Liputan6.com, Jakarta - Memiliki alergi terhadap serbuk sari bukan berarti Anda harus mengucapkan selamat tinggal pada hobi berkebun atau berhenti menikmati suasana taman. Dengan penataan yang tepat, ruang hijau di rumah tetap bisa menjadi tempat bersantai yang nyaman tanpa membuat Anda khawatir berlebihan terhadap paparan serbuk sari.
Kuncinya terletak pada pemilihan tanaman dan desain taman yang lebih cermat. Melansir Homes and Gardens, 29 April 2026, tanaman yang penyerbukannya dibantu serangga seperti lebah dan kupu-kupu umumnya melepaskan lebih sedikit serbuk sari ke udara dibandingkan tanaman yang mengandalkan angin sebagai media penyerbukan.
Karena itu, jenis tanaman ini lebih cocok dipilih untuk menciptakan taman yang ramah bagi penderita alergi. Tak hanya tanaman, elemen lanskap juga berperan penting dalam mengurangi penyebaran serbuk sari.
Pagar tanaman, semak, maupun dinding hijau dapat berfungsi sebagai penghalang alami yang memperlambat aliran udara pembawa serbuk sari dari dalam maupun luar taman. Kehadiran elemen tersebut membantu melindungi area yang sering digunakan, seperti teras, pintu masuk, atau sudut bersantai.
Menciptakan taman yang lebih aman bagi penderita alergi bukan berarti mengorbankan keindahan bunga. Justru, penataan yang matang memungkinkan Anda tetap menghadirkan taman yang penuh warna sekaligus lebih nyaman dinikmati setiap hari.
Dengan memilih tanaman yang tepat dan menempatkannya secara strategis, Anda dapat mengurangi paparan serbuk sari tanpa kehilangan nilai estetika. Berikut beberapa trik desain taman yang direkomendasikan para ahli untuk mewujudkannya.
1. Pilih Tanaman Minim Serbuk Sari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570056/original/085396000_1777497958-IMG-20260430-WA0005.jpg)
Perbesar
Tanaman yang mengandalkan angin sebagai media penyerbukan menjadi salah satu sumber utama penyebaran serbuk sari di taman. Kelompok ini mencakup berbagai jenis pohon, semak, hingga tanaman tahunan yang mampu melepaskan serbuk sari dalam jumlah besar ke udara sehingga lebih berisiko memicu reaksi alergi.
Untuk mengurangi paparan, pilihlah tanaman yang penyerbukannya dibantu serangga seperti lebah dan kupu-kupu. Jenis tanaman ini menghasilkan serbuk sari yang lebih berat sehingga tidak mudah beterbangan tertiup angin.
Umumnya, tanaman tersebut juga memiliki bunga berwarna cerah dan beraroma harum untuk menarik penyerbuk. Sebaliknya, pohon ek, birch, dan cedar dikenal sebagai penghasil serbuk sari tinggi. Tanaman seperti aster, bunga matahari, krisan, ragweed, serta rumput hias juga sebaiknya tidak ditanam di dekat pintu masuk, teras, atau area duduk yang sering digunakan.
2. Prioritaskan Tanaman Rendah Serbuk Sari di Area Aktif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570057/original/049010400_1777497959-IMG-20260430-WA0012.jpg)
Perbesar
Saat menata taman yang ramah bagi penderita alergi, perhatikan jenis tanaman yang ditempatkan di area dengan aktivitas tinggi, seperti teras, dek, atau pintu masuk. Sebaiknya pilih tanaman yang penyerbukannya dibantu serangga karena serbuk sarinya lebih berat sehingga tidak mudah terbawa angin.
Ahli dari Easy Garden Irrigation, Lucie Bradley, menyarankan beberapa tanaman rendah alergen, seperti begonia, clematis, dan snapdragon. Sebaliknya, tanaman seperti wisteria, melati, dan aster sebaiknya tidak ditempatkan di area yang sering digunakan karena berpotensi melepaskan lebih banyak serbuk sari ke udara.
Di antara pilihan tersebut, snapdragon menawarkan nilai tambah dari sisi fungsi dan estetika. Bunganya tumbuh pada tangkai yang tinggi dengan warna-warna cerah sehingga memberi aksen menarik di taman.
Struktur bunganya yang relatif tertutup juga membantu menahan serbuk sari agar tidak mudah beterbangan. Meski tetap menarik lebah dan kupu-kupu sebagai penyerbuk, karakteristik ini membuat snapdragon menjadi pilihan tepat untuk menciptakan taman yang indah sekaligus lebih nyaman bagi penderita alergi.
3. Atur Jarak Tanaman Berisiko Tinggi dari Area Utama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570058/original/027757600_1777497960-IMG-20260430-WA0010.jpg)
Perbesar
Memiliki tanaman dengan tingkat penyerbukan tinggi bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Banyak di antaranya tetap memberikan nilai estetika melalui bentuk, tekstur, hingga gerakan alami yang membuat taman terasa lebih hidup. Yang terpenting adalah menempatkannya di lokasi yang tepat.
Usahakan tanaman tersebut berada jauh dari pintu, jendela, teras, atau area duduk agar serbuk sari tidak mudah masuk ke dalam rumah maupun terhirup saat Anda beraktivitas di luar. Arah angin juga perlu diperhatikan.
Menempatkan tanaman di sisi datangnya angin dapat membantu mengalihkan serbuk sari menjauh dari area utama. Matt Tutt, tukang kebun yang juga menderita alergi serbuk sari, mengaku tetap menanam berbagai jenis pohon.
Bedanya, ia menempatkan tanaman tersebut di bagian belakang kebun sehingga tidak terlalu dekat dengan area yang sering digunakan sehari-hari.
