8 Manfaat Tanaman Bandotan yang Jarang Diketahui, Gulma Liar Kaya Khasiat untuk Kesehatan

1 day ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Tanaman liar sering kali tumbuh tanpa perhatian khusus di sekitar pekarangan atau lahan kosong. Salah satu contoh menarik ialah bandotan, tumbuhan sederhana berpola daun halus serta aroma khas. Pembahasan mengenai manfaat tanaman bandotan mulai menarik minat banyak orang, seiring meningkatnya ketertarikan terhadap pengobatan tradisional berbasis alam.

Kesadaran menjaga kesehatan melalui bahan alami juga terus mengalami peningkatan. Banyak orang mulai menelusuri tanaman sederhana sebagai alternatif pendukung perawatan tubuh. Dalam konteks tersebut, pembahasan manfaat tanaman bandotan menjadi relevan, sebagai wawasan tambahan terkait kekayaan hayati lokal.

Keberadaan bandotan kerap terabaikan akibat label gulma liar. Padahal, di balik penampilannya tersimpan kandungan senyawa aktif bernilai guna. Ulasan mengenai manfaat tanaman bandotan membuka sudut pandang baru, terkait potensi tanaman liar sebagai bagian dari kearifan lokal pengobatan tradisional. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (5/1/2026).

Mengenal Tanaman Bandotan dan Penggunaannya

Daun bandotan dikenal luas sebagai tanaman liar bernama ilmiah Ageratum conyzoides yang banyak tumbuh di wilayah Asia Tenggara. Keberadaannya sering diabaikan dan dianggap sebagai tanaman pengganggu akibat pertumbuhannya sangat cepat serta mudah menyebar. Meski demikian, di balik kesan tersebut, daun bandotan menyimpan potensi berharga sebagai bahan pengobatan tradisional yang telah dimanfaatkan sejak lama oleh masyarakat.

Kandungan senyawa aktif di dalam daun bandotan cukup beragam, mulai dari flavonoid, alkaloid, minyak atsiri, hingga tanin. Flavonoid dikenal memiliki peran dalam membantu meredakan peradangan, sedangkan minyak atsiri memiliki aktivitas antibakteri. Beberapa kajian menyebutkan bahwa senyawa tersebut berpotensi membantu menghambat pertumbuhan bakteri Helicobacter pylori, mikroorganisme yang sering dikaitkan dengan gangguan asam lambung. Kombinasi senyawa alami ini dipercaya mampu memberikan efek menenangkan pada saluran pencernaan.

Walaupun kerap digunakan sebagai ramuan herbal, pemanfaatan daun bandotan tetap memiliki batasan tertentu. Daun ini mengandung senyawa pyrrolizidine alkaloid yang dapat menimbulkan risiko kesehatan, apabila dikonsumsi secara berlebihan atau dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, penggunaan daun bandotan perlu dilakukan secara bijak serta tidak sembarangan, terutama untuk konsumsi oral.

Agar khasiatnya dapat diperoleh secara optimal, proses pengolahan daun bandotan harus dilakukan secara tepat.

- Tahap awal dimulai dari pemilihan daun segar tanpa tanda kerusakan atau pembusukan. Daun kemudian dicuci secara menyeluruh menggunakan air bersih untuk menghilangkan sisa tanah, debu, maupun mikroorganisme yang menempel.

- Tahapan berikutnya ialah proses perebusan. Sekitar 10 hingga 15 lembar daun bandotan dimasukkan ke dalam panci berisi kurang lebih 500 mililiter air bersih.

- Rebus daun selama 10 sampai 15 menit hingga warna air berubah menjadi kehijauan, menandakan senyawa aktif telah larut ke dalam air rebusan.

- Setelah proses perebusan selesai, air disaring untuk memisahkan daun dari cairannya. Air rebusan tersebut dapat dikonsumsi dalam keadaan hangat, biasanya pada pagi dan malam hari.

- Konsumsi secara teratur dalam jumlah wajar dipercaya dapat membantu meredakan keluhan asam lambung secara bertahap.

Manfaat Tanaman Bandotan untuk Kesehatan

Meskipun kerap dipandang sebelah mata dan dianggap sekadar tanaman pengganggu, bebadotan atau bandotan sesungguhnya menyimpan beragam khasiat kesehatan yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun dalam praktik pengobatan tradisional. Keberadaannya mudah dijumpai di lahan kosong, pekarangan, hingga tepi jalan, membuat tanaman ini sejak dahulu digunakan masyarakat sebagai alternatif pengobatan alami berbasis bahan sekitar.

Ciri khas bebadotan tampak pada bunganya yang kecil berwarna ungu kebiruan serta daun bertekstur lembut dan berbulu halus. Di balik tampilannya yang sederhana, tanaman ini mengandung berbagai senyawa aktif penting seperti flavonoid, alkaloid, serta minyak atsiri. Kandungan tersebut menjadikan bebadotan memiliki potensi farmakologis untuk membantu mengatasi beragam keluhan kesehatan, baik untuk pemakaian luar maupun pemanfaatan tradisional tertentu.

1. Membantu Mempercepat Penyembuhan Luka

Salah satu khasiat tanaman bandotan yang paling dikenal oleh masyarakat ialah kemampuannya dalam membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Daun bandotan dipercaya mampu merangsang pembentukan jaringan kulit baru serta membantu melindungi area luka dari risiko infeksi. Dalam praktik tradisional, daun segar biasanya ditumbuk hingga halus lalu ditempelkan pada luka sebagai baluran atau kompres alami untuk membantu mempercepat pemulihan.

2. Mengurangi Peradangan

Tanaman bandotan juga memiliki sifat anti-inflamasi yang cukup menonjol. Kandungan flavonoid di dalamnya berperan dalam membantu menekan reaksi peradangan pada tubuh, baik pada permukaan kulit maupun jaringan di bawahnya. Pemanfaatan bandotan secara tradisional sering dikaitkan dengan pengurangan pembengkakan, kemerahan, serta rasa tidak nyaman akibat peradangan ringan.

3. Bersifat Antiseptik dan Antibakter

i Minyak atsiri yang terkandung dalam tanaman bandotan memiliki aktivitas antiseptik dan antibakteri alami. Senyawa ini membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme berbahaya sehingga bandotan kerap dimanfaatkan untuk membersihkan luka ringan dan menjaga kebersihan kulit. Penggunaan ini bertujuan menciptakan lingkungan luka yang lebih bersih agar proses penyembuhan berlangsung lebih optimal.

4. Meredakan Nyeri Ringan

Selain itu, bandotan dikenal memiliki efek analgesik ringan. Dalam pengobatan tradisional, daun bandotan digunakan untuk membantu meredakan nyeri akibat luka kecil, memar, atau pegal ringan. Efek pereda nyeri tersebut berasal dari kandungan alkaloid dan senyawa aktif lain yang bekerja pada sistem saraf perifer sehingga membantu mengurangi sensasi nyeri.

5. Mendukung Kesehatan Lambung

Dalam praktik pengobatan tradisional tertentu, daun bandotan dimanfaatkan untuk membantu meredakan keluhan pada lambung seperti rasa tidak nyaman atau asam lambung. Kandungan antibakteri di dalamnya diyakini berperan dalam membantu menekan pertumbuhan bakteri tertentu di saluran pencernaan. Meski demikian, penggunaannya tetap harus dilakukan secara hati-hati dan tidak berlebihan.

6. Menangkal Radikal Bebas

Manfaat tanaman bandotan juga berkaitan erat dengan aktivitas antioksidan. Senyawa flavonoid dan fenolik yang terkandung di dalamnya berperan membantu melindungi sel tubuh dari dampak buruk radikal bebas. Perlindungan terhadap stres oksidatif ini penting untuk menjaga keseimbangan fungsi sel serta mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

7. Sebagai Obat Kumur untuk Sariawan

Air rebusan daun bebadotan kerap digunakan sebagai obat kumur tradisional. Kandungan antibakterinya dipercaya membantu meredakan sariawan, peradangan gusi, serta mengurangi bau mulut. Penggunaan secara rutin dalam batas wajar dianggap membantu menjaga kesehatan rongga mulut secara alami.

Tanaman bebadotan juga dikenal memiliki efek antipiretik alami yang membantu menurunkan demam. Di beberapa daerah, daun bandotan digunakan sebagai kompres tradisional, terutama pada anak-anak. Selain itu, tumbukan daun bebadotan yang dihangatkan sering dimanfaatkan sebagai baluran untuk membantu meredakan nyeri rematik, pegal-pegal, atau rasa kaku pada persendian akibat aktivitas berat.

Risiko dan Efek Samping yang Perlu Diperhatikan

Walaupun daun bandotan dikenal memiliki beragam khasiat herbal, penggunaannya tetap tidak terlepas dari potensi risiko apabila dilakukan tanpa pengendalian yang tepat. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan ialah keberadaan senyawa pyrrolizidine alkaloid di dalam daun bandotan. Senyawa ini diketahui dapat bersifat toksik apabila masuk ke dalam tubuh secara berlebihan, atau dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang.

Paparan pyrrolizidine alkaloid dalam jumlah besar berpotensi menimbulkan gangguan pada fungsi organ vital, terutama hati dan ginjal. Risiko ini umumnya meningkat apabila ramuan daun bandotan dikonsumsi terus-menerus tanpa jeda atau melebihi takaran wajar. Oleh sebab itu, pengaturan dosis menjadi faktor penting agar manfaat yang diperoleh tidak berujung pada dampak kesehatan yang merugikan.

Sebelum memanfaatkan daun bandotan sebagai bagian dari pengobatan herbal, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau ahli herbal terpercaya. Langkah ini menjadi semakin penting bagi individu yang memiliki riwayat penyakit tertentu, sedang menjalani terapi medis, atau mengonsumsi obat-obatan secara rutin.

Selain itu, penggunaan daun bandotan tidak disarankan dilakukan bersamaan dengan obat medis tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Interaksi antara senyawa herbal dan obat tertentu berpotensi menurunkan efektivitas pengobatan atau memicu efek samping yang tidak diharapkan. Dengan pemahaman dan penggunaan yang bijak, risiko dapat diminimalkan sehingga pemanfaatan daun bandotan tetap berada dalam batas aman.

FAQ Seputar Topik

Apa itu tanaman Bandotan?

Tanaman Bandotan (Ageratum conyzoides) adalah tumbuhan herba yang sering dianggap gulma liar, namun memiliki segudang potensi manfaat kesehatan dan beragam nama lokal di Indonesia.

Senyawa aktif apa saja yang terkandung dalam Bandotan?

Bandotan kaya akan alkaloid, saponin, flavonoid, kumarin, polifenol, tanin, minyak atsiri, serta vitamin dan mineral penting seperti Vitamin C, B1, B2, B3, E, Seng, Besi, Kalsium, Fosfor, dan Magnesium.

Bagaimana Manfaat Tanaman Bandotan dalam penyembuhan luka?

Daun Bandotan dapat ditumbuk dan ditempelkan pada luka untuk mempercepat penutupan, menghentikan pendarahan, serta mencegah infeksi berkat kandungan saponin, flavonoid, dan sifat antibakterinya.

Apakah Bandotan memiliki efek anti-inflamasi dan pereda nyeri?

Ya, Bandotan memiliki sifat anti-inflamasi dan analgesik kuat berkat flavonoid dan tanin yang dapat meredakan peradangan dan nyeri seperti rematik atau sakit kepala.

Apa saja peringatan penting dalam penggunaan Bandotan?

Penggunaan Bandotan dalam jumlah berlebihan atau jangka panjang dapat bersifat hepatotoksik karena kandungan pyrrolizidine alkaloid (PA), serta dapat menyebabkan efek samping gastrointestinal. Konsultasi medis diperlukan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |