Bedah Gaya Gothic Jennie BLACKPINK yang Viral di MV Fallen Angel, Sinyal Era Baru Karier Solonya?

2 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Jennie BLACKPINK tidak sekadar mengenakan busana gothic dalam video musik Fallen Angel. Ia menjadikan fashion sebagai bagian dari karakter yang bergerak di antara dunia nyata, fantasi, terang, dan kegelapan. Setiap perubahan tampilan membantu membangun sosok fallen angel yang menjadi pusat cerita.

Kekuatan styling Jennie terletak pada kontras, melansir My Kpop News, Senin (31/8/2026). Ia tidak mengandalkan busana serba hitam untuk menerjemahkan estetika gothic. Tampilan bernuansa putih menghadirkan kesan surgawi dan rapuh, sementara warna merah memberikan energi yang lebih dramatis.

Busana dengan karakter gelap kemudian membawa sosoknya ke wilayah yang lebih misterius dan tegas. Gaun glass organza menjadi salah satu tampilan yang paling kuat dalam membangun sisi ethereal tersebut.

Materialnya yang ringan dan transparan menciptakan kesan seperti lapisan tipis yang membungkus sosok malaikat. Efek tersebut bekerja karena hadir berhadapan dengan atmosfer MV yang justru penuh kabut, bayangan, dan elemen surreal.

Jennie kemudian menggeser karakter melalui tampilan yang lebih gelap. Warna hitam memberikan bobot visual yang berbeda dari gaun bernuansa terang. Siluet yang lebih terstruktur juga menghadirkan kesan kuat dan protektif.

Perubahan ini membuat konsep fallen angel terasa tidak seperti gambaran malaikat yang sepenuhnya lembut, melainkan figur yang memiliki sisi keras. Styling tersebut menunjukkan bahwa Jennie memainkan gagasan tentang dualitas.

Ia bisa terlihat feminin tanpa harus tampil manis, glamor tanpa kehilangan kesan misterius, serta rapuh sekaligus memiliki otoritas. Kontras karakter itu membuat estetika gothic dalam Fallen Angel terasa lebih berlapis.

Melintasi Zaman

Referensi fashion juga bergerak melintasi zaman. Gaya flapper dari era 1920-an memberikan sentuhan vintage di tengah dunia visual yang sangat kontemporer.

Referensi tersebut memperkaya karakter Jennie tanpa membuat keseluruhan tampilan terasa seperti kostum periode. Ia tetap menjadi bagian dari dunia fantasi yang dibangun melalui sinematografi dan styling.

Aksesori dan alas kaki ikut memperkuat pendekatan tersebut. Elemen styling mengambil inspirasi dari alam dan berpadu dengan busana untuk menciptakan karakter yang terasa seperti hidup di sebuah dongeng.

Fashion akhirnya tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi salah satu perangkat yang menyatukan Jennie dengan dunia Fallen Angel. Pendekatan itu sejalan dengan atmosfer MV yang menggabungkan berbagai pertentangan.

Billboard menggambarkan video tersebut sebagai dongeng yang mempertemukan terang dan gelap, api unggun dan bunga, kupu-kupu dan mimpi buruk, serta puisi dan rasa sakit. Fashion Jennie menerjemahkan pertentangan tersebut melalui perubahan tampilan yang terus bergerak.

Sisi Gelap Fantasi

Dunia visual Fallen Angel sendiri terasa seperti fantasi yang memiliki sisi gelap. MV menampilkan lanskap berkabut, rumah-rumah kecil dengan mata, gedung-gedung tinggi, bunga, air, kupu-kupu, angsa, dan api. Jennie menjadi figur yang menghubungkan seluruh elemen tersebut.

Konsep tersebut membuat pilihan busana memiliki fungsi naratif. Tampilan terang dapat dibaca sebagai representasi sisi surgawi, sedangkan elemen gelap membawa karakter menuju wilayah yang lebih kompleks.

Fashion juga memperkuat gagasan tentang fallen angel sebagai karakter yang berada di antara dua dunia. Jennie tidak digambarkan sebagai malaikat yang sempurna. Ia hadir dalam dunia yang memperlihatkan keindahan sekaligus rasa sakit, kebebasan sekaligus tekanan.

Narasi MV mendukung pembacaan tersebut sejak adegan pembuka. Seorang anak terlihat berada di antara rumah-rumah kecil dalam panggung yang tampak terdistorsi.

Narasi menyebut keserakahan manusia sebagai penyebab rumah-rumah tersebut menjadi semakin berat. Kamera kemudian memperlihatkan lanskap berkabut dengan gedung-gedung tinggi yang mendominasi.

Menandai Era Baru?

Pendekatan styling ini menjadi semakin menarik ketika ditempatkan dalam konteks karier solo Jennie. Fallen Angel merupakan digital EP tiga lagu yang juga berisi "Heaven" dan "Less Than a Lover." Proyek tersebut dirilis melalui ODD ATELIER (OA), perusahaan sekaligus label milik Jennie.

OA menggambarkan EP tersebut sebagai karya yang berasal dari tempat yang sangat personal dan menjadi bentuk ekspresi diri Jennie yang paling jujur.  Belum ada kepastian bahwa estetika gothic akan menjadi identitas permanen Jennie.

Namun, Fallen Angel menunjukkan sebuah arah yang menarik: fashion tidak lagi sekadar menjadi bagian dari penampilan Jennie, tapi sebagai bahasa untuk menceritakan karakter dan dunia yang ingin ia bangun.

Jika ini memang menjadi penanda era baru, Jennie tidak sekadar mengganti warna pakaian dari terang menjadi gelap. Ia sedang memperluas cara menggunakan fashion untuk mendefinisikan dirinya sebagai solois.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |