Beiersdorf Indonesia Investasi Rp 1 Triliun Pabrik di Malang, Kapasitas Produksi Naik 50 Persen

7 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Beiersdorf Indonesia meresmikan ekspansi pusat produksinya di Malang, Jawa Timur, yang menandai babak baru dalam perjalanan perusahaan asal Jerman ini di Indonesia. Investasi senilai 52,8 juta Euro atau sekitar Rp1 triliun ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi tahunan hingga sekitar 50 persen.

Acara peresmian turut dihadiri sejumlah pejabat dan tamu penting, di antaranya Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, perwakilan Pemerintah Kabupaten Malang, Andi Maulana selaku Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Oliver Sperling, Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Jerman di Jakarta. Dari pihak Beiersdorf, hadir CEO Vincent Warnery bersama jajaran Board Members, Ramon A. Mirt, Sawan Malik dan Abhishek Badodekar.

Teknologi Baru Dorong Efisiensi Produksi

Production Director Beiersdorf Indonesia, Abhishek Badodekar, dalam sambutannya menjelaskan bahwa ekspansi ini merupakan hasil dari perencanaan matang dan kerja sama berbagai tim selama berbulan-bulan. Ia menyebut sejumlah teknologi baru yang dihadirkan, mulai dari lini pengisian dan pengemasan otomatis berkecepatan tinggi, sistem dosis bahan baku otomatis, pemantauan efisiensi secara real-time, sistem pemantauan energi, hingga sistem manajemen gedung.

"Ekspansi ini juga secara signifikan memperkuat kapabilitas produksi kami, dengan kapasitas produksi tahunan yang diperkirakan meningkat sekitar 50 persen," ujar Abhishek. Ia menambahkan, peningkatan ini memberikan fleksibilitas lebih besar untuk merespons permintaan yang terus tumbuh, tanpa mengesampingkan standar kualitas dan keamanan produk.

Malang Jadi Pabrik Beiersdorf Tertua di Emerging Markets

Sementara itu, CEO Beiersdorf AG Vincent Warnery mengungkapkan bahwa perjalanan manufaktur Beiersdorf di Malang dimulai sejak 1980, menjadikannya situs produksi Beiersdorf tertua di kawasan Emerging Markets. Saat produksi dimulai, hanya ada 10 operator. Kini, jumlahnya telah berkembang menjadi 160 operator dari total lebih dari 290 karyawan.

Vincent turut menyoroti kisah loyalitas karyawan sebagai bagian penting dari perjalanan ini. "Baru-baru ini, tiga operator pensiun atau akan pensiun setelah lebih dari tiga dekade mengabdi, termasuk dua rekan dengan masa kerja 31 tahun dan satu rekan dengan 32 tahun di pabrik ini," ungkapnya.

Ia juga menegaskan komitmen jangka panjang Beiersdorf melalui strategi "Win with Care" yang mengedepankan kemenangan bersama konsumen, karyawan, mitra, dan komunitas sekitar.

"Ekspansi yang kami resmikan hari ini merepresentasikan investasi sebesar 52,8 juta Euro, atau sekitar Rp1 triliun," kata Vincent, seraya menegaskan pabrik Malang kini memasok lebih dari 90 persen kebutuhan pasar lokal Indonesia serta menjadi satu-satunya situs produksi Beiersdorf yang memproduksi Hansaplast di Emerging Markets.

Lokasi Strategis untuk Pertumbuhan Bisnis

President Director Beiersdorf Indonesia, Sawan Malik, menekankan pentingnya pasar Indonesia bagi Beiersdorf. Menurutnya, gaya hidup konsumen, iklim tropis, dan kebutuhan perawatan kulit yang khas menjadi dasar bagi perusahaan dalam berinovasi dan menciptakan produk yang relevan.

Sawan juga menyoroti keunggulan lokasi Malang, yang dinilai strategis karena kedekatannya dengan Surabaya sehingga memberikan akses logistik darat dan laut yang kuat, serta didukung ekosistem pendidikan yang kokoh untuk pengembangan talenta lokal.

"Melalui Ekspansi Malang ini, kami memperkuat fondasi tersebut. Kami meningkatkan kapasitas produksi, menghadirkan teknologi dan otomasi yang lebih canggih, serta membuat operasional kami lebih efisien dan berkelanjutan," ujar Sawan. Ia menambahkan bahwa dampak kehadiran Beiersdorf di Malang turut menciptakan peluang bagi pemasok lokal, kontraktor, dan mitra logistik di sekitar wilayah tersebut.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |