Bali Siapkan Trem Listrik Rp 2,2 Triliun, Bandara hingga Canggu Bakal Terhubung

12 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Bali menyiapkan moda transportasi publik baru untuk mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan di tengah meningkatnya kebutuhan perjalanan antarkawasan. Pemerintah memilih Autonomous Rail Transit (ART) sebagai salah satu solusi transportasi yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi Pulau Dewata.

Melansir Antara, Rabu, 11 Agustus 2026, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, ART dipilih untuk menggantikan rencana pembangunan MRT. Pemerintah menilai teknologi ART lebih efisien dan relatif mudah diterapkan di Bali. Pembangunan moda transportasi ini ditargetkan mulai pada 2027.

Rencana tersebut kemudian berkembang dengan proyek trem listrik ART yang diperkirakan membutuhkan investasi besar. Salah satu koridor awal akan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu. Jalur ini akan melewati sejumlah kawasan strategis yang ramai dikunjungi wisatawan.

Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan infrastruktur untuk mendukung pengoperasian trem. Jalan-jalan utama yang menjadi bagian dari rute direncanakan diperlebar hingga 24 meter dan dilengkapi jalur khusus trem. Moda tersebut diharapkan mampu melaju hingga 40 kilometer per jam.

Badung juga berencana membangun fasilitas park-and-ride di sejumlah pusat wisata strategis. Wisatawan dapat meninggalkan kendaraan di area parkir tersebut sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi publik.

Kehadiran ART diharapkan menawarkan alternatif perjalanan yang lebih terintegrasi. Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya Bali mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, mengatasi kepadatan lalu lintas, serta membuat perjalanan wisata antarkawasan menjadi lebih praktis.

Pilih ART Gantikan Wacana MRT

Pemerintah Bali sebelumnya sempat mendorong pembangunan MRT dan moda kereta lain untuk meningkatkan konektivitas transportasi di Pulau Dewata. Pada September 2024, pihaknya melakukan peletakan batu pertama proyek kereta bawah tanah (subway) di Sentral Parkir Kuta, Kabupaten Badung.

Proyek tersebut belum berjalan sesuai rencana karena masih menghadapi sejumlah kendala dalam pengembangannya. Rencana pengoperasian ART kini menawarkan arah baru bagi pengembangan transportasi publik Bali.

Moda ini diproyeksikan menjadi alternatif perjalanan bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin berpindah antarkawasan tanpa bergantung pada kendaraan pribadi. Kehadiran ART juga dapat mendukung mobilitas menuju berbagai kawasan yang menjadi pusat aktivitas pariwisata.

Wisatawan nantinya memiliki pilihan transportasi yang lebih praktis saat menjelajahi Bali, terutama di tengah kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di sejumlah jalur utama. Pengembangan transportasi publik terintegrasi diharapkan membuat perjalanan wisata semakin nyaman sekaligus mendukung mobilitas masyarakat sehari-hari.

Habiskan Dana Rp 2,2 Triliun

Rencana pengembangan ART di Bali diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp 2,2 triliun. Pemerintah menyiapkan proyek tersebut secara bertahap untuk membangun jaringan transportasi yang menghubungkan sejumlah kawasan strategis di Pulau Dewata.

Tahap pertama diperkirakan memerlukan anggaran sekitar Rp 1,2 triliun, sedangkan tahap kedua membutuhkan sekitar Rp 1 triliun. PT Kereta Api Indonesia (KAI) turut dilibatkan dalam rencana pengembangan proyek.

Perusahaan tersebut diharapkan dapat berperan dalam pembiayaan sekaligus pengoperasian sistem ART di Bali. Meski rencana telah disiapkan, proyek ini belum memasuki tahap pelaksanaan.

Pemerintah masih perlu menyelesaikan studi kelayakan untuk memastikan aspek teknis dan kebutuhan proyek. Skema pembiayaan juga belum ditetapkan secara final. Karena itu, nilai Rp 2,2 triliun saat ini masih berupa estimasi awal dan dapat berubah setelah proses kajian, serta perencanaan proyek rampung.

Siapkan Regulasi Sebelum Bangun ART

Pemerintah Provinsi Bali tengah menyiapkan regulasi sebagai landasan pengembangan ART di Pulau Dewata. Pemerintah menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) karena moda transportasi tersebut belum tercantum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Bali.

Aturan tersebut diperlukan untuk memastikan rencana pembangunan ART memiliki dasar tata ruang yang jelas. Regulasi juga akan menjadi acuan dalam menentukan arah pengembangan jaringan transportasi sebelum proyek memasuki tahap pembangunan.

Jika proyek berjalan sesuai rencana, ART dapat memberikan alternatif transportasi bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Bali. Moda tersebut juga berpotensi memudahkan perjalanan menuju sejumlah kawasan wisata populer tanpa harus selalu mengandalkan kendaraan pribadi.

Kehadiran transportasi publik yang lebih terintegrasi diharapkan dapat mendukung mobilitas wisatawan, sekaligus meningkatkan konektivitas antardestinasi.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |