ASPEK Indonesia Bawa Suara Pekerja RI ke Panggung Global di Jenewa

12 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Tidak banyak organisasi serikat pekerja di Indonesia yang memiliki jejak hubungan internasional sejak awal kelahirannya. ASPEK Indonesia adalah salah satunya. Lebih dari dua dekade setelah berdiri pada masa Reformasi 1999, organisasi ini kembali meneguhkan hubungan historis tersebut melalui kunjungan resmi Presiden dan Sekretaris Jenderal ASPEK Indonesia ke kantor pusat UNI Global Union di Jenewa, Swiss.

Kunjungan yang dilakukan di sela-sela pelaksanaan International Labour Conference (ILC) ke-114 pada hari Rabu 3 Juni 2026 tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus memperluas kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan baru yang sedang mengubah lanskap dunia kerja global.

Delegasi ASPEK Indonesia diterima langsung oleh General Secretary UNI Global Union, Christy Hoffman, didampingi Michalla Lafferty dan Joanna Katsoulas.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat solidaritas, mencerminkan kesamaan komitmen dalam memperjuangkan pekerjaan yang layak, perlindungan pekerja, serta penguatan organisasi serikat pekerja di berbagai sektor.

Berbagai isu strategis menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut, mulai dari dampak transformasi digital terhadap hubungan kerja, perkembangan ekonomi platform, tantangan pengorganisasian pekerja di era baru, perlindungan sosial, hingga perkembangan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia dan berbagai negara.

Bagi ASPEK Indonesia, kunjungan ini memiliki makna yang lebih dari sekadar pertemuan kelembagaan. UNI Global Union bukanlah organisasi yang asing dalam perjalanan ASPEK Indonesia. Sebagai federasi serikat pekerja global yang mewakili lebih dari 20 juta pekerja di berbagai sektor jasa di seluruh dunia, UNI Global Union merupakan induk afiliasi internasional ASPEK Indonesia.

Hubungan tersebut memiliki akar sejarah yang kuat. Kelahiran ASPEK Indonesia pada tahun 1999 tidak dapat dilepaskan dari dukungan dan inisiatif gerakan serikat pekerja internasional melalui UNI Asia Pacific. Pada masa awal reformasi, ketika Indonesia memasuki era baru kebebasan berserikat dan demokratisasi hubungan industrial, UNI Asia Pacific turut mendorong lahirnya organisasi serikat pekerja yang independen, demokratis, modern, dan berorientasi pada perlindungan pekerja.

Karena itu, kunjungan ke kantor pusat UNI Global Union di Jenewa tidak hanya menjadi agenda organisasi biasa.

Kunjungan ini sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan panjang ASPEK Indonesia selama lebih dari dua dekade. Dari sebuah organisasi yang lahir di tengah semangat perubahan pasca-Reformasi, ASPEK Indonesia terus tumbuh menjadi bagian dari jaringan gerakan pekerja internasional yang aktif memperjuangkan hak, perlindungan, dan kesejahteraan pekerja.

Pertemuan dengan pimpinan UNI Global Union juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Perubahan teknologi, digitalisasi, kecerdasan buatan, serta munculnya berbagai bentuk pekerjaan baru menuntut organisasi pekerja untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya sebagai pembela kepentingan pekerja.

Dalam pertemuan tersebut, ASPEK Indonesia dan UNI Global Union menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, memperluas akses terhadap pekerjaan yang layak, memperkuat perlindungan sosial, serta meningkatkan kapasitas organisasi serikat pekerja sebagai salah satu pilar penting dalam mewujudkan hubungan industrial yang adil dan berkelanjutan.

Presiden ASPEK Indonesia, Muhamad Rusdi, menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi pekerja saat ini semakin bersifat global. Persoalan yang muncul di satu negara sering kali merupakan bagian dari perubahan yang terjadi di tingkat internasional.

"Banyak tantangan yang dihadapi pekerja Indonesia hari ini sesungguhnya merupakan bagian dari perubahan global. Karena itu, membangun hubungan yang kuat dengan organisasi pekerja internasional bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Yang terpenting adalah bagaimana jejaring tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi pekerja Indonesia," ujarnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |