Hidden Gem Fashion Lokal dari Surabaya hingga Bali Berkumpul di Jantung Jakarta

3 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - The Canopy Room resmi membuka gerai pertamanya di Plaza Indonesia, Jakarta, dengan membawa deretan brand fashion lokal independen dari berbagai daerah di Indonesia. Destinasi mode tersebut menghadirkan pilihan busana, aksesori, tas, sepatu, dan perhiasan dalam satu ruang yang dikurasi secara khusus.

Creative Director The Canopy Room, Anita Anastasia, mengatakan gerai ini lahir dari keinginannya menemukan lebih banyak brand lokal berkualitas yang belum banyak dikenal masyarakat. Ia mengandalkan pengalamannya di industri fashion untuk mencari sejumlah label yang dinilai memiliki identitas kuat dan potensi bersaing dengan jenama internasional.

"Kami banyak menemukan brand lokal di Indonesia yang belum ter-discover, padahal kualitasnya sangat bagus. Ada brand dari Surabaya, Bali, Bandung, dan kota lainnya yang ketika dilihat dari kualitas produk, Instagram, serta branding-nya, tidak akan menyangka kalau itu local brand," katanya saat acara pembukaan gerai di Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

Kurasi tersebut mempertemukan sekitar 15 brand apparel, serta delapan brand aksesori, tas, dan perhiasan. Koleksi yang tersedia mencakup berbagai karakter gaya.

Dirty Laundry, Wear Alter, dan Luce and Vera menawarkan pilihan smart-casual untuk kebutuhan kantor maupun business meeting. Aequus, Ammartera, dan Prine menghadirkan siluet feminin untuk acara formal dan momen spesial.

Gaya minimalis dan versatile dapat ditemukan melalui koleksi Orgeo, Maison Kolori, Onze Studio, serta Rotouche. Konsumen juga dapat melengkapi busana dengan aksesori dari Abstrak dan Your Hands. Isoos Studio dan Rauv menawarkan pilihan dengan karakter edgy, serta effortless untuk berbagai kesempatan kasual.

Produk Terkurasi

Kategori pelengkap mencakup tas dan sepatu dari Page and Lane, YEVA, Scilla, serta Orbit Studio. Kehadiran berbagai kategori tersebut membuat pengunjung dapat mengeksplorasi kebutuhan fashion dalam satu destinasi tanpa terpaku pada satu gaya tertentu.

The Canopy Room menerapkan proses kurasi yang cukup selektif sebelum membawa sebuah brand ke gerai, menurut Anita. Tim terlebih dahulu melihat online presence dan branding calon partner, kemudian melakukan pertemuan secara langsung untuk melihat sekaligus mencoba produknya.

Kesesuaian visi dan rencana kerja antara The Canopy Room dengan setiap brand turut menjadi pertimbangan. Gerai offline juga menerapkan sistem rotasi brand setiap tiga bulan.

Mereka dapat mempercepat perubahan tersebut menjadi dua bulan jika terdapat pertimbangan tertentu. Setiap bulan, brand yang berada di The Canopy Room turut menghadirkan produk eksklusif yang hanya tersedia di ruang tersebut.

Kebiasaan Belanja Konsumen

Kehadiran The Canopy Room di Plaza Indonesia turut memperlihatkan perubahan karakter konsumen ketika berbelanja secara offline. Anita melihat pembeli mulai menunjukkan ketertarikan terhadap busana yang mudah digunakan dalam berbagai kesempatan, seperti kemeja, oversized T-shirt, dan outer.

Ia juga menilai konsumen Indonesia semakin memperhatikan kualitas, serta nilai yang ditawarkan produk lokal. Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya apresiasi terhadap brand dalam negeri, termasuk di luar kategori fashion.

"Target market kami secara data sebenarnya usia 25 tahun ke atas, sekitar 25 sampai 35 tahun. Ketika masuk Plaza Indonesia, ternyata market-nya lebih banyak yang usia 30-an dan sudah mulai terbentuk," kata Anita.

The Canopy Room memilih Plaza Indonesia sebagai lokasi gerai karena mal tersebut memiliki citra yang dekat dengan pengalaman belanja yang terkurasi dan premium. Anita menyebut, pusat perbelanjaan itu juga menunjukkan dukungan terhadap brand lokal melalui ruang khusus yang diberikan bagi label dalam negeri.

Produk Tak Jadi Daya Tarik Tunggal

Ruang The Canopy Room tidak hanya mengandalkan produk sebagai daya tarik. Pihaknya menggandeng set designer Nelly Sucitas untuk merancang instalasi pada bagian façade gerai. Karya tersebut menggunakan serat batang pisang yang diproses menjadi serat alami dan kemudian disusun dalam bentuk organik.

Instalasi itu memadukan serat yang menjuntai, anyaman, serta rumbai alami. Bentuk lengkung pada bagian atas memberikan kontras terhadap garis geometris façade Plaza Indonesia, sekaligus menciptakan tampilan storefront yang lebih hangat.

The Canopy Room juga menggelar sesi styling bersama fashion personality Jovi Adhiguna dan MJ Sehonanda pada 18-19 September 2026 untuk merayakan pembukaan gerai. Saat itu, pengunjung dapat mengeksplorasi koleksi sekaligus memperoleh inspirasi styling secara lebih personal.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |