Cara Membuat Bika Ambon Teflon yang Bersarang dan Kenyal Tanpa Oven

13 hours ago 9

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat bika ambon teflon menjadi solusi praktis bagi siapa saja yang ingin menikmati kue tradisional bersarang tanpa oven. Dengan bahan yang tepat dan langkah yang benar, bika ambon tetap bisa menghasilkan tekstur kenyal serta aroma yang khas.

Meski identik dengan namanya, Bika Ambon berasal dari Medan, Sumatera Utara. Rahasia kelezatannya terletak pada proses fermentasi adonan dan teknik memanggang yang tepat sehingga terbentuk rongga-rongga cantik di bagian dalam kue.

Artikel Liputan6.com, Selasa (14/7/2026), ini akan memberikan cara membuat bika Ambon teflon. Menggunakan teflon membuat proses memasak menjadi lebih mudah dan hemat peralatan. Dengan mengikuti resep secara cermat, mulai dari menyiapkan adonan hingga mengatur api saat memanggang, hasilnya tetap lembut, kenyal, dan antigagal.

Bahan-Bahan yang Diperlukan

Untuk memudahkan proses pembuatan, kita bagi bahannya menjadi tiga bagian: bahan biang (untuk mengaktifkan ragi), bahan santan, dan bahan utama.

1. Bahan Biang

  • 1 sdt ragi instan (pastikan masih aktif)
  • 1 sdt gula pasir
  • 50 ml air hangat kuku

2. Bahan Santan (Direbus)

  • 200 ml santan kental (dari 1 butir kelapa atau santan instan yang diencerkan)
  • 2 batang serai, memarkan
  • 5 lembar daun jeruk, buang tulangnya agar tidak pahit
  • 2 lembar daun pandan, ikat simpul
  • 1/2 sdt kunyit bubuk (atau pewarna kuning secukupnya)
  • 1/2 sdt garam

3. Bahan Utama

  • 100 gram tepung sagu atau tepung tapioka
  • 50 gram tepung terigu protein sedang
  • 150 gram gula pasir
  • 2 butir telur ayam ukuran besar, kocok lepas
  • 2 sdm margarin, cairkan dan biarkan dingin

Langkah-Langkah Membuat Bika Ambon Teflon

Langkah 1: Aktifkan Biang

  1. Campurkan semua bahan biang dalam wadah kecil.
  2. Aduk rata dan diamkan selama 10–15 menit.
  3. Ciri biang sukses: Jika campuran mengeluarkan busa/buih melimpah, tandanya ragi aktif dan siap digunakan.

Langkah 2: Rebus Santan Aromatik

  1. Masak santan bersama serai, daun jeruk, daun pandan, kunyit bubuk, dan garam menggunakan api kecil.
  2. Aduk terus agar santan tidak pecah. Begitu mendidih, matikan api.
  3. Penting: Saring santan dan biarkan hingga suhunya turun menjadi hangat kuku. (Jangan campurkan santan panas ke adonan karena bisa mematikan ragi).

Langkah 3: Membuat Adonan Utama

  1. Dalam wadah besar, campurkan tepung sagu, tepung terigu, dan gula pasir.
  2. Tuangkan setengah bagian santan hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan whisk hingga tidak ada yang menggumpal.
  3. Masukkan kocokan telur, aduk rata. Kemudian tuang sisa santan dan margarin cair. Aduk hingga homogen.
  4. Masukkan bahan biang yang sudah berbusa ke dalam adonan. Aduk rata.
  5. Tutup wadah dengan kain bersih atau plastic wrap. Diamkan selama 1 jam hingga adonan mengembang dan dipenuhi gelembung udara di permukaannya.

Langkah 4: Proses Memasak dengan Teflon

  1. Panaskan teflon (gunakan diameter sekitar 20-22 cm) di atas api kecil
  2. Tips Krusial: Alasi bagian bawah teflon dengan seng atau cobek bekas agar panasnya merata dan bagian bawah bika ambon tidak cepat gosong. Olesi tipis teflon dengan margarin.
  3. Setelah teflon benar-benar panas, aduk sebentar adonan lalu tuang semuanya ke dalam teflon.
  4. Jangan ditutup dulu! Biarkan adonan memasak dalam keadaan terbuka hingga muncul gelembung-gelembung udara di permukaan dan adonan mulai terlihat agak mengering di pinggirannya. Proses ini adalah kunci terbentuknya "sarang".
  5. Setelah permukaannya dipenuhi lubang-lubang kecil dan bagian atasnya mulai mengering, tutup teflon. Masak lagi selama 5–10 menit menggunakan api paling kecil sampai bagian atasnya matang sempurna dan kesat saat disentuh.

Langkah 5: Penyelesaian

  1. Angkat bika ambon dari teflon dengan bantuan spatula plastik agar tidak merusak teflon.
  2. Biarkan dingin terlebih dahulu agar teksturnya set dan mudah dipotong.
  3. Potong-potong sesuai selera, dan bika ambon teflon yang kenyal dan bersarang siap disajikan.