4. Manfaatkan Penghalang Alami untuk Menahan Serbuk Sari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570059/original/037487700_1777498168-IMG-20260430-WA0014.jpg)
Perbesar
Membuat taman yang benar-benar bebas serbuk sari memang hampir mustahil, tapi paparannya dapat dikurangi dengan desain yang tepat. Salah satu cara paling efektif adalah menghadirkan penghalang fisik untuk membatasi pergerakan serbuk sari yang terbawa angin.
Direktur Pertanian The Hope Farm, Dominique Kline, menyarankan pembuatan zona penyangga melalui kombinasi tanaman yang beragam, menghindari dominasi tanaman yang diserbukkan angin, serta menambahkan pagar atau tanaman pagar yang rimbun.
Elemen ini berfungsi sebagai pelindung alami yang membantu mengurangi masuknya serbuk sari ke area seperti teras dan tempat bersantai, termasuk yang berasal dari taman sekitar.
Jika memilih tanaman pagar, gunakan jenis yang penyerbukannya dibantu serangga, seperti hawthorn, holly, guelder rose, atau pyracantha. Pagar sebaiknya memiliki tinggi sekitar 1,5–2 meter dengan struktur yang rapat untuk menahan angin sekaligus menyaring serbuk sari.
5. Batasi Area Rumput untuk Mengurangi Produksi Serbuk Sari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570060/original/003490100_1777498169-IMG-20260430-WA0013.jpg)
Perbesar
Rumput menjadi salah satu penyumbang serbuk sari terbesar di taman, terutama saat memasuki masa berbunga. Karena itu, mengurangi luas hamparan rumput dapat menjadi cara efektif untuk menekan paparan alergen di sekitar rumah.
Bila ingin tetap memiliki halaman rumput, lakukan pemotongan secara rutin agar rumput tidak sempat berbunga dan menghasilkan banyak serbuk sari. Menjaga rumput tetap pendek merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko alergi.
Sebagai alternatif, Anda dapat mengganti sebagian area rumput dengan elemen lanskap keras, seperti teras, dek, atau hamparan kerikil. Selain lebih minim perawatan, desain ini juga memberikan kesan modern pada taman.
Tambahkan tanaman berbunga yang penyerbukannya dibantu serangga dalam pot atau petak tanam di sekitar area tersebut supaya tampilannya tetap asri. Dengan begitu, taman tetap berwarna tanpa meningkatkan paparan serbuk sari secara signifikan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315636/original/000566900_1785845043-97d9dfbd-4e7f-4c1d-9789-078cbabcabcf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2923702/original/098120700_1569563536-kinga-cichewicz-FVRTLKgQ700-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335647/original/093540500_1788010573-fbafc860-63ec-4bac-b0cd-776a4ba8f6d1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1667991/original/d74fe50f69a56732e390a14512bb9d5f-075440700_1501757683-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335341/original/049692700_1787972303-Copy_of_YAN02488.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335385/original/097247100_1787976117-Mie_kikil_pedas_nikmat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4981096/original/034023600_1730001086-000_32HR69B.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335313/original/038103400_1787969589-q.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335319/original/064957000_1787970621-525bab75-7d61-444c-a118-9e9a1d031b36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508612/original/094972200_1771580834-mie_kuah_susu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2021246/original/076241500_1521705616-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4948537/original/079557100_1726804807-pexels-hiday-t-i-sg-nd-rsoy-1178625345-23092150.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327405/original/051904200_1787108386-ntt7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361913/original/044378400_1758797615-IMG-20250925-WA0011.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3073545/original/015260600_1583901805-20200311-Corona-Menyebar_-Bandara-di-Thailand-Jadi-Lengang-AFP-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334963/original/030276300_1787907209-3b77c724-df57-4e3b-9a73-6d462981f7c3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477872/original/032753000_1768883909-unnamed_-_2026-01-20T113427.167.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559407/original/006758300_1776571799-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2805067/original/063382200_1557820021-20190514-Pesona-Menakjubkan-Pulau-Jeju-Korea-Selatan3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9295679/original/089002300_1783937817-IMG_2032.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5772023/original/003677500_1778674939-KV_MASTER_LANDSCAPE_PAW_PATROL_MAIN_KV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6590892/original/028812500_1779430402-WhatsApp_Image_2026-05-22_at_09.39.34.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6682149/original/080813600_1779504411-20260522_095154.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6610471/original/011715300_1779444215-ep-06-semua-demi-keluarga-28c099.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574219/original/053227900_1777965448-cropped-6344059f-247c-497b-aae5-e40a882cdcdf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5686292/original/032880500_1778560068-Memutihkan_Gigi_Kuning_Membandel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5182268/original/044611800_1744080588-WhatsApp_Image_2025-04-08_at_09.22.25.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4953479/original/097256800_1727324938-fotor-ai-20240926112346.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454962/original/092834600_1766587434-Screenshot_2025-12-24_213937.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5232439/original/082617800_1748237422-WhatsApp_Image_2025-05-26_at_12.21.20_3b863ea9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490713/original/030649700_1770022133-pexels-sora-shimazaki-5938242.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256068/original/018149700_1781146804-20260609_153019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4704631/original/076475500_1704246546-Ilustrasi_olahraga_lari_di_malam_hari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5931414/original/017395600_1778829035-cimol.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1549767/original/057929400_1490704877-20170328-Penumpang-KRL-FF5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575360/original/005981900_1778046151-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5577319/original/064347300_1778050394-Gemini_Generated_Image_nibzldnibzldnibz.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5045799/original/049621300_1736243293-minuman_jahe_serai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5690178/original/084981600_1778565670-wsw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515274/original/047130800_1772168050-grup_chat.jpg)