik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalankan program di Desa Wisata Kreatif Terong, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung.

Salah satu program mereka adalah Terong Eco Cycle yang di dalamnya terdapat kegiatan pembuatan rumah magot. Tim Laskar Selasik UGM menyiapkan berbagai material untuk pembangunan, termasuk semen dan jaring-jaring yang dibawa menggunakan mobil pikap ke lokasi.

"Untuk siang hari ini tim Laskar Selasik UGM tentunya sedang menjalankan program pembuatan rumah magot. Yang di mana itu salah satu programnya adalah Terong Eco Cycle, bagian dari Terang Eco Cycle. Awal itu rencana ada aku, Vero, Iqmal, sama Nauval. Tapi kok waktu di lapangan di rumah magot kok gak ada Nauval. Ternyata dikasih tahu teman, Nauval malah tidur. Sedangkan kita panas-panasan sore-sore." ujar Faruq.

Untuk mendukung program tersebut, tim juga mendatangkan magot secara online dari Jawa ke Belitung. Saat paket tiba, telur magot yang dikirim ternyata sudah menetas menjadi baby magot. 

Selain menjalankan program pengelolaan lingkungan, Laskar Selasik juga belajar lebih dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir melalui kegiatan Terong Explore. Salah satunya dengan mengikuti aktivitas nyulo bersama warga. 

Kegiatan nyulo merupakan tradisi masyarakat Belitung, khususnya nelayan, untuk mencari ikan, udang, kepiting, dan kerang di laut dangkal pada malam hari saat air laut surut. Para anggota tim harus berjalan cukup jauh menuju lokasi untuk melakukan aktivitas nyulo.

"Kalau untuk kegiatannya nyulo sendiri itu seru banget. Apalagi tuh new experience di mana itu pengalaman pertama aku untuk makan udang. Tentunya udang mentah di mana itu fresh dari hasil nyulo langsung dimakan," kata Faruq.

Bagi salah satu tim pemenang Genera-Z Berbakti 2026 ini, terjun langsung dalam aktivitas tersebut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan hanya melihat keseharian warga dari luar.

"Setelah melakukan kegiatan nyulo terkait program Terong Explore ini. Menurut saya setelah terjun langsung tau bersama warga beda banget. Warga yang dengan jam terbang tinggi langsung dapat. Tapi aku sendiri pun nyari satu aja sesusah itu," ujar Faruq.

Tim Pelita UNPAD Revitalisasi Eco MCK di Gunung Padang

Di Desa Wisata Situs Gunung Padang, Cianjur, Tim Pelita Universitas Padjadjaran menjalankan program Eco MCK. Program tersebut menyasar fasilitas kamar mandi di RT03 Kampung Cilengun, Dusun Gunung Padang.

Tim Pelita UNPAD membagi pekerjaan menjadi dua bagian. Sebagian anggota melakukan pekerjaan revitalisasi fisik, sementara anggota lainnya membersihkan kamar mandi.

"Kami dari tim eco MCK akan melakukan revitalisasi di RT03 Kampung Cilengun, Dusun, Gunung Padang. Kita akan bagi menjadi dua tim. Ada yang akan merevitalisasi baik itu untuk menghaluskan, memplaster. Dan ada juga yang akan membersihkan kamar mandi." ujar Dellpati.

Kondisi fasilitas yang sudah tidak memadai membuat proses revitalisasi membutuhkan tenaga ekstra. Dinding kamar mandi sudah mengalami keropos akibat jamur dan sejumlah bagian bahkan dalam kondisi rompal.

Selain memperbaiki bagian bangunan, tim juga membersihkan toilet dan melengkapi sejumlah kebutuhan bagi pengguna.

"Jadi di sini kita bersih-bersih toilet karena toiletnya itu dekat dengan wisata situs Gunung Padang. Jadi kita bersih-bersih sekaligus melengkapi beberapa amenities contohnya seperti sabun cuci tangan." ujar Laras.

Pekerjaan tersebut kemudian dikejar sesuai timeline yang telah ditentukan. Laras menilai pengaturan waktu penting agar seluruh program dapat selesai tanpa membuat tim terburu-buru di penghujung masa pengabdian.

Program Eco MCK pun menjadi salah satu upaya Tim Pelita UNPAD untuk menjaga fasilitas sanitasi tetap dapat digunakan, terutama karena lokasinya berada di sekitar kawasan wisata Situs Gunung Padang.

Amerta Pertiwi UNAIR Ubah Konsep Rumah Bibit agar Lebih Berkelanjutan

Sementara itu, Tim Amerta Pertiwi Universitas Airlangga menjalankan program rumah bibit berbasis energi terbarukan di Desa Wisata Patakbanteng, Wonosobo.

Dalam perencanaan awal, mereka menyiapkan program revitalisasi rumah bibit dan telah mem-ploting anggaran yang akan digunakan. Namun, setelah melakukan koordinasi dengan warga dan sejumlah penggerak lingkungan setempat, muncul masukan agar rumah bibit direkonstruksi sehingga dapat bertahan lebih lama.

"Jadinya mereka menyarankan untuk rekonstruksi. Dan disitu awalnya kami negosiasi juga bersama warga. Karena kan kita gak mem-ploting buat rekonstruksi. Jadi untuk hemat dana itu enaknya gimana ya. Dan alhamdulillah juga warganya bantu kita. Support banget." lanjut Adib.

Dalam prosesnya, Tim Amerta Pertiwi juga mendapat dukungan dari KPLH atau Komunitas Percintaan Lingkungan Hidup. Sejumlah penggerak lingkungan seperti Mbah Kendang, Kang Iwan, Kang Pi'i, dan Kang Yogi ikut terlibat dalam proses pengembangan program.

Kejutan hadir di tengah momen pengabdian, karena tim Amerta Pertiwi kedatangan bintang tamu spesial yaitu Duta Bakti BCA, Nicholas Saputra. Momen ini menjadi ajang sharing terkait tantangan dan kesulitan yang mereka hadapi selama menjalankan program. 

4 Tim Terus Menyesuaikan Program dengan Kondisi di Lapangan

Perjalanan empat tim pemenang Genera-Z Berbakti 2026 menunjukkan bahwa menjalankan program pengabdian di lapangan membutuhkan lebih dari sekadar persiapan yang matang.

Seiring berjalannya waktu, kepercayaan masyarakat pun mulai tumbuh. Bagi keempat tim, proses tersebut menjadi bagian dari perjalanan untuk memastikan program yang mereka bawa tidak hanya berjalan selama masa pengabdian, tetapi juga memberikan dampak bagi masyarakat di masing-masing desa binaan Bakti BCA ini.

Penasaran dengan cerita lengkap keseruan dan tantangan yang mereka alami? Tonton langsung di episode terbaru Genera-Z Berbakti 2026 di Youtube BCA atau ketik bca.id/genzberbakti. Tayangan inspiratif ini juga bisa disaksikan di Vidio.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |