- Apakah santan pasti menyebabkan kolesterol naik?
- Berapa kali aman makan opor saat Lebaran?
- Apakah boleh makan opor jika punya riwayat kolesterol tinggi?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Lebaran selalu identik dengan hidangan bersantan yang kaya rasa dan menggugah selera, terutama opor ayam yang hampir tidak pernah absen dari meja makan keluarga Indonesia. Perpaduan santan kental, rempah-rempah khas Nusantara, serta daging ayam yang empuk menjadikan opor sebagai simbol kehangatan dan kebersamaan, namun di balik kelezatannya banyak orang merasa khawatir terhadap dampaknya pada kadar kolesterol, terutama setelah beberapa hari berturut-turut mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh.
Padahal, menikmati opor saat Lebaran tidak selalu identik dengan lonjakan kolesterol jika Anda memahami cara mengatur porsi, memilih bagian ayam yang tepat, serta menyeimbangkannya dengan pola makan dan aktivitas fisik yang lebih bijak. Dengan strategi sederhana namun konsisten, Anda tetap dapat menikmati sajian khas ini tanpa rasa bersalah berlebihan, sekaligus menjaga kesehatan jantung dan metabolisme tubuh tetap stabil sepanjang momen silaturahmi.
1. Pilih Bagian Ayam yang Lebih Rendah Lemak
Memilih bagian ayam yang tepat merupakan langkah pertama yang sering diremehkan, padahal perbedaan kandungan lemak antara dada ayam tanpa kulit dan paha ayam berkulit bisa cukup signifikan jika dikonsumsi dalam jumlah besar selama beberapa hari berturut-turut. Daging putih seperti dada ayam cenderung memiliki kandungan lemak jenuh lebih rendah dibandingkan bagian paha atau sayap, sehingga pilihan ini lebih aman bagi Anda yang ingin menjaga kadar kolesterol tetap terkendali tanpa harus benar-benar menghindari opor.
Kulit ayam sendiri menjadi salah satu sumber lemak jenuh yang cukup tinggi karena di dalamnya terdapat jaringan lemak yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL jika dikonsumsi berlebihan, terlebih saat dimasak bersama santan kental yang juga kaya lemak. Oleh karena itu, kebiasaan sederhana seperti membuang kulit sebelum menyantap opor dapat menjadi langkah kecil namun berdampak besar dalam menekan asupan lemak harian Anda selama Lebaran.
Selain itu, penting juga untuk memperhatikan cara pengambilan porsi di meja makan, karena sering kali tanpa sadar kita memilih potongan ayam yang tampak lebih besar dan lebih berlemak karena terlihat lebih menggoda. Dengan membiasakan diri mengambil potongan yang lebih kecil dan lebih ramping, Anda sudah menerapkan kontrol diri yang efektif tanpa harus mengorbankan kenikmatan rasa opor yang khas.
2. Batasi Porsi Kuah Santan
Kuah opor yang gurih dan kental memang menjadi daya tarik utama, namun justru di sanalah kandungan lemak jenuh paling banyak terkumpul karena santan merupakan hasil perasan kelapa yang kaya akan lemak. Meskipun berasal dari bahan alami, santan tetap memiliki kontribusi signifikan terhadap total asupan kalori dan lemak, terutama jika disiramkan berulang kali ke atas nasi atau ketupat.
Membatasi kuah bukan berarti Anda harus menghilangkan cita rasa opor sepenuhnya, karena beberapa sendok kuah saja sudah cukup memberikan sensasi gurih yang khas di lidah tanpa harus membanjiri piring Anda. Strategi sederhana seperti hanya mengambil dua hingga tiga sendok makan kuah dapat membantu mengurangi asupan lemak secara signifikan jika dibandingkan dengan kebiasaan menyiram nasi hingga terendam.
Jika Anda memasak sendiri, pertimbangkan untuk menggunakan santan encer atau mencampurnya dengan bahan alternatif yang lebih ringan agar kandungan lemaknya lebih terkontrol tanpa menghilangkan aroma rempah yang menjadi ciri khas opor. Cara ini dapat menjadi solusi cerdas agar keluarga tetap menikmati hidangan tradisional tanpa khawatir berlebihan terhadap risiko kolesterol.
3. Imbangi dengan Sayuran Tinggi Serat
Serat memiliki peran penting dalam membantu mengikat kolesterol di saluran pencernaan sehingga penyerapannya ke dalam darah dapat ditekan, dan hal ini sangat relevan ketika Anda mengonsumsi makanan tinggi lemak seperti opor. Dengan menambahkan sayuran ke dalam menu Lebaran, Anda tidak hanya menambah warna pada piring tetapi juga memberikan perlindungan alami bagi tubuh.
Sayuran seperti labu siam, bayam bening, atau lalapan segar dapat menjadi penyeimbang yang efektif karena kandungan seratnya membantu memperlambat proses pencernaan lemak sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama. Kondisi ini penting agar Anda tidak terdorong untuk menambah porsi opor atau ketupat secara berlebihan hanya karena merasa masih lapar.
Selain manfaat serat, sayuran juga kaya vitamin dan antioksidan yang mendukung kesehatan pembuluh darah, sehingga kombinasi antara protein ayam dan sayur yang cukup akan menciptakan pola makan yang lebih seimbang. Dengan komposisi piring yang tepat, risiko lonjakan kolesterol selama Lebaran dapat ditekan tanpa harus menghindari hidangan utama.
4. Perhatikan Porsi Ketupat atau Lontong
Ketupat dan lontong memang menjadi pasangan setia opor, namun konsumsi karbohidrat berlebihan dapat memicu kenaikan berat badan yang dalam jangka panjang berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol. Ketika berat badan meningkat, metabolisme lemak dalam tubuh juga bisa terganggu sehingga kadar LDL lebih mudah naik.
Membatasi porsi ketupat menjadi satu hingga dua potong kecil sudah cukup untuk menikmati tradisi tanpa membuat asupan kalori melonjak drastis. Banyak orang tidak menyadari bahwa tambahan satu potong ketupat saja bisa berarti tambahan kalori yang signifikan, terutama jika dikombinasikan dengan kuah santan yang kental.
Dengan mengontrol karbohidrat, tubuh Anda tidak hanya lebih stabil dalam mengatur gula darah tetapi juga lebih efisien dalam memproses lemak yang masuk. Prinsip sederhana seperti berhenti makan sebelum terlalu kenyang dapat membantu menjaga keseimbangan energi selama masa perayaan Lebaran.
5. Jangan Makan Berulang Kali dalam Sehari
Godaan untuk mencicipi opor di setiap rumah saat silaturahmi memang besar, namun konsumsi berulang kali dalam satu hari dapat membuat total asupan lemak jenuh menjadi jauh lebih tinggi daripada yang dibayangkan. Tanpa disadari, porsi kecil yang dimakan berkali-kali bisa setara dengan beberapa porsi besar dalam satu waktu makan.
Mengatur frekuensi makan menjadi langkah penting karena tubuh memerlukan waktu untuk memproses lemak yang masuk, dan jika asupan terus bertambah tanpa jeda, maka risiko penumpukan lemak dalam darah pun meningkat. Sebaiknya nikmati opor hanya sekali dalam sehari dan pilih menu yang lebih ringan pada waktu makan berikutnya.
Disiplin dalam mengatur frekuensi ini juga membantu Anda tetap menikmati momen Lebaran tanpa merasa kekenyangan atau lesu akibat terlalu banyak makanan berat. Dengan perencanaan sederhana, Anda bisa tetap bersosialisasi dan mencicipi hidangan tanpa membahayakan kesehatan.
6. Tetap Aktif Bergerak Setelah Makan
Aktivitas fisik ringan setelah makan membantu tubuh menggunakan energi yang baru saja dikonsumsi sehingga tidak semuanya disimpan sebagai lemak. Jalan kaki selama 15 hingga 30 menit setelah makan opor dapat membantu meningkatkan metabolisme dan memperbaiki sirkulasi darah.
Gerakan sederhana seperti membantu membersihkan rumah, berjalan ke rumah tetangga untuk bersilaturahmi, atau melakukan peregangan ringan sudah cukup memberikan manfaat jika dilakukan secara konsisten. Aktivitas ini membantu tubuh tetap aktif dan mengurangi rasa mengantuk setelah makan berat.
Kebiasaan aktif bergerak selama Lebaran juga memberikan dampak jangka panjang yang baik bagi kesehatan jantung karena membantu menjaga berat badan tetap stabil. Dengan kombinasi pola makan terkontrol dan aktivitas fisik ringan, risiko kenaikan kolesterol dapat ditekan secara signifikan.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apakah santan pasti menyebabkan kolesterol naik?
Tidak selalu, karena kenaikan kolesterol lebih dipengaruhi oleh jumlah dan frekuensi konsumsi lemak jenuh secara keseluruhan.
2. Berapa kali aman makan opor saat Lebaran?
Idealnya satu kali sehari dengan porsi terkontrol agar asupan lemak tidak berlebihan.
3. Apakah boleh makan opor jika punya riwayat kolesterol tinggi?
Boleh dalam jumlah kecil, dengan memilih bagian ayam tanpa kulit dan membatasi kuah santan.
4. Apakah olahraga setelah makan efektif menurunkan kolesterol?
Olahraga membantu metabolisme lemak, tetapi tetap harus diimbangi dengan pola makan sehat.
5. Apa tanda kolesterol naik setelah Lebaran?
Biasanya tidak bergejala, sehingga pemeriksaan darah tetap diperlukan untuk memastikan kadar kolesterol.

7 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5294924/original/059949500_1753424920-aditya-romansa-5zp0jym2w9M-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534200/original/003123900_1773814612-Pertanyaan_lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516814/original/057205900_1772350610-Makan_buah_saat_lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534826/original/032924700_1773895305-ap.webp)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5534931/original/077085800_1773901447-Mudik__9_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4804081/original/050119100_1713338584-20240417-Vaksin_Meningitis_untuk_Jamaah_Haji-HER_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3318053/original/089891900_1607399330-grave-2036220_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362634/original/059308200_1758871354-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517728/original/058219800_1772438128-ruam_campak_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4405935/original/077191100_1682414324-young-adult-sleeping-while-reading.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528151/original/042611600_1773243876-ban6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3463003/original/093162800_1621761005-20210523-Puncak-Arus-Balik-Lebaran-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5177593/original/020614500_1743217179-2bbdbe92-88f5-4db1-a02f-511f4b3352d8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4845005/original/049977500_1716877080-Ilustrasi_semangat__motivasi__inspirasi__kebebasan__menikmati_hidup.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534307/original/037790400_1773818116-Patricia_Gouw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534162/original/083435400_1773813330-TBC.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4987675/original/066198200_1730452026-IMG-20241101-WA0077.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437930/original/027671300_1765267694-xx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5005002/original/034311300_1731564137-Free_Photo___Close-up_person_meditating_at_home.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533047/original/026098100_1773720855-ginjal__2_.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428558/original/097011800_1764549830-SnapInsta.to_588298374_18542978182059174_8357170256040915428_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2763703/original/047402500_1553768492-KETOPRAK_KARET_TENGSIN_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427035/original/012103300_1764325128-Screenshot_2025-11-06_162838.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5431671/original/012450200_1764744760-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425508/original/051124800_1764229185-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3906857/original/056091900_1642488617-bao-menglong-y_wGdAJMdOo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124986/original/034186300_1738911365-Depositphotos_747789088_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454684/original/003885500_1766567888-Ilustrasi_perayaan_tahun_baru_2026_di_Jakarta.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4832484/original/048879500_1715759424-Lotek-Bandung-Sederhana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447615/original/067533700_1765959670-cgr_bdy.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3533246/original/091243000_1628240946-Jule1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447967/original/063026100_1765971919-Screenshot_2025-12-17_180423.png)