Liputan6.com, Jakarta Resep Bakwan Jukut menjadi cara paling sederhana untuk menyulap seikat selada air menjadi camilan gurih yang renyah di luar dan lembut di dalam. Di Bali dan sejumlah daerah sekitarnya, kata "jukut" memang lazim dipakai untuk menyebut sayur, sehingga bakwan jukut pada dasarnya adalah bakwan selada air yang dibalut adonan tepung berbumbu, lalu digoreng hingga kuning keemasan.
Berbeda dari bakwan jagung yang didominasi bulir manis, bakwan jukut menonjolkan aroma khas selada air yang sedikit pedas dan menyegarkan. Teksturnya ringan, tidak bikin enek, dan pas disantap sebagai teman nasi hangat maupun kudapan sore bersama teh.
Selada air bukan sekadar sayuran pelengkap. Sebagaimana disampaikan Kementerian Kesehatan melalui Data Komposisi Pangan Indonesia, selada air tergolong sayuran hijau rendah kalori, sementara lembaga kesehatan internasional bahkan mendapuknya sebagai salah satu sayuran paling padat gizi. Perpaduan rasa, tekstur, dan nilai gizi inilah yang membuat resep bakwan jukut layak masuk daftar menu rumahan Anda.
Sekilas tentang Bakwan Jukut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323622/original/099696500_1786623554-Bakwan_jukut.jpg)
Perbesar
Istilah jukut berasal dari bahasa daerah yang berarti sayur, dan di banyak pasar tradisional nama ini merujuk pada selada air, tanaman berdaun hijau tua bernama ilmiah Nasturtium officinale. Sayuran ini punya beragam sebutan lokal, mulai dari jrembak, jembak, hingga cenil, tergantung wilayahnya. Karena itu, ketika seseorang menyebut bakwan jukut, yang dimaksud umumnya adalah bakwan berbahan selada air.
Bakwan sendiri dipercaya lahir dari akulturasi kuliner Tionghoa dengan bahan lokal Nusantara; namanya diyakini berasal dari bahasa Hokkian, "bak" berarti daging dan "wan" berarti bulat. Seiring waktu, isian daging digantikan aneka sayur murah, termasuk selada air. Yang membedakan bakwan jukut dari bakwan sayur biasa (kombinasi kol, wortel, dan tauge) adalah dominasi daun selada air. Hidangan ini juga tidak sama dengan jukut goreng, yakni selada air yang digoreng kering nyaris tanpa adonan hingga rapuh menyerupai nori.
Dari sisi gizi, selada air termasuk sayuran silangan (cruciferous), sekeluarga dengan brokoli, kale, dan kembang kol. Dilansir dari Healthline, selada air sangat rendah kalori namun satu cangkir (34 gram) sudah menyumbang lebih dari 100 persen kebutuhan vitamin K harian, vitamin yang berperan dalam pembekuan darah dan kesehatan tulang. Sayuran ini secara historis kerap hanya dijadikan hiasan piring, padahal kandungan nutrisinya tergolong pekat. Serena Poon, ahli gizi bersertifikat asal Los Angeles, menyatakan bahwa, selada air mungkin berukuran kecil, tetapi ia adalah salah satu makanan terpadat nutrisi yang bisa ditemukan. Merujuk pemeringkatan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), selada air bahkan menempati posisi pertama sebagai sayuran "powerhouse" dengan skor sempurna 100. Untuk pembaca yang ingin mengulik manfaat selada air lebih jauh, sayuran ini juga dikaitkan dengan kesehatan jantung dan mata.
Bahan-Bahan Bakwan Jukut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323623/original/008207800_1786623555-Resep_Bakwan_Jukut_Renyah_yang_Bikin_Nagih.jpg)
Perbesar
Bahan utama:
- 200 gram selada air (jukut), siangi dan cuci bersih
- 150 gram tepung terigu protein rendah
- 3 sdm tepung beras
- 200 ml air es
Bumbu halus:
- 4 siung bawang putih
- 4 butir bawang merah
- 1 sdt ketumbar butir
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1 sdt garam
Bumbu tambahan dan pelengkap:
- 1/2 sdt kaldu bubuk
- 1/2 sdt gula pasir
- minyak goreng secukupnya
- cabai rawit atau saus sambal untuk penyajian
Penggunaan tepung terigu protein rendah dipadu tepung beras adalah kombinasi klasik agar kerak bakwan lebih garing. Tips seputar pemilihan tepung gorengan renyah bisa jadi rujukan tambahan sebelum mulai memasak.
Baca juga: Rahasia Kerenyahan Bakwan Ada di Tiga Jenis Tepung
Cara Membuat Bakwan Jukut
- Cuci selada air hingga bersih dari tanah dan pasir, lalu tiriskan dan keringkan dengan lap bersih hingga benar-benar tidak berair.
- Potong selada air kasar sekitar 2-3 cm, lalu sisihkan.
- Haluskan bawang putih, bawang merah, ketumbar, merica, dan garam hingga lembut.
- Campur tepung terigu, tepung beras, bumbu halus, kaldu bubuk, dan gula dalam satu wadah besar.
- Tuang air es sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan cukup kental dan bisa membalut sayur, jangan terlalu encer.
- Masukkan potongan selada air, aduk perlahan hingga seluruh daun terbalut adonan secara merata.
- Panaskan minyak yang cukup banyak dengan api sedang, lalu uji dengan meneteskan sedikit adonan; jika langsung berdesis dan mengapung, minyak siap dipakai.
- Ambil satu sendok sayur adonan dan tuang ke dalam minyak panas, goreng beberapa buah sekaligus tanpa memenuhi wajan.
- Goreng hingga bagian bawah mengeras, balik sekali, lalu masak sampai kedua sisi berwarna kuning keemasan dan terasa renyah, sekitar 3-4 menit.
- Angkat bakwan dan tiriskan di atas rak kawat atau tisu dapur agar minyak berlebih menetes sempurna.
- Sajikan bakwan jukut selagi hangat bersama cabai rawit atau saus sambal.
Tips agar Hasil Maksimal
- Keringkan selada air sungguh-sungguh. Air adalah musuh utama kerenyahan. Mengacu pada Just a Taste, rahasia gorengan sayur yang garing adalah menarik keluar kelebihan air dari sayuran sebelum dibalut adonan.
- Kombinasikan tepung terigu dan tepung beras. Tepung beras memberi lapisan luar yang keras dan tahan lama, sementara air es membantu adonan menempel rapi tanpa banyak menyerap minyak.
- Jaga suhu minyak tetap stabil. Sebagaimana diungkapkan America's Test Kitchen, penggorengan sebaiknya dimulai pada kisaran 325-375 derajat Fahrenheit dan suhu akan turun begitu makanan masuk. Berdasarkan panduan WebStaurantStore, sayuran umumnya digoreng pada suhu sekitar 190 derajat Celsius selama 1-2 menit.
- Jangan mengaduk adonan berlebihan. Aduk seperlunya agar bakwan tidak keras atau alot; adonan yang overmix membuat gluten terlalu berkembang.
- Goreng dalam porsi kecil. Memasukkan terlalu banyak adonan sekaligus menurunkan suhu minyak drastis, membuat bakwan berminyak dan lembek. Ulasan soal tips gorengan renyah dan cara menjaga kerenyahan bisa membantu pemula menghindari kesalahan umum ini.
Baca juga: Cara Membuat Gorengan Renyah dan Tidak Berminyak serta tips menjaga gorengan tetap hangat.
Variasi dan Substitusi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323624/original/016473800_1786623555-Resep_Bakwan_Jukut_Renyah_yang_Bikin_Nagih_dan_Enak.jpg)
Perbesar
Versi pedas. Tambahkan irisan cabai rawit atau cabai merah ke dalam adonan sebelum digoreng. Sensasi hangat pedasnya berpadu apik dengan aroma selada air yang segar.
Versi bebas gluten. Sebagaimana dikutip dari The Kitchn, tepung terigu dalam adonan dapat diganti dengan takaran setara tepung buncis (chickpea/besan) yang sekaligus menambah protein dan serat. Rasanya jadi sedikit lebih gurih dengan tekstur yang tetap renyah.
Substitusi sayur. Bila selada air sulit didapat, daunnya bisa diganti bayam, kangkung, atau kombinasi wortel dan tauge. Untuk inspirasi rasa lain, tengok pula bakwan mix veggie, bakwan tempe, dan aneka bakwan sederhana lainnya.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bakwan Jukut
Apa itu jukut, dan apakah sama dengan selada air?
Jukut adalah sebutan lokal untuk sayur, dan dalam konteks bakwan jukut yang dimaksud adalah selada air atau Nasturtium officinale. Di berbagai daerah, sayuran ini juga dikenal dengan nama jrembak, jembak, atau cenil. Jadi, bakwan jukut identik dengan bakwan selada air.
Kenapa bakwan jukut saya lembek dan tidak renyah?
Penyebab paling umum adalah selada air yang masih basah dan adonan yang terlalu encer, sehingga sayur melepaskan banyak air saat digoreng. Faktor lain adalah suhu minyak yang belum cukup panas atau menggoreng terlalu banyak sekaligus, yang membuat bakwan menyerap minyak. Keringkan sayur, gunakan air es, dan pastikan minyak benar-benar panas sebelum menuang adonan. Simak juga panduan bakwan renyah dan tidak lembek untuk detail tambahannya.
Berapa lama bakwan jukut bisa disimpan agar tetap renyah?
Bakwan jukut paling nikmat disantap hangat sesaat setelah digoreng. Sebagaimana dilaporkan Clean Food Crush, gorengan sayur sejenis dapat disimpan hingga 4 hari di lemari es atau sampai 3 bulan di freezer dalam wadah kedap udara. Untuk mengembalikan teksturnya, panaskan kembali dengan air fryer atau oven, bukan microwave.
Dengan bahan yang murah dan langkah yang ringkas, resep bakwan jukut membuktikan bahwa camilan sederhana pun bisa memuaskan bila tekniknya tepat. Sajikan hangat bersama cabai rawit, dan jadikan ia bagian dari koleksi camilan tradisional favorit keluarga. Jika ingin bereksplorasi lebih jauh, ada banyak resep aneka gorengan, mulai dari terong isi goreng dan pisang goreng, hingga camilan gurih khas Sunda dan deretan camilan tradisional Indonesia terbaik yang bisa dicoba di akhir pekan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258640/original/081869800_1781396863-063_2281452460.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321385/original/087958100_1786441240-G803Kw6dw6flNpT2W0t14Tg0eD9jjcMY6tAZN20o.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4096097/original/013732800_1658386362-luis-quintero-kjeblOliM08-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321400/original/028954000_1786441257-fjnrLqIboRVut7etjvR4eH2rr6Mu9Kyrei7g6UCP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3255742/original/032454900_1601605865-tim-foster-lSegRSDBMLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321431/original/036615800_1786441302-lywjQToFadCLAJq5LxNojNPoRvKMgbMpo4mOg8ko.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323382/original/001924100_1786610758-Olahan_pisang_yang_cocok_jadi_teman_minum_kopi_sore.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323424/original/058840400_1786611867-260626OTxMomo_44_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9297085/original/015409000_1784077685-SnapInsta.to_743157047_18600532174024314_6437663193401798848_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323356/original/067396600_1786610227-the-intern-1-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322898/original/037989400_1786592776-WhatsApp_Image_2026-08-13_at_10.40.51__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323160/original/074737000_1786603378-ChatGPT_Image_Aug_13__2026__01_40_55_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323072/original/059125500_1786599567-Tumpeng_merah_putih.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321428/original/020686100_1786441299-4mWmVhTLMA3w4gB9g4Mql2SCbIbijsS7pLJ1YhEO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321391/original/061541600_1786441247-dfI6NnzI9fl7TGVpaBSxnELAGkWJR1beWvVKoTb4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322587/original/069088800_1786539870-IMG_8571.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4597169/original/060524600_1696332926-jacopo-maia--gOUx23DNks-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322768/original/041754000_1786588310-6eab4783-f188-406e-aeda-373b21b7b234.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321390/original/055572700_1786441246-CXKXNJmJf7iZXv0wwzAHcMMYu5TgSI2NQLABfGSo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4367769/original/010017100_1679474576-000_33BT7NA.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551533/original/048197900_1775728093-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562023/original/082621900_1776773066-IPU_Jazuli.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6590892/original/028812500_1779430402-WhatsApp_Image_2026-05-22_at_09.39.34.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563238/original/089093200_1776851416-IMG0439_edit_lip6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563237/original/019666600_1776851190-2026_02_26_GGG_GRAB_STILLS_EPS_01_1.293.1__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5772023/original/003677500_1778674939-KV_MASTER_LANDSCAPE_PAW_PATROL_MAIN_KV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4967782/original/005564500_1728822071-IMG-20241013-WA0020.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556874/original/075806100_1776310133-fd97f8ea-a580-4ff6-b52e-98ec7a1d3f61.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3473547/original/099113300_1622812564-Kue_Cucur__Jakarta__July_4_2018.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6682149/original/080813600_1779504411-20260522_095154.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5562009/original/001674100_1776771898-Dokter_Spesialis_Kulit_dan_Kelamin__Dr._dr._Hanny_Nilasari__Sp.D.V.E__Subsp._Ven__FINSDV__FAADV__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5558156/original/021922800_1776407904-siti_nadia__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476775/original/042917400_1768798185-martabak_mini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693298/original/083339000_1703073556-biji_buah_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453421/original/028351900_1766478156-frozen_nugget__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556820/original/045700600_1776308310-Lotek_Khas_Bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559487/original/076737000_1776577758-unnamed_-_2026-04-19T124834.767.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449221/original/092935000_1766050849-Screenshot_2025-12-18_162801.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557218/original/051569300_1776322292-onde-onde2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574219/original/053227900_1777965448-cropped-6344059f-247c-497b-aae5-e40a882cdcdf.jpg)