Teknik Memanggang Bika Ambon di Teflon untuk Hasil Bersarang

Proses pemanggangan adalah fase paling krusial dalam pembuatan bika ambon. Jika tekniknya keliru, adonan bisa menjadi bantat atau gosong di bawah namun mentah di atas. Berikut adalah panduan teknik langkah-demi-langkah saat memanggang dengan teflon:

1. Gunakan Teknik "Double Pan" (Alas Tambahan)

Teflon bersentuhan langsung dengan api sering kali menyalurkan panas yang terlalu tajam. Untuk mengatasinya, gunakan alas tambahan di atas kompor sebelum meletakkan teflon. Anda bisa menggunakan:

  • Seng tebal bekas
  • Loyang pizza yang sudah tidak terpakai
  • Cobek batu/piringan besi pemanggang

Alas ini berfungsi meratakan panas, sehingga bagian bawah bika ambon tidak cepat gosong sebelum busa ragi sempat naik membentuk serat.

2. Panaskan Teflon Hingga Benar-benar Siap

Sebelum adonan dituang, pastikan teflon sudah cukup panas. Setel api ke tingkat sedang-cenderung kecil selama 5-10 menit.

  • Cara mengetahuinya: Cipratkan sedikit air ke atas teflon. Jika air langsung berdesis dan menguap, tandanya teflon sudah siap digunakan.

3. Biarkan Terbuka (Jangan Langsung Ditutup)

Setelah adonan dituang, jangan sekali-kali menutup teflon.

  • Biarkan adonan memasak dalam kondisi terbuka di atas api kecil.
  • Perhatikan permukaannya: perlahan akan muncul gelembung-gelembung udara yang pecah dan membentuk lubang (sarang).
  • Proses ini memakan waktu sekitar 15–20 menit hingga seluruh permukaan dipenuhi lubang dan adonan bagian bawah mulai set.

Ketika gelembung sudah berhenti naik, permukaan atas bika ambon mulai tampak mengering (namun masih sedikit basah/lengket), dan pinggirannya mulai kecokelatan, barulah tutup teflon rapat-rapat.

  • Turunkan api ke tingkat paling kecil (minimal).
  • Masak selama 7–10 menit untuk mematangkan permukaan atasnya menggunakan uap panas yang terperangkap.

Tips Tambahan untuk Bika Ambon Teflon Anti-Gagal

Selain teknik memanggang, detail-detail kecil berikut ini sering kali menjadi penentu antara bika ambon yang kenyal bersarang atau yang berujung bantat/keras:

  • Jangan Lewatkan Tahap Keplok/Aduk Lama: Saat menyatukan tepung dan santan (sebelum ragi masuk), aduk atau keplok-keplok adonan menggunakan whisk selama minimal 10-15 menit. Proses ini membantu mengaktifkan gluten dan mengikat udara, sehingga serat kue menjadi lebih panjang dan kenyal.
  • Hindari Membuka Tutup Terlalu Sering: Pada fase akhir (saat teflon sudah ditutup), usahakan untuk tidak terlalu sering membuka tutupnya agar suhu panas di dalam teflon tetap stabil. Jika menggunakan tutup kaca, Anda cukup memantaunya dari luar.
  • Lapisi Tutup Teflon dengan Kain: Jika tutup teflon Anda menghasilkan banyak kondensasi air, bungkus tutup tersebut dengan kain penutup atau serbet bersih. Tetesan air yang jatuh ke atas adonan bika ambon yang sedang dimasak bisa menggagalkan pembentukan sarang dan membuat permukaannya basah/cacat.
  • Tes Tusuk untuk Kematangan: Untuk memastikan bagian tengahnya sudah matang, tusuk bagian pusat bika ambon dengan tusuk gigi atau lidi. Jika keluar dalam keadaan bersih (tidak ada adonan basah yang menempel), berarti bika ambon sudah matang sempurna.
  • Jangan Langsung Dipotong Saat Panas: Bika ambon yang baru matang strukturnya masih sangat lembut dan rapuh. Jika langsung dipotong, serat cantiknya akan rusak dan teksturnya akan terkesan becek. Biarkan benar-benar dingin di suhu ruang agar tekstur kenyalnya "set", baru kemudian potong dengan pisau yang tajam (bisa dilapisi plastik agar tidak lengket).

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Bika Ambon Teflon

Mengapa bika ambon saya tidak mau bersarang dan teksturnya bantat?

Penyebab paling sering adalah ragi yang sudah mati atau tidak aktif. Selain itu, menuangkan santan yang terlalu panas ke dalam adonan juga bisa mematikan ragi. Pastikan ragi berbuih banyak di tahap awal dan santan sudah dalam kondisi hangat kuku sebelum dicampur.

Kenapa bagian bawah bika ambon sudah gosong padahal bagian atasnya masih mentah?

Hal ini terjadi karena teflon menerima panas terlalu langsung dari api kompor. Solusinya, gunakan teknik double pan dengan memberi alas tambahan (seperti seng atau cobek bekas) di bawah teflon dan pastikan selalu menggunakan api kecil selama proses memasak.

Bolehkah teflon langsung ditutup setelah adonan dituang?

Tidak boleh. Jika langsung ditutup, uap air akan terperangkap dan mematikan gelembung udara yang mau naik. Biarkan teflon terbuka sampai seluruh permukaan kue dipenuhi lubang-lubang sarang dan agak mengering, baru kemudian ditutup untuk mematangkan bagian atasnya.

Mengapa bika ambon terasa hancur atau lembek saat dipotong?

Kemungkinan besar kue dipotong saat kondisinya masih panas atau hangat. Struktur serat bika ambon memerlukan waktu untuk "set" dan mengeras secara alami. Biarkan kue benar-benar dingin di suhu ruang sebelum Anda memotongnya agar seratnya tetap cantik dan kenyal.

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |