Rutinitas Sehat Dhea Natasya, Peselancar Indonesia Pertama yang Lolos World Surf League

23 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Di balik pencapaian Dhea Natasya sebagai perempuan Indonesia pertama yang lolos ke ajang World Surf League (WSL) World Longboard Tour 2026, tersimpan rutinitas yang nyaris tak berubah dari hari ke hari. Tidak ada jalan pintas menuju ombak terbaik, hanya kebiasaan kecil yang dilakukan dengan disiplin dan penuh kesabaran.

Kedekatan Dhea dengan laut berawal ketika ia masih berusia sembilan tahun. Ayahnya yang bekerja di pantai memperkenalkan papan selancar setelah melihat putrinya gemar bermain di tepi laut.

Pengalaman pertama justru membuatnya ketakutan karena belum bisa berenang. Rasa takut itu perlahan berubah menjadi rasa penasaran setelah melihat sang adik memenangkan kompetisi selancar. "Setelah melihat adik membawa pulang piala, saya ingin belajar lagi. Dari situ saya terus surfing sampai akhirnya jatuh cinta dengan olahraga ini," tutur Dhea saat jumpa pers di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Sejak saat itu, pantai menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya. Sepulang sekolah, ia langsung menuju laut dan menghabiskan waktu berjam-jam di atas papan selancar.

Kebiasaan yang awalnya hanya dilandasi rasa senang perlahan membentuk kemampuan, ketahanan fisik, sekaligus mental yang kini mengantarnya bersaing dengan peselancar terbaik dunia. Rutinitas itu tetap bertahan hingga sekarang.

Latihan hampir dilakukan setiap hari sebagai bagian dari persiapannya menghadapi berbagai kompetisi internasional. Dhea percaya kemampuan tidak dibangun lewat satu latihan yang sempurna, melainkan dari proses yang terus diulang tanpa henti.

Jaga Pola Makan

Laut selalu menawarkan tantangan berbeda, sehingga setiap sesi menjadi kesempatan untuk belajar membaca ombak, memperbaiki teknik, dan melatih fokus. "Saya tidak pernah merasa puas dengan satu sesi latihan karena setiap hari selalu ada hal yang bisa dipelajari," katanya.

"Buat saya," ia menyambung. "Latihan bukan hanya untuk fisik, tapi juga menjaga mental supaya tetap siap menghadapi tantangan."

Kesibukan berlatih juga diimbangi dengan perhatian terhadap pola makan. Sebelum berangkat ke pantai, Dhea terbiasa menyantap buah-buahan yang telah dipotong sang ibu. Semangkuk yogurt dari YUMMY jadi pelengkap menu sarapan agar tubuhnya memiliki energi yang cukup untuk menjalani latihan selama berjam-jam.

Varian blueberry menjadi favorit Dhea karena terasa segar dan mudah dipadukan dengan potongan apel, pisang, anggur, maupun semangka yang hampir selalu tersedia di rumah. Kebiasaan sederhana tersebut sejalan dengan keyakinan Dhea bahwa menjaga kebugaran tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang rumit.

Konsistensi Dhea Natasya

Konsistensi dalam memilih makanan bergizi, menjaga waktu istirahat, serta tetap aktif bergerak menjadi bagian penting dari persiapannya menghadapi kompetisi. Bagi Dhea, kesehatan merupakan fondasi utama agar tubuh mampu beradaptasi dengan ritme latihan yang padat.

Perjalanan menuju World Surf League juga dipenuhi keputusan besar. Setelah lama bertanding di nomor shortboard, Dhea memilih beralih ke longboard pada 2019. Ia melihat peluang yang lebih terbuka bagi atlet perempuan Indonesia untuk berkembang di nomor tersebut.

Keputusan itu menuntut penyesuaian teknik sekaligus intensitas latihan yang lebih tinggi. Ketekunan tersebut akhirnya membawanya menembus berbagai ajang internasional hingga mengamankan tiket menuju World Surf League World Longboard Tour 2026.

Langkah menuju panggung dunia sempat tertahan persoalan yang jauh dari urusan teknik berselancar. Biaya perjalanan menuju seri penentuan di Jepang, termasuk pengangkutan papan longboard, menjadi tantangan tersendiri.

Kerja Sama dengan YUMMY Dairy

Kesempatan itu akhirnya terbuka berkat dukungan YUMMY Dairy yang melihat kesamaan nilai dengan perjalanan Dhea. Jenama susu segar asal Bali tersebut mendampinginya sebagai bagian dari YUMMY Fam dalam perjalanan menuju kompetisi dunia.

President Director YUMMY Dairy Emireza Arifin menilai perjalanan Dhea menunjukkan bahwa prestasi besar lahir dari kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. "Di tengah dunia yang serba instan, Dhea memperlihatkan bahwa disiplin, komitmen, dan konsistensi menjadi fondasi untuk mencapai mimpi yang lebih besar. Semangat itu yang ingin kami hadirkan melalui #YUMMYTiapHari," ujarnya.

Dukungan tersebut menjadi penyemangat baru bagi Dhea untuk melangkah lebih jauh. Ia akan menjalani empat seri World Surf League World Longboard Tour 2026–2027 yang berlangsung di Huntington Beach, Amerika Serikat, Bells Beach, Australia, La Union, Filipina, dan El Salvador.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |