Bukan Jalan Santai, Ketahui Olahraga yang Lebih Efektif Jaga Kesehatan Jantung

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Anda pasti pernah mendengar jalan kaki baik untuk kesehatan. Namun, jika berbicara aktivitas fisik yang menyehatkan jantung itu ternyata bukan jalan kaki biasa.

"Jalan kaki memang baik, betul baik. Pasti ada kebaikannya, tapi kalau dibilang efektif apa enggak untuk kesehatan jantung, itu kurang efektif," tutur dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan Fahmi Idrus Shahab dari Eka Hospital MT Haryono Jakarta.

Jalan kaki yang bisa bermanfaat untuk kesehatan jantung, kata Fahmi, adalah jalan kaki cepat atau jogging. "Yang disarankan adalah kita jalan kakinya agak cepet ya atau jogging," saran Fahmi ditemui pada Jumat, 23 Januari 2026.

Fahmi mengatakan untuk meningkatkan kesehatan jantung, olahraga yang disarankan sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO) yakni 150 menit per minggu atau sekitar 30 menit per hari.

"Jalan kaki cepat 30 menit per hari atau 150 menit per minggu. Itu minimal ya. Disarankan 150 sampai 300 menit per minggu," lanjut Fahmi.

Cek Heart Rate

Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan saat olahraga adalah heart rate alias detak jantung. Detak jantung maksimal saat olahraga bisa diketahui dengan mengurangi angka 220 dengan usia. Misalnya, berusia 25 tahun. Maka, 220–25 = 195 kali/menit.

Angka tersebut adalah detak jantung maksimal yang didapatkan saat sedang berolahraga. Jika lebih dari itu, maka harus mengurangi intensitas latihan dan beristirahat sejenak.

"Jadi kalau kita jogging nih, misalnya dari hasil perhitungan heart rate 140 kali per menit. Jadi ya dijaga agar heart rate di angka itu," kata Fahmi.

"Jadi, memang ada pengukuran tertentu yang baru menimbulkan kebaikan untuk jantung. Kalau misalnya terlalu lambat, enggak terlalu efektif," tutur Fahmi.

Olahraga Selain Jalan Cepat

Selain jalan cepat ada beberapa olahraga lain yang bisa dilakukan untuk mendukung kesehatan jantung intensitas sedang seperti mengutip laman American Heart Associaton (AHA) yakni:

- aerobik air

- menari

- berkebun

- tenis (ganda)

- bersepeda dengan kecepatan kurang dari 16 km per jam.

Lalu, ada juga aktivitas intensitas tinggi akan mendorong tubuh lebih keras yang membuat tubuh berkeringat. Olahraga ini membuat napas yang cepat dan dalam membuat Anda sulit mengatur napas untuk berbicara. Contohnya adalah:

- mendaki bukit atau membawa ransel berat

- berlari

- berenang beberapa putaran

- menari aerobik yang energik- bersepeda 16 km per jam atau lebih cepat

- lompat tali

Lanjut Baca:

28 Juta Orang Indonesia Alami Gangguan Jiwa, Ini 7 Kelompok yang Paling Rentan

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |