LA GARÇONNE Karya Sebastian Gunawan Hadirkan 56 Set untuk Perempuan Bebas

7 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Sebastian Gunawan menghadirkan koleksi terbaru SEBASTIANred 2026/2027 bertajuk LA GARÇONNE di The Langham Fashion Soirée 2026. Rangkaian ini menonjolkan sosok perempuan yang memilih kebebasan dan menata hidupnya sendiri, diterjemahkan ke dalam bahasa busana yang lugas sekaligus elegan.

Kisahnya berakar pada novel La Garçonne karya Victor Margueritte (1922), yang menandai pergeseran besar di era 1920-an ketika perempuan mulai mendobrak tatanan sosial dan cara berbusana. Korset dan konstruksi kaku ditinggalkan; siluet yang lebih praktis dengan sentuhan maskulin mulai memimpin panggung.

Semangat itu diperkaya Sebastian Gunawan menjadi 56 set rancangan yang memadukan sisi feminin dan maskulin tanpa saling meniadakan, membentuk karakter modern yang tegas, selaras, dan mudah dikenakan.

Koleksi LA GARÇONNE meminjam aura dua ikon film bisu: Louise Brooks dan Clara Bow. Keduanya merupakan rujukan kuat dari masa ketika citra perempuan mengalami redefinisi besar di layar perak.

Louise Brooks dikenal melalui visual yang modern dan tajam; gaya rambut bob dan sikapnya yang tegas memberi napas pada estetika baru. Sementara itu, Clara Bow memancarkan energi yang playful dan ekspresif, mencerminkan keriangan sekaligus keberanian era tersebut.

Dua poros karakter itu berjalan berdampingan dalam koleksi ini, menegaskan bahwa perempuan tidak harus memilih salah satu kutub. Feminin dan maskulin dapat hidup bersama dalam satu tampilan yang utuh—anggun namun percaya diri, lembut sekaligus berdaya.

Palet Hitam Putih, Aksen Merah

Secara visual, LA GARÇONNE menonjol melalui permainan kontras. Palet hitam dan putih menjadi fondasi, sementara aksen merah disisipkan untuk menghadirkan intensitas yang menegaskan karakter busana.

Eksplorasi material dan tekstur tampak melalui bordir, lace, dan payet yang dirangkai bersama teknik layering. Setiap paduan diolah untuk membangun kedalaman dan dimensi pada tampilan, tanpa kehilangan kejernihan garis.

Rujukan era 1920-an tidak disalin mentah-mentah. Proporsi, konstruksi, dan teknik dijajaki ulang agar lebih relevan bagi perempuan masa kini—klasik dalam referensi, kontemporer dalam eksekusi.

Tailoring Presisi Bertemu Drapery

Kekuatan koleksi ini terletak pada siluet dan konstruksi. Tailoring yang presisi menghadirkan garis tegas dan rapi, memberi struktur yang jelas pada setiap busana.

Sebaliknya, drapery dan teknik layering menawarkan gerak yang lembut. Keduanya meminimalkan kekakuan, membuka ruang bagi flow yang alami ketika dikenakan.

Craftsmanship SEBASTIANred tercermin dari pengolahan volume, proporsi, dan permukaan kain yang terukur. Detail disusun untuk mencapai komposisi harmonis, sekaligus menjaga karakter kuat yang menjadi identitas tiap rancangan.

Kolaborasi Aksesori Le Ciel

Presentasi LA GARÇONNE diperkaya kolaborasi dengan label aksesori Le Ciel. Kemitraan ini disiapkan khusus untuk mengunci estetika yang ingin ditampilkan di panggung.

Pilihan aksesori menjangkau anting, kalung, hingga tas berbahan beads yang menyatu dengan tema koleksi. Setiap elemen dirancang sebagai pendamping yang mempertegas narasi gaya, bukan sekadar pelengkap.

Kehadiran aksesori tersebut memberikan sentuhan akhir pada karakter perempuan yang diusung koleksi—detail yang lembut menyatu dengan siluet yang lebih tegas untuk menghadirkan komposisi yang seimbang.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |