7 Tips Mengukus Pare Agar Tetap Hijau dan Tidak Pahit, Hasilnya Lebih Enak dan Tidak Layu

19 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Tips mengukus pare diperlukan agar hasilnya bisa tetap terlihat segar dan tidak layu, karena sayuran ini sering berubah warna serta terasa lebih pahit setelah proses memasak. Padahal, beberapa langkah sederhana sebelum dan selama mengukus dapat membantu mempertahankan warna hijau pare sekaligus membuatnya bisa semakin lezat saat disantap maupun diolah menjadi sebuah masakan.

Pare merupakan bahan makanan yang dapat diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari lalapan, isian, tumisan, hingga pelengkap menu sehari-hari. Proses mengukus sering dipilih karena lebih praktis dan membantu menjaga bentuk pare tetap utuh. Namun, hasil akhirnya sangat dipengaruhi oleh cara memilih bahan, menyiapkan pare, hingga lama proses pengukusan.

Para ibu di rumah kiranya perlu memahami proses pengolahan, sehingga bisa memperoleh rasa pare kukus yang lebih nikmat untuk disantap bersama aneka lauk. Berikut Liputan6 hadirkan 7 tips mengukus pare yang dapat diterapkan di rumah agar warna tetap hijau, rasa pahit berkurang, dan teksturnya tetap nyaman saat dimakan, Rabu (22/7).

1. Pilih Pare yang Masih Segar

Langkah pertama dalam tips mengukus pare adalah memilih bahan yang masih segar. Kondisi pare saat dibeli akan memengaruhi hasil setelah dikukus. Pare yang masih layak digunakan umumnya lebih mudah diolah dan tidak memiliki rasa pahit yang terlalu kuat sehingga proses memasaknya menjadi lebih mudah.

Pare yang baru dipanen juga cenderung memiliki kandungan air yang masih terjaga sehingga tidak mudah kehilangan bentuk ketika terkena uap panas. Karena itu, luangkan waktu untuk memperhatikan kondisi pare sebelum membelinya agar hasil masakan sesuai harapan.

Berikut ciri-ciri pare yang masih segar dan layak dipilih.

  • Pilih pare dengan warna hijau yang masih merata.
  • Permukaan kulit masih utuh dan tidak terdapat bagian yang rusak.
  • Bentuk pare terlihat padat dan tidak mengerut.
  • Hindari pare yang mulai berubah warna menjadi kuning karena menandakan buah sudah semakin tua.
  • Pilih ukuran sedang agar bijinya belum terlalu keras.
  • Hindari pare yang memiliki bekas memar atau bagian yang lembek.
  • Pastikan tangkai masih menempel dan belum mengering seluruhnya.

2. Cuci dan Belah Pare dengan Benar

Sebelum dikukus, pare perlu dibersihkan dengan cara yang tepat agar bagian dalamnya siap diolah tanpa merusak bentuknya. Membersihkan pare bukan hanya bertujuan menghilangkan kotoran, tetapi juga membantu mengurangi sisa getah dan mempermudah proses berikutnya sehingga hasil kukusan tetap rapi saat disajikan.

Tahap ini juga membantu mengurangi rasa pahit karena bagian biji dan lapisan putih di dalam pare dapat dibersihkan lebih maksimal. Jika dilakukan dengan benar, pare tetap utuh meskipun sudah melewati proses pengukusan.

Cara mencuci dan membelah pare yang dapat dilakukan yaitu:

  • Cuci pare di bawah air mengalir hingga seluruh permukaannya bersih.
  • Gosok perlahan bagian kulit menggunakan tangan.
  • Potong kedua ujung pare.
  • Belah pare memanjang menggunakan pisau.
  • Keluarkan biji menggunakan sendok.
  • Keruk bagian putih secukupnya tanpa mengikis daging pare terlalu banyak.
  • Potong sesuai kebutuhan, baik berbentuk irisan maupun potongan memanjang.
  • Bilas kembali sebelum masuk ke tahap berikutnya.

3. Rendam dengan Garam Sebelum Dikukus

Salah satu tips mengukus pare yang sering dilakukan adalah merendam pare dengan garam sebelum dikukus. Cara ini membantu mengurangi rasa pahit sehingga pare menjadi lebih mudah dipadukan dengan berbagai jenis lauk maupun sambal. Langkah ini juga mudah diterapkan karena hanya memerlukan garam dapur yang tersedia di hampir setiap rumah.

Garam bekerja membantu menarik cairan dari permukaan pare ketika diremas secara perlahan. Setelah itu, pare cukup dibilas menggunakan air bersih sehingga sisa garam tidak terlalu banyak menempel. Cara sederhana ini dapat menjadi persiapan sebelum pare masuk ke dalam kukusan.

Berikut langkah-langkahnya:

  • Masukkan irisan pare ke dalam wadah.
  • Taburkan garam hingga seluruh permukaan pare terkena.
  • Remas perlahan selama beberapa menit.
  • Diamkan sekitar 10–15 menit.
  • Bilas menggunakan air mengalir hingga bersih.
  • Tiriskan sampai air tidak lagi menetes.
  • Pare siap dikukus setelah proses ini selesai.

4. Gunakan Kukusan yang Sudah Panas

Salah satu tips mengukus pare yang sering diabaikan adalah memastikan air di dalam kukusan sudah mendidih sebelum pare dimasukkan. Uap panas yang sudah terbentuk sejak awal membantu proses pemasakan berlangsung lebih merata sehingga warna pare tetap hijau dan bentuknya tidak cepat berubah. Sebaliknya, jika pare dimasukkan ketika air belum mendidih, waktu pemasakan menjadi lebih lama sehingga warna dan teksturnya dapat berubah.

Agar hasil pengukusan lebih baik, lakukan langkah-langkah berikut:

  • Isi panci kukusan dengan air secukupnya.
  • Panaskan hingga air benar-benar mendidih dan menghasilkan uap.
  • Susun potongan pare di atas wadah kukusan tanpa menumpuk terlalu rapat.
  • Beri sedikit ruang antarpotongan agar uap dapat mengalir ke seluruh bagian.
  • Tutup kukusan dengan rapat selama proses memasak.
  • Hindari terlalu sering membuka tutup kukusan karena uap panas akan keluar.Angkat pare segera setelah waktu pengukusan selesai.

5. Atur Lama Mengukus agar Tidak Layu

Lama waktu mengukus menjadi salah satu penentu hasil akhir pare. Proses yang terlalu singkat membuat pare belum matang, sedangkan waktu yang terlalu lama dapat menyebabkan warna berubah dan bentuknya menjadi kurang menarik saat disajikan. Oleh karena itu, memperhatikan durasi pengukusan menjadi langkah yang tidak boleh dilewatkan agar hasil masakan tetap sesuai harapan.

Secara umum, pare cukup dikukus selama sekitar lima hingga tujuh menit setelah uap panas memenuhi kukusan. Waktu tersebut biasanya sudah cukup untuk membuat pare matang tanpa membuat dagingnya kehilangan bentuk. Jika potongan pare dibuat lebih tipis, durasi dapat disesuaikan agar tidak terlalu lama berada di dalam kukusan. Menggunakan pengatur waktu juga dapat membantu menghindari pare matang berlebihan sehingga hasilnya lebih konsisten setiap kali dimasak.

Setelah waktu pengukusan selesai, segera angkat pare dari kukusan dan jangan membiarkannya berada di atas uap panas. Uap yang terus mengenai pare meskipun api sudah dimatikan tetap dapat melanjutkan proses pemasakan sehingga hasil akhirnya berubah. Dengan memperhatikan waktu sejak awal hingga pare diangkat dari kukusan, warna hijau dapat dipertahankan, rasa pahit tidak semakin kuat, dan pare siap diolah kembali menjadi berbagai hidangan sesuai kebutuhan.

6. Tambahkan Teknik Pendinginan Setelah Dikukus

Setelah proses mengukus selesai, pare sebaiknya segera didinginkan agar proses pemasakan berhenti. Langkah ini membantu menjaga warna hijau tetap bertahan dan membuat pare siap diolah kembali menjadi berbagai hidangan tanpa menunggu terlalu lama. Pendinginan juga dapat dilakukan dengan cara sederhana menggunakan bahan yang tersedia di rumah sehingga mudah diterapkan oleh siapa saja.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan setelah pare selesai dikukus:

  • Siapkan semangkuk air yang diberi beberapa potong es.
  • Masukkan pare ke dalam air tersebut selama satu hingga dua menit.
  • Angkat lalu tiriskan hingga airnya berkurang.
  • Jika tidak menggunakan air es, segera pindahkan pare ke saringan agar uap panas hilang lebih cepat.
  • Hindari menutup pare saat masih mengeluarkan uap karena dapat membuat permukaannya menjadi basah.
  • Diamkan beberapa saat hingga suhu pare turun sebelum diberi bumbu atau diolah kembali.
  • Pare siap disajikan atau dimasak bersama bahan lain sesuai selera.

7. Sajikan dengan Bumbu yang Tepat

Setelah proses mengukus selesai, langkah berikutnya adalah memilih bumbu yang sesuai agar rasa pare menjadi lebih seimbang. Bumbu tidak hanya menambah cita rasa, tetapi juga membuat pare lebih mudah dipadukan dengan berbagai menu sehari-hari. Dengan penyajian yang tepat, pare kukus dapat disajikan sebagai lauk, pelengkap, atau bahan utama dalam berbagai hidangan keluarga.

Beberapa pilihan penyajian pare kukus yang dapat dicoba antara lain:

  • Sajikan bersama sambal sebagai lalapan pendamping ikan atau ayam.
  • Campurkan ke dalam tumisan bersama bawang, cabai, dan tahu.
  • Tambahkan ke dalam menu pecel atau sayuran rebus.
  • Gunakan sebagai isian tahu atau adonan siomai.
  • Sajikan bersama saus kacang untuk menu pendamping.
  • Tambahkan irisan bawang goreng setelah pare matang.
  • Padukan dengan telur orak-arik sebagai lauk sehari-hari.
  • Sajikan bersama tempe, ikan, atau daging sesuai selera.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Mengukus Pare

1. Berapa lama waktu yang tepat untuk mengukus pare?

Pare umumnya cukup dikukus selama 5–7 menit setelah air kukusan mendidih. Durasi tersebut membantu pare matang tanpa membuat warna berubah atau teksturnya menjadi terlalu lunak.

2. Mengapa pare perlu direndam dengan garam sebelum dikukus?

Garam membantu mengurangi rasa pahit pada pare. Proses meremas pare dengan garam kemudian membilasnya menggunakan air bersih dapat mengurangi cairan yang membawa rasa pahit.

3. Apakah pare harus dimasukkan saat air kukusan sudah mendidih?

Ya. Air yang sudah mendidih menghasilkan uap panas yang stabil sehingga pare lebih cepat matang dan tidak terlalu lama terkena panas.

4. Bagaimana cara menjaga warna pare tetap hijau setelah dikukus?

Pare dapat segera dipindahkan ke dalam air es atau langsung ditiriskan setelah diangkat dari kukusan. Cara ini membantu menghentikan proses pemasakan sehingga warna tetap terjaga.

5. Apa saja hidangan yang cocok menggunakan pare kukus?

Pare kukus dapat disajikan sebagai lalapan, dicampurkan ke dalam tumisan, dipadukan dengan telur, dijadikan isian tahu, atau disajikan bersama sambal sebagai pelengkap menu makan sehari-hari.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |