Misteri Pria Bermasker dalam Kasus Jenazah Perempuan di Bandara Juanda

11 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Kasus penemuan jenazah ASN perempuan Pemkab Bangkalan, RYS (50) di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, memunculkan sosok pria bermasker. Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya mengungkapkan ada rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria saat mengambil tiket parkir ketika kendaraan memasuki kawasan bandara. Sosok tersebut diduga menjadi orang terakhir mengendarai mobil sebelum korban ditemukan meninggal dunia di dalamnya.

"Ya itu laki-laki itu yang ngambil tiket parkir itu. Di situ kan dia tampak sendirian itu," kata Risang, Kamis (25/7).

Berdasarkan rekaman CCTV di gerbang masuk parkir, pria itu terlihat berada di kursi pengemudi. Sementara korban tidak terlihat karena berada di kursi penumpang depan sebelah kiri dengan posisi jok yang direbahkan.

Menurutnya, posisi korban tidak terlihat dari kamera gerbang parkir menguatkan dugaan kursi penumpang sengaja direbahkan sejak awal sehingga tubuh korban tertutup dari pandangan.

"Berarti kan memang dari awal sudah direbahkan itu joknya sehingga tidak kelihatan," kata dia.

Dari rekaman CCTV, pria tersebut terlihat mengenakan kaos, masker putih, dan kacamata minus. Ia tidak memakai topi sehingga bagian rambutnya masih dapat terlihat.

"Tangan kirinya megang setir. Tangan kanannya keluar ngambil tiket. Pakai masker warna putih, berkaos warna biru. Tidak pakai topi," ujar Risang.

Ciri-Ciri Pria Bermasker

Pria tersebut memiliki rambut ikal dengan bagian samping yang tampak menipis.

"Rambut ikal, ikal pitak pinggir, enggak pakai topi," kata Risang.

Meski terekam cukup jelas saat mengambil tiket parkir, identitas pria itu belum dapat dipastikan karena sebagian besar wajahnya tertutup masker.

"Tidak ada, tidak ada. Tutup masker. Yang kelihatan hanya masker dan kacamata. Dia pakai, tapi bukan kacamata hitam ya, kacamata minus," kata Risang saat ditanya mengenai ciri-ciri wajah pria tersebut.

Korban juga tidak terlihat dalam rekaman CCTV di gerbang masuk. Selain karena posisi tubuh yang berada di kursi penumpang dengan jok direbahkan, kondisi pencahayaan di dalam mobil juga membuat bagian tersebut sulit terlihat.

"Di CCTV tiket itu kelihatan. Dan tidak ada itu penumpang, korban itu enggak kelihatan. Malah bagian kepala joknya itu enggak kelihatan juga," ujar dia.

Temuan itu memunculkan dugaan bahwa korban telah meninggal dunia sebelum mobil memasuki kawasan Bandara Juanda.

"Maka dugaan itu ya mati dari luar itu," kata Risang.

Hasil Autopsi Disoroti Keluarga

Pihak keluarga juga menyoroti hasil autopsi sementara yang telah diumumkan oleh tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong. Dari hasil pemeriksaan ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul serta sejumlah tanda yang lazim ditemukan pada korban meninggal akibat asfiksia atau kekurangan oksigen.

"Kalau perkara dari hasil pemeriksaan luar, hasil autopsinya itu kan sudah ada indikasi kekerasan ya. Kekerasan dan kematian indikasi ya, lagi-lagi indikasi kematian yang tidak wajar," ujar Risang.

Dia menambahkan, temuan medis tersebut menjadi alasan bagi keluarga untuk meminta polisi mengusut tuntas penyebab kematian korban.

"Diungkapkan di situ lazim ditemukan pada korban mati lemas, kekurangan oksigen, asfiksia," kata dia.

Kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pria bermasker yang terekam CCTV serta memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Diberitakan sebelumnya, mayat perempuan tersebut pertama kali ditemukan oleh sejumlah pengemudi taksi online yang mangkal di Bandara Juanda pada Rabu (24/6) siang.

Mereka curiga setelah mencium bau busuk yang berasal dari mobil serta melihat cairan tidak lazim menetes dari bagian bawah kendaraan.

General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir membenarkan adanya penemuan seorang wanita meninggal dunia di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda.

"Kami membenarkan penemuan seorang wanita yang meninggal di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda," kata Tohir.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |