Liputan6.com, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi enam kasus dugaan hantavirus di kapal pesiar MV Hondius. Tiga penumpang di antaranya dilaporkan meninggal dunia dan seorang pria Inggris sedang berjuang untuk hidupnya akibat wabah 'penyakit pernapasan parah' di kapal MV Hondius yang berlayar dari Ushuaia di Argentina ke Cape Verde d Afrika.
Salah seorang penumpang yang meninggal dunia adalah laki-laki berusia 70 tahun yang meninggal di atas kapal. Jenazahnya saat ini berada di Pulau Saint Helena, wilayah Inggris di Atlantik Selatan.
Istrinya yang berusia 69 tahun kemudian jatuh sakit di atas kapal dan dievakuasi ke Afrika Selatan. Nyawanya tak tertolong di rumah sakit Johannesburg. Seorang warga Inggris berusia 69 tahun juga dibawa ke Johannesburg dan kini dirawat di ruan perawatan intensif.
WHO mengatakan malam ini bahwa mereka 'menyadari kasus-kasus penyakit pernapasan akut parah di kapal pesiar yang berlayar di Atlantik'. Pihak berwenang mengonfirmasi tiga orang meninggal di dalam kapal, salah satunya akibat hantavirus, dan mengatakan sedang menyelidiki total enam kasus yang dicurigai.
Mengutip Daily Mail, Senin (4/5/2026), seorang juru bicara mengatakan, "Hingga saat ini, satu kasus infeksi hantavirus telah dikonfirmasi melalui laboratorium, dan ada lima kasus tambahan yang dicurigai. Dari enam individu yang terdampak, tiga telah meninggal dan satu saat ini berada di perawatan intensif di Afrika Selatan."
Departemen Kesehatan Afrika Selatan mengonfirmasi bahwa seorang turis Inggris sedang dirawat di rumah sakit di negara tersebut.
2 Penumpang Hantavirus Lainnya Masih di Kapal Pesiar
Pengujian laboratorium dan investigasi epidemiologi juga dikatakan sedang dilakukan, dengan perawatan dan dukungan medis diberikan kepada penumpang dan awak kapal. WHO mengonfirmasi 'pengurutan virus' yang dilakukan untuk memahami penularan dan mutasi sedang berlangsung.
"Investigasi dan respons kesehatan masyarakat internasional yang terkoordinasi sedang berlangsung. Kami akan membagikan informasi lebih lanjut seiring ketersediaannya," kata juru bicara WHO itu.
Sebuah sumber yang dekat dengan kasus tersebut mengatakan jumlah korban sementara adalah tiga orang meninggal, termasuk pasangan suami istri asal Belanda. Berbicara secara anonim, mereka menambahkan bahwa diskusi sedang berlangsung untuk memutuskan apakah dua penumpang yang sakit harus diisolasi di rumah sakit di Cape Verde.
Mereka mengatakan kapal tersebut akan melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary di Spanyol. MV Hondius terdaftar sebagai kapal pesiar kutub di situs web beberapa agen perjalanan. Kapal ini dioperasikan oleh perusahaan tur yang berbasis di Belanda, Oceanwide Expeditions.
Dipantau Pemerintah Inggris
Salah satu pelayaran menawarkan rencana perjalanan yang berangkat dari Ushuaia menuju Tanjung Verde, dengan singgah di pulau Georgia Selatan dan Saint Helena. Menurut beberapa situs pelacakan kapal online, MV Hondius berada di lepas pelabuhan Praia, ibu kota Tanjung Verde, pada Minggu, 3 Mei 2026.
Kapal tersebut dapat menampung sekitar 170 penumpang dan memiliki sekitar 70 awak kapal. Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan kepada Daily Mail, "Kami memantau dengan cermat laporan tentang potensi wabah hantavirus di kapal pesiar Hondius dan siap mendukung warga negara Inggris jika diperlukan. Kami sedang berhubungan dengan perusahaan kapal pesiar dan otoritas setempat."
Hantavirus - sebuah keluarga virus - menyebar melalui hewan pengerat, khususnya melalui kontak dengan urin, kotoran, dan air liur mereka, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS. Hantavirus diketahui menyebabkan berbagai penyakit pada manusia, mulai dari penyakit ringan seperti flu hingga penyakit pernapasan berat atau penyakit hemoragik.
Gejala dan Cara Penanganan Penyakit Hantavirus
Mengutip kanal Health Liputan6.com, hantavirus tergolong penyakit langka tetapi memiliki tingkat kematian yang tinggi, yaitu sekitar 38-42 persen. Meskipun penularan bisa terjadi melalui gigitan atau cakaran tikus, metode ini jarang terjadi. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari paparan terhadap hewan pengerat sangat penting dalam pencegahan penyakit ini.
Gejala Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) biasanya muncul dalam rentang satu hingga delapan minggu setelah seseorang terpapar virus. Gejala awal yang sering terjadi meliputi demam; rasa lemah dan nyeri otot, terutama di bagian pinggul, punggung, dan bahu; sakit kepala dan pusing; menggigil; dan gangguan pencernaan seperti nyeri perut, mual, dan muntah.
Setelah 4--10 hari sejak gejala awal muncul, kondisi pasien dapat memburuk. Gejala yang lebih serius antara lain batuk,sesak napas, dada terasa berat dan tertekan akibat cairan yang memenuhi rongga paru.
Karena tingkat keparahan penyakit ini cukup tinggi, penderita sering kali memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Namun saat ini, belum ada pengobatan spesifik yang dapat menyembuhkan hantavirus. Penanganan yang tersedia bersifat terapi suportif, seperti menjaga keseimbangan cairan tubuh (hidrasi), memberikan oksigen, serta menangani gejala yang muncul sesuai kondisi pasien.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573389/original/079875200_1777895836-000_1BT7FE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572770/original/093013700_1777869045-telur_kuning_lembut.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573118/original/051308800_1777881628-cara_memasak_ayam_kampung_biar_cepat_empuk_tanpa_presto.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573211/original/091552400_1777885045-000_KL9OJ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573093/original/045651400_1777880991-unnamed__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572911/original/028874200_1777874946-HL_tahu_isi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477161/original/096360300_1768810454-Ilustrasi_Nagasari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4001976/original/016169500_1650523898-20220421-KARTINI-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573040/original/063440900_1777879210-Gemini_Generated_Image_3yivu3yivu3yivu3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4912209/original/053205000_1723079757-bolu_kojo_kuku_s_palembang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572733/original/087578400_1777866590-cropped-8dfcd0c3-e5eb-42bc-ad58-7f001a8e7eec.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444686/original/016568900_1765786264-Depositphotos_404261044_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572825/original/051347900_1777871425-cropped-fa9c9a35-d53d-430b-be0d-a514c9a0bb44.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572608/original/009704000_1777861014-000_A93J6FX.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572696/original/061718100_1777865604-cropped-bec70b63-fee3-40f4-9bcc-d4d3a975b12c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572844/original/036257300_1777872789-unnamed__14_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5391616/original/009519500_1761359798-tumis_kangkung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572758/original/020500300_1777868137-Gemini_Generated_Image_4ne67x4ne67x4ne6.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572773/original/065433800_1777869202-orak_arik_daun_kelor_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572640/original/043306000_1777863657-cropped-f82c42df-afb7-40a0-9492-a0882b198e08.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464514/original/053226100_1767692533-Cocomelon_-_Main_KV_-_Poster_KV_Master_Landscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473038/original/019529500_1768384173-WhatsApp_Image_2026-01-12_at_17.06.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474580/original/050541100_1768489629-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_10.00.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441925/original/083440000_1765521629-WhatsApp_Image_2025-12-12_at_13.31.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454036/original/068509500_1766547463-Stasiun_Gambir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469261/original/072782000_1768102784-jennie_gda2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428143/original/073281800_1764480694-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477081/original/014158100_1768808089-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_14.25.45.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498890/original/093027800_1770725754-image__57_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4762442/original/092574700_1709625037-IMG_1493.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483775/original/060597100_1769403155-victoria_beckham.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5120415/original/075934000_1738656767-Kim_Seon_Ho.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467829/original/097099200_1767931642-turis_di_kuil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478141/original/024911500_1768892922-ATK_BOLANET_UCL_2025_2026_SCHEDULE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463895/original/063429600_1767673525-unnamed_-_2026-01-06T112459.720.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469920/original/042097800_1768191356-mia_goth.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485154/original/028256900_1769496101-siti_nadia.jpeg)