Chef Martin Praja Merangkai Nostalgia Lewat Sajian Cita Rasa Nusantara

3 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Setiap hidangan menyimpan cerita yang melampaui perpaduan bahan dan bumbu. Hal inilah yang terasa dalam kolaborasi "Cerita Dapur Martin Praja di Noesaka" yang mempertemukan Noesaka dengan Chef Martin Praja melalui rangkaian menu yang terinspirasi dari perjalanan hidup sang chef.

Kolaborasi tersebut hadir bertepatan dengan pembukaan outlet keempat Noesaka di Pacific Place, Jakarta, pada Kamis, 3 September 2026. Menu yang disajikan membawa kenangan dari berbagai fase kehidupan Chef Martin, mulai dari masa kecil di Bogor hingga pengaruh kuliner Manado dari keluarga sang istri.

"Menu ini sebenarnya berasal dari pengalaman hidup saya juga. Ada cungkring, itu adalah tempat di mana saya lahir dan dibesarkan di Kota Bogor, lalu ada ngo hiang ayam udang, itu juga salah satu menu yang selalu dihadirkan oleh orang tua saya," kata Chef Martin saat jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Cerita keluarga berlanjut melalui udang goreng asam Jawa yang diadaptasi dari masakan sang ibu. Sementara itu, sentuhan Manado hadir dalam ayam tinorangsak dan brokoli sambal roa. Terong bakar taoco melengkapi pilihan dengan perpaduan rasa gurih dan aroma smoky.

Seluruh menu tersebut dikembangkan selama sekitar dua bulan. Prosesnya menjadi perjalanan untuk menerjemahkan memori personal Chef Martin ke dalam sajian yang akrab, namun tetap memiliki karakter khas, sehingga kisah dari dapurnya dapat dinikmati oleh lebih banyak orang.

Nostalgia dalam Setiap Suapan

Mencicipi rangkaian menu kolaborasi ini menghadirkan pengalaman rasa yang beragam, mulai dari gurih dan sedikit pedas hingga kuah kaya dengan tekstur yang lembut. Ngo hiang ayam udang menjadi salah satu sajian yang menarik perhatian.

Rasa ayam terasa lebih dominan, sementara karakter udang tetap hadir sehingga perpaduannya terasa seimbang. Saus ngo hiang memberikan aksen tersendiri dengan cita rasa yang menyerupai sambal tomat dan tingkat kepedasan yang ringan. Sajian ini pun cocok bagi pencinta rasa gurih yang tidak terlalu menyukai sensasi pedas.

Berbeda dari hidangan tersebut, sate cungkring menawarkan tekstur kikil yang lunak dan mudah dikunyah. Sentuhan rasa pedas yang tipis turut memperkaya sajian yang terinspirasi dari kuliner Bogor ini.

Sementara itu, sup iga sapi hadir dengan kuah kental yang sekilas mengingatkan pada rawon. Daging iganya terasa empuk dan mudah disantap, sedangkan kuahnya kaya rasa tanpa terasa terlalu berat. Perpaduan tersebut membuat setiap suapan tetap nyaman dinikmati hingga akhir.

Dari Ayam hingga Dessert Sarat Nostalgia

Cerita kuliner Chef Martin berlanjut melalui ayam tinorangsak, yang membawa pengaruh Manado ke dalam rangkaian menu. Sajian ini terasa gurih dengan sentuhan pedas yang cukup kuat.

Tekstur ayamnya sangat lembut, menyerupai ayam yang dimasak dengan teknik presto. Perjalanan rasa kemudian beralih ke klappertart yang menghadirkan nuansa manis.

Elemen burnt butter menjadi salah satu bagian menarik, terutama ketika disantap bersama es krim. Namun, rasa dessert lebih banyak didominasi es krim karena porsinya cukup menonjol, sementara sentuhan brûlée terasa lebih samar.

Klappertart dipilih Chef Martin sebagai representasi kelembutan tekstur creamy dan karakter kelapa muda. Sementara itu, es teler menjadi dessert berikutnya yang menguatkan nostalgia terhadap sajian manis khas Indonesia.

Bawa Cerita Indonesia ke Meja yang Lebih Luas

Pilihan menu dalam kolaborasi ini memperlihatkan cara Noesaka mengangkat kekayaan kuliner Nusantara melalui pendekatan yang lebih personal. Latar keluarga, kota tempat tumbuh, dan pengalaman bersantap Chef Martin menjadi sumber inspirasi yang diterjemahkan ke dalam sembilan hidangan spesial.

"Harapan saya, semua orang bisa merasakan kehangatan, nostalgia, dan cerita di setiap hidangan yang kami hadirkan di Noesaka," kata Chef Martin.

Menu kolaborasi ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 48 ribu hingga Rp 128 ribu, termasuk pilihan hidangan gurih hingga dessert. Sementara itu, ayam tinorangsak tersedia mulai Rp 128 ribu, sedangkan pilihan manis seperti klappertart dan es teler masing-masing dibanderol Rp 68 ribu dan Rp 78 ribu.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |