Uji Nyali ke Hotel Paling Berbahaya di Dunia Berbiaya Rp 3,4 Juta per Malam

1 day ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Para pemburu petualangan wajib tahu hotel yang satu ini. Dijuluki sebagai hotel paling berbahaya di dunia, Menara Frying Pan terisolasi dari hingar-bingar dunia karena berada di Samudra Atlantik. Pengunjung bahwa harus mengeluarkan ribuan dolar untuk mencapai lokasi tersebut.

Austin Aycock yang bekerja sebagai kapten kapal sewaan dirinya menurunkan enam turis di Menara Frying Pan di lepas pantai Carolina Utara lewat sebuah video TikTok. Video yang telah ditonton 2,2 juta kali itu menuai beragam komentar, terbagi antara rasa takut dan kekaguman.

"Sampai jumpa beberapa hari lagi! seru Aycock riang saat ia berlayar pergi, meninggalkan kelompok tersebut di tempat yang pernah berfungsi sebagai mercusuar penjaga pantai.

Mengutip NY Post, Rab, 1 Juli 2026, mercusuar itu berdiri menjulang setinggi 135 kaki di atas ombak Atlantik. Menara yang dibangun pada 1964 itu terletak sekitar 34 mil lepas pantai di bentangan garis pantai yang secara historis dikenal sebagai Kuburan Atlantik.

Biaya menginap sekitar USD 200 (sekitar Rp 3,4 juta) per orang per malam dengan minimum tiga malam, sehingga total biaya sekitar USD 600 (sekitar Rp 10,8 juta) per tamu untuk masa inap singkat. Menurut Aycock, tamu yang pernah diantarnya menginap paling lama bertahan selama dua minggu.

Perjalanan menuju ke sana adalah setengah dari petualangan. Setelah sampai di menara, para tamu diangkat ke dek utama melalui lift berkecepatan tinggi yang membawa mereka setinggi 80 kaki ke udara dalam waktu kurang dari satu menit. Di bawahnya, perairan dipenuhi hiu putih besar, hiu banteng, dan hiu macan.

Fasilitas Hotel Paling Berbahaya di Dunia

Menara ini terletak tepat di jalur badai, dengan badai tropis secara rutin menghantam struktur tersebut dengan angin yang melebihi 100 mph. Dalam keadaan darurat medis, bantuan hanya dapat diperoleh dengan helikopter atau perjalanan perahu sejauh 35 mil.

Menara ini dapat menampung hingga 12 tamu di delapan kamar tidur, dengan fasilitas termasuk dapur lengkap dari baja tahan karat, mesin cuci dan pengering, pancuran air panas, dan internet berkecepatan tinggi yang didukung tenaga surya. Air tawar diperoleh melalui sistem filtrasi osmosis terbalik.

Kegiatan yang tersedia beragam, mulai dari memancing dan snorkeling di atas terumbu karang yang dilindungi di bawah struktur hingga menembak sasaran tanah liat yang dapat terurai secara hayati dan memukul bola golf yang dapat terurai secara hayati yang terbuat dari makanan ikan.

Terlepas dari kenyamanan yang ditawarkan, bagian komentar pada unggahan viral Aycock mencerminkan ketidakpercayaan yang meluas bahwa siapa pun secara sukarela melakukan perjalanan tersebut. "Anda tidak akan bisa membayar saya cukup untuk tinggal di atas lautan di atas tiang," tulis seorang warganet.

Jejak Sejarah GPS Kuno

Properti itu dikelola oleh komunitas sukarelawan yang berdedikasi untuk melestarikan stasiun bersejarah tersebut. Dalam unggahan Instagram pada 29 Mei 2025, pengelola menjelaskan bahwa mercusuar itu selama bertahun-tahun memandu para pelaut, mencegah mereka terkena bahaya saat melintasi perairan dangkal dengan lampu yang menyala di atas menara sebelum teknologi GPS semaju saat ini.

Menara itu berfungsi sebagai mercusuar hingga 2004 sebelum akhirnya diubah menjadi akomodasi sebagai bagian dari upaya restorasi dan pelestarian serta sekilas panjang ke sejarah maritim mulai 2012. 

"Saat ini, kami melakukan segala yang kami bisa untuk melestarikan struktur ini untuk dibagikan kepada generasi mendatang. Salah satu cara terbesar untuk mendukung tujuan kami adalah dengan membagikan kisah kami kepada teman atau orang yang Anda cintai," tulis mereka.

Seorang koki profesional dapat disewa untuk kelompok yang tidak ingin memasak bersama, dan landasan helikopter seluas 5.000 kaki persegi juga berfungsi sebagai tempat utama untuk mengamati bintang, menyaksikan matahari terbit, dan bersantai di tempat tidur gantung di atas lautan lepas.

Hotel Terbaik di Dunia 2026

Terpisah, Tripadvisor mengumumkan pemenang penghargaan Traveler's Choice Awards 2026. Di kategori Best of the Best Hotels alias hotel terbaik di dunia, GH Universal, hotel bintang lima di Bandung, berhasil meraih posisi pamuncak. Pemenang ditentukan berdasarkan kualitas dan kuantitas ulasan dan peringkat Tripadvisor dari 1 Januari 2025 hingga 31 Desember 2025.

"Para pemenang Best of the Best Hotels tahun ini mewakili pilihan utama jutaan wisatawan yang menginap, mengalami, dan meluangkan waktu untuk mengulas properti-properti ini," kata Laurel Greatrix, Chief Communications Officer, Tripadvisor Group, dikutip dari situs resmi Tripadvisor, Rabu, 24 Juni 2026.

Tripadvisor mendeskripsikan G.H. Universal di Bandung utara sebagai properti yang memadukan 'arsitektur bergaya Renaisans dengan kemewahan, kenyamanan, dan keindahan alam sekitarnya'. Hotel dengan 105 kamar tidur menawarkan halaman dan kolam renang yang luas.

Hotel tersebut juga menyediakan fasilitas spa yang menenangkan, pusat kebugaran, dan layanan makan 24 jam. Disebutkan pula bahwa GH Universal menyediakan The GH Universal Pet Inn, satu-satunya hotel hewan peliharaan mewah di Indonesia yang menyediakan perawatan khusus bagi binatang kesayangan selama menginap. 

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |