Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Sari Yuliati, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman keras atas kasus penyekapan dan dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Korban diduga disekap selama tiga tahun.
Sari menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan tindak kekerasan yang sangat serius dan tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun. Menurutnya, kasus ini bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan bentuk kekerasan berbasis gender yang berdampak sistemik.
“Kami turut prihatin atas tragedi yang menimpa saudari YTR. Kekerasan yang dialami korban merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan tidak boleh dibiarkan begitu saja,” ujar Sari Yuliati di Jakarta.
“Kami mengecam keras tindakan penyekapan dan penganiayaan yang terjadi. Setiap bentuk kekerasan terhadap perempuan harus ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sari meminta aparat kepolisian untuk mengusut kasus tersebut secara menyeluruh. Ia mendesak polisi untuk terus mengejar tersangka utama maupun pihak-pihak lain yang diduga ikut membantu aksi penyekapan tersebut.
“Kami meminta kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan mengusut kasus ini hingga tuntas. Proses hukum harus terus berjalan dan memberikan kepastian keadilan bagi korban. Pelaku harus dijerat dengan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dan ketentuan dalam KUHP,” ujarnya.
Selain penegakan hukum, pimpinan DPR ini juga menekankan pentingnya kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pemulihan bagi korban. Ia mendorong kementerian terkait, lembaga, dan pemerintah daerah untuk berkolaborasi memastikan YTR memperoleh hak pelayanan yang layak.
“Korban harus mendapatkan perlindungan yang maksimal, pendampingan psikologis, layanan kesehatan, bantuan hukum, serta pemulihan trauma yang berkelanjutan. Negara harus hadir untuk memastikan hak-hak korban terpenuhi dan proses pemulihan berjalan dengan maksimal,” kata Sari.
Sari berharap kasus tragis di Bandung ini menjadi perhatian bersama sekaligus momentum untuk memperkuat upaya pencegahan serta penanganan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia secara sistemik.
“Tidak boleh ada ruang bagi pelaku kekerasan terhadap perempuan. Penegakan hukum yang tegas dan perlindungan yang komprehensif bagi korban merupakan bagian dari komitmen kita dalam mewujudkan rasa aman dan keadilan bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.
Kondisi Korban Usai Ditemukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2320245/original/076392300_1533533412-1533533412367325a1f9c9196ede-1512021137-30ae43ad1aa0a416699051b73a3dfcf6.jpg)
Perbesar
Seorang wanita berinisial YTT (29) diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan selama sekitar tiga tahun di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, hingga mengalami luka berat. Kasus ini terungkap setelah keluarga menerima informasi keberadaan korban di rumah sakit.
Kepolisian Daerah Jawa Barat kini tengah menyelidiki kasus tersebut setelah menerima laporan dari kakak korban pada 12 Juni 2026 dengan nomor LP/B/1145/VI/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, korban diduga diculik dan dianiaya oleh seorang pria berinisial TH. Keluarga menerima pesan WhatsApp dari orang tak dikenal yang menginformasikan bahwa korban berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
“Setelah menerima informasi tersebut, pihak keluarga langsung mendatangi rumah sakit dan mendapati korban dalam kondisi luka berat di bagian kepala, wajah, kaki, serta luka ringan di tangan,” ujar Hendra, Rabu (17/6/2026).
Hendra menjelaskan, sebelum ditemukan di rumah sakit, korban tidak diketahui keberadaannya oleh keluarga selama kurang lebih tiga tahun. Dalam rentang waktu tersebut, korban diduga mengalami penganiayaan berulang.
“Diduga korban mengalami kekerasan menggunakan tangan, benda tumpul, hingga senjata tajam, serta kehilangan sejumlah barang berharga,” katanya, dikutip dari Antara.
Akibat dugaan penganiayaan tersebut, korban mengalami luka berat yang berdampak serius pada kondisinya, termasuk tidak bisa melihat secara normal, kesulitan berbicara, tidak bisa berjalan, serta mengalami kerugian materi sekitar Rp 52 juta.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap lebih lanjut kasus tersebut dan memburu terduga pelaku.
Pelaku Diduga Kekasih Korban
Adik kandung korban, Syahrul Ulum (26), menduga pelaku penyekapan dan penganiayaan merupakan kekasih YTR berinisial TH (30). Dia mengatakan kakaknya berkenalan dengan TH pada tahun 2023 lalu di sebuah konser musik. Dari perkenalan itu, mereka kemudian menjalin hubungan asmara.
Syahrul menyebut kakaknya pernah membawa TH ke rumah dan dikenalkan ke keluarga. Akan tetapi, sejak itu, kakaknya tiba-tiba berubah perangai dan hilang tak ada kabar selama tiga tahun.
"Sampai saat itu enggak pernah ke sini-sini lagi (rumah), cuma satu kali posisi itu," kata dia saat ditemui pada Selasa (16/6/2026).
Selama tiga tahun, sambung Syahrul, kakaknya pernah satu kali menghubungi keluarga. Namun, komunikasi dengan keluarga begitu terbatas. Diduga, kakaknya sedang berada dalam tekanan.
"Kaget aja, setahu keluarga kan teteh itu kerja di Jakarta. Jadi kita ini selama tiga tahun teh dikelabui sama si pelaku. Jadi teteh selama tiga tahun menghilang itu enggak boleh pegang HP," ucap dia.
Kini, kakaknya masih dirawat di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ketika siuman, kakaknya mengaku dianiaya TH menggunakan benda tumpul dan tajam.
"Kedua mata, yang mata sebelah kanannya udah infeksi, yang sebelah kirinya udah mengecil. Terus bibir bagian atasnya udah enggak ada. Terus kaki sebelah sininya bekas bacokan katanya. Mata mah udah enggak bisa lihat. Dua-duanya," kata dia.
Syahrul berharap polisi dapat segera menangkap pelaku yang masih dalam pencarian. Pelaku juga diharapkan dapat disanksi berat sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kalau dari pihak keluarga pengennya usut tuntas, sampai dapat lah pelakunya, takutnya ada korban selanjutnya gitu. Hukum seberat-beratnya," ungkap dia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3994459/original/092460400_1649849113-Infografis_SQ_Klitih_di_Yogyakarta_dan_Maraknya_Kejahatan_Jalanan_Remaja.jpg)
Perbesar

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263893/original/099447400_1782029158-KV_MASTER_LANDSCAPE_THE_HEIR_MAIN_KV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8230472/original/052512300_1781090718-MV5BY2NkMTUyMzItYmFjNC00YWY0LWE3YzctMWY5MDg5YTdiYTI1XkEyXkFqcGdeQVRoaXJkUGFydHlJbmdlc3Rpb25Xb3JrZmxvdw__._V1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5209537/original/077270300_1746435176-VMD_-_Pura_Pura_Nikah_-_Main_KV_-_Mini_TV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5955934/original/046696500_1778852276-JBmp4y_3f__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4972700/original/073763200_1729253019-MV5BYjFhMjU5MGItYmMxNy00MjNiLTgwMTMtMmZiNjUyZjViM2Q3XkEyXkFqcGdeQXVyMTEwNDU1MzEy._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3334475/original/067109200_1609084118-story_img_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538555/original/098384000_1774524699-word_media_image2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549147/original/092793400_1775575280-KV_MASTER_LANDSCAPE_DAEMONS_OF_THE_SHADOW_REALM_MAIN_KV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263703/original/042482800_1781963426-Rebirth---Main-KV---Poster---KV-Master-Landscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263298/original/079599300_1781880026-ABKneP_3f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263138/original/056823900_1781859749-ep-03-jujurly-6d70b4.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5703269/original/096157200_1778584642-KV_MASTER_LANDSCAPE_YOU_WILL_DIE_IN_6_HOURS_ALT_A.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261491/original/047741600_1781712392-KV_MASTER_LANDSCAPE_SAIYO_SAKATO_MAIN_KV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6506458/original/051848200_1779364465-81loJl_3f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8215732/original/011709100_1781075346-MV5BNGVhODM1Y2YtNzg1ZC00NTVjLThkMWYtOTVhMjg1ZTQ5ZDg3XkEyXkFqcGc_._V1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260882/original/015017900_1781667398-KV_MASTER_LANDSCAPE_APOSE_PINDAH_KANTRO_MAIN_KV__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466269/original/002903700_1767841077-MV5BOTg4NjViMDctY2ViZS00MDhmLWFiMzQtNWY2ODMxYmM1M2E3XkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5308372/original/038783500_1754542751-VE_-_Konco-Konco_Edan_-_Main_KV_-_Premium_Headline_Mobile_Mini_TV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259514/original/068258400_1781504314-Screenshot_2026-06-15_130449.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569754/original/028767900_1777452748-PH_MOBILE_PRAHARA_CINTA_ASYA_MAIN_KV.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507531/original/074154500_1771496622-Depositphotos_466976098_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516283/original/012128900_1772274598-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_19.33.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518622/original/086723800_1772514079-cropped-4c856ac0-ea24-40bb-a37b-540c0d601eeb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535189/original/057591700_1773942599-Depositphotos_271642688_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533834/original/068860100_1773784980-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_03.05.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526523/original/079569800_1773124602-181773-2__Dok._Destination_New_South_Wales___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530503/original/013584800_1773455795-Tepung_Terigu_Matang_Disangrai.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/975038/original/008493200_1441187509-1_jogjareview_net.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3522657/original/065387600_1627377386-bendera.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533047/original/026098100_1773720855-ginjal__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527653/original/046595100_1773209806-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_11.24.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521606/original/011968200_1772694581-unnamed_-_2026-03-05T135903.240.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517728/original/058219800_1772438128-ruam_campak_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512483/original/085737900_1771981557-IMG-20260224-WA0053.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527628/original/088045100_1773208952-taruna_idul_fitri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4378255/original/070392100_1680235430-luisa-brimble-aFzg83dvnAI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1622111/original/030016800_1497325545-telor-ceplok-673x373px.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5315665/original/049375700_1755165938-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__2_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511163/original/089854700_1771897892-Menggoreng_kacang_telur_kribo__Gemini_AI_.jpg)